Kenapa Masih Tak Bahagia Meski Sudah Memiliki Pasangan yang Ideal?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Saat Anda hendak merangkai kisah romansa Anda, bukankah Anda ingin menemukan seorang pasangan yang memenuhi seluruh kriteria pasangan ideal Anda? Anda tentu berasumsi bahwa memiliki pasangan yang ideal, akan membuat hubungan Anda semakin bahagia, bukan? Namun hasil dari beberapa penelitian justru mengungkapkan sebaliknya. Kebahagiaan dalam suatu hubungan percintaan tidak ditentukan dari memiliki pasangan yang ideal.

Kok tetap tak bahagia padahal memiliki pasangan yang ideal?

Saat suatu penelitian meminta partisipannya untuk memberi skala kriteria apa saja yang mereka butuhkan dalam mencari seorang pasangan, para partisipan tersebut justru membuat skala mengenai setuju dan tidak setujunya mereka terhadap tindakan tersebut. Para partisipan menambahkan bahwa, kriteria-kriteria tersebut seharusnya telah lebih dulu jadi bahan introspeksi bagi diri sendiri.

Suatu jurnal yang dipublikasikan secara online pada Psycological Journal juga mengungkapkan bahwa kebahagiaan seseorang dalam suatu hubungan asmara tidak ada hubungannya dengan seberapa ideal pasangan yang ia miliki. Hal ini disebabkan, kebahagiaan dalam suatu hubungan lebih dipengaruhi oleh menemukan yang terbaik dari sekian pilihan yang tersedia.

Pribadi yang bahagia adalah pribadi yang cenderung mampu mengendalikan kehidupannya dan emosinya daripada bersikap reaktif terhadap sekitarnya. Jika Anda tidak bahagia dengan kehidupan Anda, siapa atau apa yang dapat Anda salahkan selain diri Anda sendiri?

Kalaupun ada sesuatu atau seseorang yang dapat Anda salahkan dengan ketidakbahagiaan Anda, apakah dengan menyalahkannya akan membuat hidup Anda lebih baik? Jadi, saat Anda tak juga bahagia dengan pasangan ideal, atau bahkan pasangan terbaik dari pilihan yang tersedia yang Anda miliki saat ini, mungkin Anda seharusnya lebih bersyukur.

Mengapa harus bersyukur?

Bagaimana Anda bahagia, bila Anda tak henti-hentinya merasa kurang dengan apa yang Anda miliki dan selalu menginginkan yang lebih? Kebahagiaan dapat Anda rasakan adalah tak lebih dan tak kurang dengan bersyukur. Penelitian mengungkapkan bahwa, orang-orang yang berlatih untuk bersyukur secara konsisten merasakan beberapa dampak positif setelahnya.

Fisik mereka akan cenderung, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, merasakan kesakitan yang lebih sedikit, memiliki tekanan darah yang lebih rendah, dapat menjaga kesehatannya lebih baik dengan lebih rajin berolahraga, misalnya, serta lebih mudah terlelap sehingga merasa lebih segar saat bangun di pagi hari.

Sedangkan secara psikologi dan sosial, mereka akan cenderung memiliki emosi positif yang lebih tinggi, lebih waspada dan terjaga, serta merasa lebih optimis. Mereka juga akan lebih mudah dalam membantu sesama, memaafkan sesama, serta tak mudah merasa kesepian.

Bagaimana agar menjadi orang yang lebih bersyukur?

Menurut Robert A. Emmons, seorang professor psikologi University of California greatergood. Anda dapat dengan melakukan beberapa tips berikut agar lebih mudah bersyukur:

  1. Sediakan waktu untuk merefleksikan hidup Anda dan tandai momen-momen di mana Anda merasakan sangat bersyukur dengan orang-orang yang Anda miliki dan dengan diri Anda sendiri. Tindakan ini mungkin dapat membantu Anda dari ‘pribadi yang akan bersyukur tergantung dari kondisi’ menjadi ‘pribadi yang mudah bersyukur’. Anda dapat melakukannya dengan membuat daftarnya sebanyak lima point dalam satu minggu.
  2. Telusuri sudah sejauh mana Anda berjuang, ini mungkin akan meningkatkan apresiasi Anda terhadap diri Anda sendiri.
  3. Tanyakan pertanyaan berikut pada diri Anda, “Apa yang telah saya terima dari pasangan?” “Apa yang telah saya berikan kepada pasangan?” dan “Kesulitan apa yang telah saya sebabkan bagi pasangan?” Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan membantu Anda untuk dapat melihat sesuatu dari perspektif yang lain.
  4. Buat perjanjian untuk lebih bersyukur. Anda dapat melakukannya kepada diri sendiri, dengan pasangan, maupun keduanya. Suatu penelitian mengatakan bahwa langkah ini akan lebih merealisasikan rencana agar tak hanya berakhir sebagai wacana.
  5. Tunjukkan dengan emosi Anda. Rasa syukur biasanya diekspresikan dengan senyuman dan ucapan terimakasih. Saat Anda mengekspresikannya, secara tak sadar Anda telah memicu perasaan bersyukur dalam diri Anda, lakukan hal tersebut lebih sering. Emosi itu menular, bisa jadi bukan hanya Anda yang akan merasa bersyukur, namun juga pasangan Anda, sehingga suasana hati Anda berdua pun akan lebih banyak tentang hal-hal yang positif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Sahabat jadi cinta sudah biasa. Namun, bagaimana dengan pasangan yang juga berperan menjadi sahabat? Akankah hubungan lebih harmonis atau tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan borderline personality disorder

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 7 menit baca
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca