4 Cara Mengatasi Stres Akibat Sulit Mencari Kerja

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Umumnya, para lulusan baru atau fresh graduate berlomba-lomba menyelesaikan pendidikannya, guna memperoleh gelar dan mencari kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun sayang, kenyataan tidak semudah bayangan Anda.

Nyatanya, masih banyak jumlah orang yang belum memiliki pekerjaan, alias menganggur. Berdasarkan hasil catatan Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2016, ada sekitar tujuh juta orang di Indonesia yang masih menganggur. Tak ayal, hal ini bisa menimbulkan kesehatan mental para masyarakat yang masih berusaha mendapatkan pekerjaan.

Contoh masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh menganggur adalah stres dan depresi. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, tak jarang orang yang mengalami stres dan depresi bisa berujung bunuh diri.

Jangan khawatir, Anda bisa mencegah dan mengatasinya, kok. Apa saja hal yang bisa dilakukan untuk mengelola stres saat mencari pekerjaan? Simak tiga hal penting berikut.

Bagaimana cara mengatasi stress mencari kerja

1. Jangan mengurung diri di rumah

Salah satu cara mengatasi stress mencari kerja adalah dengan mengeksplor diri Anda seluas mungkin. Memang, adanya rasa minder ketika belum mendapatkan pekerjaan akan memengaruhi Anda untuk malas dan enggan keluar rumah.

Padahal, hal ini terbilang salah. Anda malah dianjurkan untuk lebih banyak berinteraksi dengan bersosialisasi dengan masyarakat atau hal lain di luar sana. Anda pun bisa melakukannya dan mendapatkan banyak manfaat dengan beberapa cara di bawah ini.

Ambil kursus keahlian

Dengan mengikuti kursus atau pelatihan diri di bidang-bidang tertentu, Anda diharapkan dapat membangun dan menggali kemampuan yang Anda punya. Nantinya ketika Anda hendak melamar pekerjaan lagi, diri Anda pun sudah siap untuk bersaing dan bekerja.  Mengikuti kursus juga akan memperluas jaringan dan Anda akan mendapatkan banyak pengalaman.

Jadi relawan

Dengan menjadi volunteer atau relawan sebuah acara, hal tersebut bisa meningkatkan rasa bahagia dan rasa mengasihi satu sama lain dalam diri Anda. Bonusnya, Anda menjadi relawan bisa meningkatkan koneksi relasi sambil menambah-nambah pengalaman dalam curriculum vitae Anda.

2. Atur rencana keuangan selagi menganggur

Siapa yang tidak khawatir dengan masalah keuangan saat sumber mata pencaharian tetap belum ada. Hal ini umumnya sering menjadi sumber masalah stres dan depresi pada orang yang sedang mencari kerja.

Daripada Anda galau dan tidak menghasilkan hal apapun, ada baiknya Anda mulai mengatur rencana keuangan.

Catat dan tuliskan biaya-biaya yang akan khawatirkan. Luangkan waktu untuk membuat anggaran. Mulai dari biaya ongkos mencari pekerjaan, kebutuhan makan sehari-hari, sampai baju yang akan Anda beli saat hendak melamar kerja.

Dengan begitu, Anda tidak akan tiba-tiba kaget dan stres berat ketika uang di tabungan sudah benar-benar mepet. Ini juga bisa jadi motivasi atau pecutan buat Anda mencari pekerjaan secara realistis.

3. Refleksi diri sambil cari kegiatan lain

Anda juga perlu melakukan refleksi diri di sela-sela mencari pekerjaan. Refleksi diri atau bercermin pada diri sendiri bisa menjadi salah satu hal yang bisa mencegah stres mencari kerja. Pasalnya, Anda pun jadi lebih fokus mencari solusi, bukan fokus mencari siapa yang bisa disalahkan.

Karenanya Anda harus mencermati lagi proses Anda mencari kerja. Misalnya memastikan tidak kesalahan dalam penulisan di CV, melamar ke perusahaan yang bukan bidang keahlian Anda, atau bahkan kesalahan saat melakukan wawancara kerja.

Sambil intropeksi diri, Anda juga bisa mengistirahatkan diri dengan melakukan hal yang Anda suka. Coba mulai dari hal kecil, contohnya membersihkan kamar, berkebun, atau menggeluti hobi yang Anda miliki. Hal itu bisa menjauhkan Anda dari stres mencari kerja.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca