Hati-hati, Stres Bisa Menular! Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/05/2018 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Stres bisa datang kapan saja bahkan tanpa Anda sadari, mungkin dipicu karena masalah dengan keluarga, pasangan, pekerjaan, keuangan, atau karena terjebak macet di jalan. Hal-hal kecil yang sebenarnya sepele bisa dengan mudah membuat Anda stres. Uniknya, ternyata stres yang Anda alami bisa saja disebabkan oleh pengaruh orang lain. Ya, katanya stres menular, tapi apa benar? Ini penjelasannya menurut para ahli.

Ternyata, stres menular dari orang lain. Kok, bisa?

Kebanyakan orang berpikir stres itu muncul dari dalam diri akibat respon tubuh terhadap masalah yang sedang dihadapi.  Tentunya, setiap orang akan memiliki respon yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari bagaimana Anda memandang suatu masalah yang bisa memicu timbulnya stres dan cara Anda untuk mengatasinya.

Mungkin Anda pernah menemui atau justru mengalaminya sendiri, saat ada seseorang yang merasa panik dan cemas, kemudian Anda akan memintanya untuk tidak panik karena hal itu bisa memengaruhi pikiran Anda.

Itu sebabnya, tanpa Anda sadari nyatanya stres yang selama ini Anda alami bisa saja bukan disebabkan oleh diri Anda sendiri, melainkan karena pengaruh dari orang lain di sekitar. Ya, ternyata stres menular dari orang satu ke orang lainnya.

Dilansir dari laman Psychology Today, sebuah penelitian dalam Journal Social Science and Medicine meneliti hubungan stres yang dialami guru sekolah dan pengaruhnya pada para siswa, begitu juga sebaliknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa guru yang mengalami kelelahan hingga menyebabkan stres, memicu peningkatan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh para siswa. Akhirnya, stres menular pada para siswa ataupun sebaliknya.

Temuan ini diperkuat dengan penelitian lain yang dimuat dalam Journal Nature Neuroscience, dengan melakukan percobaan pada sepasang tikus yang salah satunya mengalami stres. Saat tikus yang mengalami stres ini disatukan dengan tikus lain yang tidak mengalami stres, maka ada perpindahan sinyal stres kimia dari hewan satu ke lainnya.

Kondisi ini yang kemudian memicu munculnya stres pada individu yang mendapatkan “pengaruh stres” dari individu lainnya. Padahal, seseorang bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, pada awalnya.

dampak stres

Tak mau  ketularan stres? Begini kiat yang bisa dilakukan

Meski “penularan” stres tampaknya bisa dengan mudah Anda alami, tapi masih ada berbagai strategi yang dapat mencegahnya terjadi, seperti:

1. Hindari efek negatif

Menurut Dr. Uma Naidoo, seorang direktur psikiatri dan nutrisi di Massachusetts General Hospital, bahwa setiap orang memiliki mekanisme saraf yang bisa dengan mudah meniru berbagai emosi yang didapatkan dari orang lain. Maka itu, cobalah untuk mencegah saraf tersebut berpindah ke otak Anda.

Caranya, dengan membayangkan sesuatu yang Anda sukai sehingga akan membuat Anda tersenyum atau tertawa sebelum memasuki situasi yang sekiranya bisa membuat Anda stres.

Pada intinya, sebisa mungkin untuk selalu mengumpulkan emosi positif dari dalam diri Anda sehingga bisa memancarkan hal yang positif juga pada orang lain. Akhirnya, Anda juga akan mendapatkan respon positif selama proses interaksi dengan orang lain.

2. Cari suasana yang lebih tenang

Jika Anda berada di suatu tempat dengan suasana yang membuat Anda merasa panik atau cemas, sebaiknya cari tempat lain dengan suasana yang jauh lebih tenang untuk sementara waktu.

Pasalnya, seorang penulis buku The Empath’s Survival Guide, menyatakan bahwa semakin Anda menjauhkan diri dari sumber negatif yang menyebabkan stres, maka akan semakin sedikit pula penularannya.

Mudahnya, mungkin pernah Anda perhatikan ada orang yang lebih memilih untuk menjauhi situasi yang bisa mengganggu konsentrasinya. Ini bertujuan agar pikirannya tidak “terkontaminasi” dengan hal-hal yang menimbulkan stres.

3. Tarik napas panjang

Saat stres menyerang tubuh kita, secara otomatis pernapasan akan berpacu semakin cepat. Untuk itu, Sherry Corrnier, PhD, seorang psikolog dan konsultasi stres menyarankan Anda untuk menarik napas panjang guna membuat diri Anda lebih tenang. Sebab menurutnya, pernapasan yang diatur lebih panjang dan lambat dapat memengaruhi respon stres pada tubuh.

4. Curahkan isi hati Anda dengan orang terdekat

Sama halnya dengan stres yang bisa saling menular, dukungan positif untuk meredakan stres yang didapat dari orang lain pun demikian. Kapanpun Anda merasa pikiran Anda mulai kacau akibat rasa cemas, panik, bahkan stres – cobalah untuk mengutarakan apa yang Anda rasakan pada orang lain.

Dukungan dan respon positif yang diberikan pada Anda, disinyalir bisa memperbaiki stres yang Anda alami. Namun, tetap pastikan untuk melampiaskan perasaan Anda pada orang terdekat yang Anda percayai.

5. Menulis pada kertas

Bila Anda kurang nyaman untuk mencurahkan unek-unek pada orang lain, pilihan lainnya bisa dengan menulis tentang apa saja yang Anda rasakan pada secarik kertas ataupun buku catatan favorit Anda.

Sama seperti bercerita dengan orang lain, hanya saja kali ini Anda bercerita pada selembar kertas. Tujuannya tentu untuk membantu Anda mengatasi emosi dengan lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Selain baik untuk kebugaran, surfing alias berselancar di laut ternyata juga menawarkan manfaat untuk kesehatan mental Anda. Yuk, kenali apa saja manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 23/06/2020 . 5 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

ilustrasi pemilik kedai kopi yang memilih merintis usaha atau bekerja sesuai passion

Bagaimana Bekerja sesuai Passion Bisa Bantu Kesehatanmu?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
berimajinasi mengatasi stres

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read