Kebahagiaan Bisa Jadi Pereda Stres, Lho! Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
Bagikan sekarang

Stres akan selalu ada di hidup orang-orang, mulai dari anak kecil, orang dewasa, hingga lansia. Tidak jarang stres merusak suasana hati hingga rasa bahagia di hidup Anda. Namun, tahukah Anda bahwa kebahagiaan ternyata dapat menjadi salah satu pereda stres. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Benarkah kebahagiaan bisa menjadi pereda stres?

bahagia senang senyum wanita sehat

Stres dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Entah saat bekerja di kantor menghadapi tumpukan pekerjaan yang tidak selesai atau ketika berada di rumah menerima omelan dari anggota keluarga karena masalah sepele. Akan tetapi, tidak selamanya stres berdampak buruk terhadap kesehatan Anda. Ada pula stres yang justru baik bagi diri sendiri. 

Menurut National Institute of Mental Health, stres justru akan memberikan sinyal kepada tubuh agar bersiap dari ancaman dan pergi ke tempat yang aman dalam situasi berbahaya. Kondisi ini normalnya dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, napas lebih cepat, otot menegang, dan otak Anda pun menggunakan lebih banyak oksigen.

Apabila terjadi saat situasinya tidak membahayakan jiwa, stres justru memotivasi orang lain untuk melakukan yang terbaik, seperti wawancara pekerjaan baru atau tes beasiswa. 

Walaupun demikian, pada kenyataannya kebanyakan orang merasa stres buruk bagi kehidupan mereka. 

Stres memang tidak dapat dihilangkan, tetapi bisa dikelola melalui berbagai aktivitas seru. Misal, berolahraga, berjalan di tengah alam, atau meditasi. Namun, satu tantangan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama pekerja kantoran, yaitu sulit menemukan waktu yang tepat. 

Kabar baik bagi Anda yang kurang dapat mengatur waktu untuk mengelola stres dengan olahraga atau meditasi. Kebahagiaan ternyata dapat menjadi salah satu pereda stres yang cukup efektif. Banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk tetap merasa bahagia. Misal, menonton video lucu, makan cokelat, atau sekadar mengelus hewan peliharaan. 

Bagaimana kebahagiaan digunakan sebagai pereda stres?

mengurangi stres

Siapa sangka ketika Anda melihat atau merasakan kebahagiaan ternyata dapat menjadi pereda stres saat itu? 

Umumnya, stres dapat meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon yang dapat mengganggu kesehatan Anda jika berlebihan, seperti tekanan darah tinggi dan gangguan tidur. Akan tetapi, hormon tersebut dapat diturunkan ketika seseorang merasa bahagia.

Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Proceedings of National Academy of Sciences of USA. Di dalam penelitian tersebut terdapat 200 orang dewasa yang diberikan beberapa tugas yang cukup menguras otak mereka. Hasilnya, kadar kortisol peserta yang paling bahagia adalah 32% lebih rendah ketimbang mereka yang tidak bahagia. 

Maka itu, kebahagiaan disebut-sebut dapat menjadi pereda stres karena dapat menurunkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh. 

Sementara itu, suasana hati yang baik alias bahagia ternyata juga dapat mengurangi risiko penyakit akibat stres, seperti gangguan kecemasan dan depresi.

Akan tetapi, ketika merasa kebahagiaan pun tidak dapat menjadi pereda stres dan sudah mengambil alih hidup sendiri, konsultasikan masalah Anda ke psikolog atau terapis. 

Tips menjadikan kebahagiaan sebagai pereda stres

meningkatkan rasa bahagia

Pada saat stres membuat kewalahan, tidak jarang kebanyakan orang mencoba menghilangkan tekanan yang disebabkan oleh stres dengan kegiatan yang justru memperparah kondisi tersebut. 

Padahal, ada  banyak hal yang bisa dilakukan agar tetap bahagia sekaligus mengelola stres yang memuncak di pikiran dan batin Anda.

Selain baik untuk tubuh, ternyata kebahagiaan pun menyehatkan mental Anda. Lantas, kegiatan apa saja yang dapat membuat Anda senang dan menurunkan kadar stres?

