Mengatasi Rasa Duka Setelah Wafatnya Pasangan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Beberapa peristiwa dalam kehidupan bisa menyakitkan, seperti wafatnya pasangan Anda. Anda mungkin berpikir bahwa rasa sakit Anda terlalu dalam untuk Anda hadapi dan tidak dapat disembuhkan. Kami di sini mengingatkan Anda bahwa Anda akan bisa bahagia lagi. Rasa sakit Anda akan perlahan berkurang dan Anda akan dapat kembali ke kehidupan normal Anda lagi. Berikut adalah beberapa tips tentang mengatasi rasa duka dan kehilangan Anda:

Hargai kenangan Anda

Apa yang tersisa setelah kematian pasangan Anda adalah kenangan. Alih-alih menyimpannya sendiri, Anda dapat berbagi kenangan dengan orang-orang di sekitar Anda. Kenangan adalah bagian abadi dari apa yang Anda dan pasangan Anda miliki dalam hidup Anda, sehingga hargailah memori ini. Fokus pada kenangan yang indah akan membantu Anda mengatasi rasa kehilangan Anda. Ini adalah cara yang baik untuk memulai proses penyembuhan Anda.

Anda mungkin menemukan kenyamanan dengan melakukan penghormatan terhadap hidup pasangan Anda. Anda dapat menanam pohon jika pasangan Anda mencintai alam, memainkan karya musik atau mendengarkan musik yang pasangan Anda sukai, atau membuat buku kenangan atau buku berisi gambar yang menggambarkan hidup Anda bersama-sama. Kelilingi diri Anda dengan kenangan positif dengan menaruh gambar di sekitar rumah.

Ketahui batas-batas fisik dan emosional Anda

Perasaan kehilangan dan kesedihan dapat menyebabkan kelelahan. Hal ini bisa mempengaruhi kemampuan Anda dalam berpikir jernih dan membuat keputusan penting. Selain itu, Anda mungkin merasa lesu sebagai akibat dari terlalu banyak rasa sakit, menangis dan jarang makan. Agar Anda bisa sembuh dengan benar, Anda perlu mengurus diri Anda sendiri. Ini berarti Anda harus banyak beristirahat, makan makanan yang seimbang dan kurangi aktivitas Anda sebanyak mungkin.

Sembuhkan dengan humor

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bisa tersenyum ketika mereka menjelaskan tentang hubungan dengan pasangan mereka pada enam bulan setelah kematian akan lebih bahagia dan lebih sehat daripada mereka yang hanya mengekspresikan kesedihan, ketakutan dan kemarahan. Bahkan, memikirkan kenangan bahagia dapat membantu Anda sembuh dari rasa duka. Meskipun sulit untuk melakukannya, cobalah untuk fokus pada kenangan baik dan bersama dengan emosi positif tentang hubungan Anda sehingga Anda dapat melindungi jiwa Anda dan membantu Anda menemukan ketenangan pikiran. Ini tidak berarti bahwa Anda tidak merasa sedih atau tidak mencintai pasangan Anda, justru ini menandakan bahwa Anda dapat menerima kenyataan dan mengatasi rasa duka Anda lebih baik.

Carilah komunitas pendukung

Jika Anda membutuhkan simpati, jangan ragu untuk meminta dukungan dari teman-teman dan kerabat yang akan memberikan pengertian seperti yang Anda butuhkan. Jika ada komunitas pendukung di daerah Anda, Anda dapat bergabung.

Anda juga perlu menghindar dari orang-orang yang kritis atau mereka yang mencoba untuk menghalangi Anda dari merasa berduka seperti mengatakan kepada Anda bahwa “waktu menyembuhkan semua luka” atau “Anda akan mendapatkan lebih baik dari dia” atau “Anda hanya perlu sering tersenyum.” Orang-orang yang mendorong Anda untuk menjadi diri sendiri dan mengakui perasaan Anda, baik bahagia atau sedih, adalah orang-orang yang Anda butuhkan saat ini. Anda memiliki hak untuk mengekspresikan kesedihan Anda dan Anda harus mengekspresikan kesedihan Anda.

Perasaan berduka bukanlah suatu peristiwa tetapi proses. Pada awalnya, sulit bagi Anda untuk menyembuhkan rasa duka sehingga Anda harus bersabar. Anda dapat menghargai kenangan Anda bersama dengan pasangan Anda tetapi selalu ingatkan diri Anda sendiri bahwa Anda harus terus menjalani hidup walau orang yang Anda cintai telah meninggalkan kehidupan ini.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

    5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

    Masalah bisa datang kapan saja dan belum tentu bisa terlewati dengan baik. Maka dari itu, Anda perlu tahu pentingnya support system atau dukungan!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina

    Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

    Bridge pose menjadi salah satu pose yoga yang memiliki banyak manfaat. Ragam manfaat tersebut mulai dari kesehatan fisik hingga menjaga kesehatan mental.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
    Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

    Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020