Bagaimana Cara Pengidap ADHD Terhindar dari Belanja Impulsif?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020
Bagikan sekarang

Perilaku impulsif saat belanja bisa terjadi pada siapa saja, namun kemungkinannya akan lebih besar jika Anda mengidap ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Pasalnya, penderita ADHD sering kesulitan ketika harus memilih prioritasnya, termasuk dalam melakukan pembelian. Jika terus dibiarkan, hal ini tentunya akan membuat Anda terjerat dalam masalah keuangan.

Kiat menghindari belanja impulsif untuk orang dengan ADHD

Mengurangi kebiasaan belanja impulsif bagi Anda yang hidup dengan kondisi ADHD mungkin akan sedikit sulit, tapi bukan berarti tak bisa dilakukan. Berikut adalah kiat-kiat yang bisa Anda coba lakukan.

1. Membuat daftar belanja

belanja impulsif adhd

Sebelum Anda keluar rumah, tulis dahulu daftar benda-benda yang akan Anda beli di pusat perbelanjaan. Agar mempermudah, pikirkan hal yang benar-benar Anda butuhkan seperti bahan makanan untuk seminggu ke depan. Cek juga perkakas rumah tangga yang sudah habis atau rusak.

Setelah sampai di sana, pastikan Anda hanya membeli barang-barang yang ada dalam daftar. Jika menemukan sesuatu yang menarik, tanyakan kembali pada diri Anda sendiri, apakah ada urgensi untuk membelinya? Atau, apakah ini hanya sekadar keinginan dan bukan kebutuhan? Dengan cara ini, niscaya akan membantu Anda mengurangi sikap impulsif saat belanja.

Anda mungkin perlu mengurungkan niat untuk belanja bulanan saat sedang lapar, karena hal ini bisa saja akan memicu sikap impulsif yang bikin Anda “lapar mata”.

2. Lakukan pembayaran tunai

belanja impulsif adhd
Sumber: Indonesia.go.id

Menggunakan metode cashless seperti kartu kredit, debit atau e-money saat belanja memang lebih praktis dan mudah, namun hal ini bisa menjadi bahaya bagi penderita ADHD yang suka belanja impulsif. Secara tak sadar, Anda akan menghabiskan tabungan atau malah menumpuk utang di kartu kredit.

Simpan beberapa nominal di dalam dompet Anda, belilah sesuatu yang sesuai dengan uang yang Anda miliki. Cara ini bertujuan untuk memperlihatkan sendiri kepada Anda akan betapa banyaknya uang yang telah dikeluarkan.

Diharapkan setelahnya Anda dapat menjadi lebih disiplin dan memikirkan kembali sebelum membeli sesuatu.

3. Belanja online

mengecek handphone

Orang-orang dengan ADHD diketahui sangat mudah untuk dialihkan perhatiannya, termasuk saat belanja yang kerap dilakukan secara impulsif.

Banyaknya pilihan produk-produk yang menarik di pusat perbelanjaan seringkali membuat Anda lupa akan tujuan awal. Bukannya membeli sepotong celana, Anda malah pulang dengan tas belanjaan berisi baju-baju dan sepasang sepatu yang bahkan tidak Anda butuhkan.

Maka dari itu, belanja online bisa jadi solusinya. Selain mengurangi perilaku impulsif, Anda juga menjadi lebih fokus saat belanja. Cukup dengan mencari benda yang ingin dibeli pada kolom pencarian, Anda akan mengurangi kemungkinan terdistraksi.

Kelebihannya, aplikasi belanja online juga memiliki fitur “wish-list” sehingga Anda memiliki waktu untuk kembali berpikir sebelum benar-benar melakukan pembelian.

Namun Anda juga perlu berhati-hati, beberapa situs belanja biasanya akan mengirimkan email berisi katalog dan promosi secara berkala. Agar tidak memicu keinginan, atur dengan berhenti berlangganan tanpa membaca isinya.

4. Pergi belanja sendiri

Terkadang, teman-teman Anda bisa menjadi pemicu munculnya perilaku impulsif dengan mendorong Anda untuk belanja lebih banyak. Misalnya, mereka akan berkata, “Baju ini bagus, deh, kalau kamu yang pakai,” atau, “Yakin nggak mau beli? Tenang saja, mumpung lagi diskon nih!”

Meski intensinya tidak buruk, dorongan semacam inilah yang akan membuat Anda berpikir bahwa tidak apa-apa untuk mengeluarkan sedikit uang. Ujungnya, Anda lagi-lagi akan menyesal setelah menyadari sebagian besar barang yang sudah dibeli bukanlah sesuatu yang dibutuhkan.

Dengan melakukannya sendirian, Anda terutama yang mengidap ADHD akan terbebas dari belanja secara impulsif.

5. Tanya orang terdekat sebelum melakukan pembelian besar

konsultasi dengan teman psikolog

Mungkin Anda ingin membeli televisi yang baru atau bosan dengan ponsel yang lama. Diskusikan dahulu pada orang-orang terdekat seperti keluarga atau pasangan agar bisa memilih keputusan yang tepat.

Mintalah bantuan mereka untuk menyortir kemungkinan sisi baik dan sisi buruknya jika Anda membeli barang tersebut serta seberapa besar urgensinya. Hal ini akan bantu menjauhkan Anda terutama pengidap ADHD dari melakukan belanja impulsif.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

How to Avoid Impulsive Spending With ADD/ADHD https://www.verywellmind.com/is-impulsive-spending-breaking-your-budget-20378 Diakses pada 10 Januari 2020.

ADHD: 8 Money Management Tips for Adults With ADHD https://www.everydayhealth.com/add-adhd/money-management-tips-for-adults-with-adhd.aspx Diakses pada 10 Januari 2020.

Stop Impulse Spending https://add.org/stop-impulse-spending/ Diakses pada 10 Januari 2020.

Yang juga perlu Anda baca

3 Kiat Jitu Bagi Pasien ADHD dalam Mengatur Waktu

Pasien ADHD biasanya kesulitan dalam mengatur waktu. Hal ini bisa berdampak buruk pada kualitas hidupnya. Untuk mengatasinya, ikuti tipsnya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

3 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Buat Orang ADHD

Gampang lupa adalah salah satu gejala ADHD pada orang dewasa. Selain pasang alarm reminder di ponsel, apa lagi cara meningkatkan daya ingat buat orang ADHD?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Amfetamin

Amfetamin adalah obat untuk meningkatkan dopamin (zat kimia yang berhubungan dengan rasa senang & tenang) di otak. Obat ini harus dengan resep dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apakah Main Video Games Tingkatkan Risiko ADHD Pada Anak?

Meski seru dan mengasyikkan, tapi frekuensi bermain video game yang berlebihan telah dikaitkan sebagai ADHD pada anak. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Tips Mengajari Anak ADHD agar Mau Minum Obat

Tips Mengajari Anak ADHD agar Mau Minum Obat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
Apakah Anak yang Mengalami ADHD Bisa Sembuh?

Apakah Anak yang Mengalami ADHD Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 01/03/2020
Membesarkan Anak ADHD, Ini Fakta yang Perlu Orangtua Ketahui

Membesarkan Anak ADHD, Ini Fakta yang Perlu Orangtua Ketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020
5 Kiat Membantu Anak ADHD Mengikuti Pelajaran di Sekolah

5 Kiat Membantu Anak ADHD Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/01/2020