1. Menjalani pola hidup sehat

olahraga untuk melatih latihan kecepatan

Salah satu kunci agar kebahagiaan menjadi pereda stres yang baik adalah menjalani pola hidup yang sehat. Pola hidup sehat terdapat banyak cabangnya, seperti:

Dengan menjalani pola hidup sehat artinya Anda berusaha yang terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh, sehingga dapat mempertahankan kebahagiaan diri sendiri. Hal ini dikarenakan masalah kesehatan dapat menambah stres dan menyulitkan Anda untuk melakukan kegiatan produktif nan membahagiakan.

2. Percaya diri

Sumber: The Commonwealth Institute

Selain menjalani pola hidup sehat ternyata percaya diri juga tidak kalah penting dalam membentuk kebahagiaan menjadi pereda stres. 

Merasa bahagia tentang diri sendiri ternyata memengaruhi kehidupan Anda. Dilansir dari American Psychological Association, puas terhadap apa yang dimiliki ternyata berpengaruh terhadap kebahagiaan. 

Misal, merasa optimis dan tidak putus asa, dapat memenuhi kebutuhan seseorang, dan harga diri memiliki pengaruh yang cukup besar dalam lingkungan masyarakat untuk menjadi bahagia. 

3. Dikelilingi oleh alam

tips olahraga

Bagi para pekerja kantoran, berada di tengah alam mungkin sebuah kemewahan karena terbiasa duduk menghadap komputer di ruangan ber-AC selama 8-9 jam dalam satu minggu. 

Dengan sesekali pergi keluar menikmati hijaunya daun dan hangatnya sinar matahari dapat menimbulkan kebahagiaan yang bisa menjadi pereda stres Anda. 

Usahakan untuk berjalan-jalan di taman selama lima menit agar suasana hati lebih baik meskipun sebelumnya Anda baru saja dimarahi oleh atasan sendiri. 

4. Menghabiskan waktu dengan orang terkasih

keluarga berencana

Kunci utama dari kebahagiaan yang dapat berperan sebagai pereda stres adalah menghabiskan waktu dengan orang terkasih. 

Mulailah dengan mempertahankan lingkaran pertemanan sehat meskipun tidak begitu banyak. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih bahagia di kehidupan. 

Jangan lupakan keluarga yang menunggu di rumah dan tetap jaga kedekatan dengan saudara serta anggota keluarga lainnya agar lebih bermakna. Dengan fokus terhadap apa yang bisa Anda syukuri ternyata dapat menambah kebahagiaan. 

Anda pun dapat menuliskan hal-hal yang disyukuri dalam kehidupan ini di pengujung hari agar mampu berterima kasih telah berusaha untuk diri sendiri. 

Kebahagiaan memang mampu diubah menjadi pereda stres agar kehidupan Anda berjalan lancar dan normal. Akan tetapi, menghadapi sedikit stres di dalam hidup pun tidak apa-apa sebagai bumbu kehidupan agar semuanya tetap seimbang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Membantu Anak Mengatasi Stres Akibat Masalah di Sekolah

Tidak selamanya masa kecil menyenangkan. Anak pun dapat merasakan stres di sekolah. Yuk, bantu mengatasi stres anak di sekolah dengan cara ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

5 Cara Cepat Menghilangkan Stres Saat Liburan, Agar Waktu Santai Tidak Terganggu

Siapa bilang liburan tidak bisa membuat stres? Faktanya, kondisi tersebut sering terjadi dan bisa merusak suasana. Kenali cara mengelola stres saat liburan!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

3 Buah yang Bisa Dimanfaatkan untuk Meredakan Stres

Kabar baik untuk Anda bahwa ternyata ada beberapa jenis buah yang bisa digunakan untuk meredakan stres yang mengganggu aktivitas. Apa saja jenisnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 21/12/2019

Hadapi Stres yang Mudah Muncul dan Mengganggu Kehidupan dengan 5 Cara Ini

Stres mungkin tidak bisa dihilangkan, tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi stres yang mudah muncul.

Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bermain golf

Segudang Manfaat yang Ditawarkan Dari Bermain Golf yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020
neustress adalah

Mengenal Neustress, Jenis Stres yang Mungkin Anda Alami Tanpa Sadar

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
jenis kebahagiaan

Mengenal Jenis-jenis Kebahagiaan, Tak Melulu Soal Materi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
orang cerdas suka menyendiri

Orang Cerdas Suka Menyendiri dan Memiliki Sedikit Teman, Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020