Mengenali Gejala Misoginis, Sindrom Kebencian Pria Terhadap Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar tentang seorang pria yang dicap misoginis? Mungkin banyak Anda yang masih belum mengetahui sindrom ini. Padahal, tanpa Anda sadari mungkin pria yang mengalami sindrom misoginis ini ada banyak di sekitar Anda. Mari simak fakta dan penjelasannya.

Apa itu sindrom misoginis?

Misoginis adalah sindrom kebencian yang dialami pria terhadap wanita. Misoginis juga digambarkan sebagai perilaku pria yang membenci, memandang rendah, dan mendiskriminasi wanita. Biasanya, pria yang memiliki perilaku seperti ini akan memasang sikap pro-perempuan, namun secara diam-diam akan berupaya “menyakiti” wanita, lalu bahagia puas dirasakannya.

Apa ciri-ciri pria misoginis?

Simak ciri-ciri pria misoginis berikut ini:

  • Pria misoginis akan menargetkan wanita mana yang akan ia lampiaskan kebenciannya. Pertama, ia akan bersikap baik, menyenangkan, ramah, dan penuh kasih terhadap wanita tersebut. Intinya ia akan menunjukan sikap baik untuk berlaku jahat selanjutnya. Setelah wanita incarannya sudah berada dalam cengkramnya, baru ia akan bertindak kasar, semena-mena, dan tidak segan-segan menyakiti wanita tersebut.
  • Ketika bersama wanita, penderita akan mengeluarkan perilaku yang sombong, mengontrol semua kendali, dan egois pastinya. Pria yang mengalami sindrom ini, akan sangat memiliki rasa kompetitif (persaingan), apalagi kalau wanitanya memiliki suatu tingkat kemampuan yang berada di atasnya, ia akan merasa terancam.
  • Ciri pria misoginis yang paling mudah ditebak adalah suka mengolok dan mengejek wanita dengan bahasa yang vulgar. Pastinya bertujuan menyakiti perasaan hati wanita sedalam-dalamnya. Jika wanita tersinggung atau menangis akibat ucapannya, ia akan senang dan merasa menang atas dirinya. Tidak peduli seberapa sakit diri wanita, ia akan terus mengolok-olok tanpa mau memperdulikannya.
  • Secara seksual, pria ini akan mengambil alih bagaimana seks dijalani. Yang penting ia terpuaskan, dan tidak peduli wanitanya merasakan hal serupa atau tidak. Pria yang mengalami sindrom misoginis cenderung berpikir, bahwa wanita adalah objek seks dan selalu satu tingkat di bawah pria derajatnya. Tak jarang, banyak juga pria misoginis yang memandang wanita dengan tidak berharga, mereka akan merendahkan, memperlakukan seenaknya dibarengi dengan rasa benci pada sosok wanita.

Apa yang menyebabkan pria berperilaku misoginis?

Begini, asal muasal perilaku misoginis terjadi pada seorang pria disebabkan oleh dua hal, yaitu kultural dan masa lalu atau lingkungan yang ia jalani.

Dari faktor kultural, sejak jauh berabad-abad lalu, pria dituntut untuk selalu berada di tingkat yang lebih tinggi jajarannya daripada wanita. Istilahnya budaya patriarki. Hak dan keuntungan pria lebih besar, pria dianggap memiliki kekuatan fisik dan kecerdasan yang dianggap lebih daripada wanita, atau anggapan tentang peran wanita yang katanya harus fokus di dapur dan di ranjang saja. Menjadi perempuan, hanya akan dianggap menjadi lemah oleh pria yang mengalami sindrom membenci wanita ini.

Nah, kalau pria misoginis ini menemukan wanita yang ia rasa lebih punya kekuatan, kepintaran, dan segala hal yang lebih dari yang dimilikinya, ia akan merasa takut, lemah dan takut dibenci juga oleh orang lain. Intinya, takut kehilangan hak dasar yang sebelumnya ia pikir hanya akan dimiliki oleh pria.

Sedangkan dari faktor masa lalu, ini bisa terjadi jika ada torehan trauma pada pria penderita sindrom ini akan membuat pria mengubah pandangan dan perilakunya terhadap wanita. Sosok yang memberikan rasa trauma ini, bisa jadi dilakukan oleh wanita yang sangat ia percayai sebelumnya. Sikap tidak mengenakkan di masa lalu itu akan memberikan bekas rasa emosi, rasa luka dan dendam pada wanita yang akhirnya berubah menjadi perilaku tetap yang ia akan jalani.

Lalu, bagaimana solusi untuk menyembuhkan perilaku ini?

Solusinya tidak bisa ditemukan dan ditemukan dalam jangka waktu yang cepat. Untuk mengakhiri sindrom kebencian para wanita ini, dibutuhkan perubahan budaya yang telah mengakar dalam dan jauh sebelum sindrom ini diteliti. Berikan evaluasi dan wawasan bagi pra masyarakat untuk mencegah kebencian pada sosok wanita. Promosikan terus kesetaraan gender, upaya untuk melepas kasus penindasan dan kekerasan terhadap kaum perempuan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit