5 Cara Mengatasi FOMO, Rasa Takut Ketinggalan Info Saat Gunakan Medsos

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/05/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan media sosial yang semakin menjadi-jadi, nyatanya meningkatkan risiko terjadinya fenomena fear of missing out atau FoMO. Sebagai pengguna media sosial aktif, Anda perlu memahami cara mengatasi FOMO agar fenomena sosial ini tidak memengaruhi kesehatan mental Anda.

Cara mengatasi FoMO untuk mental yang lebih sehat

FoMO adalah rasa cemas yang timbul saat Anda merasa bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik.

Kecemasan ini diperburuk dengan kegemaran pengguna media sosial untuk saling memamerkan kebahagiaan, yang sebenarnya belum tentu benar.

Emosi negatif yang timbul akibat FoMO dapat mengakibatkan stres, frustrasi, bahkan depresi. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi munculnya FOMO:

1. Ubah sudut pandang

Cara pertama mengatasi FoMO adalah dengan mengubah sudut pandang yang Anda miliki.

Media sosial menampilkan begitu banyak hal yang mungkin tidak Anda miliki sehingga menimbulkan rasa iri. Kini, cobalah mengubah sudut pandang ini.

Usahakanlah untuk fokus dengan apa yang telah Anda miliki dan semua pencapaian yang telah Anda peroleh.

Atur linimasa Anda agar tidak menampilkan orang-orang yang gemar memamerkan hidupnya. Sembunyikan semua pos atau akun yang menurut Anda bisa memicu FoMO.

Anda mungkin bisa mengganti feed Instagram atau media sosial lainnya dengan sesuatu yang membuat Anda lebih bahagia ketika melihatnya.

2. Jangan mengejar banyak hal sekaligus

Salah satu cara mengatasi FoMO adalah dengan fokus pada satu tujuan dalam satu waktu. Memaksakan diri mencapai banyak hal dalam satu waktu justru dapat mengacaukan fokus dan menurunkan tingkat keberhasilan.

Contohnya, jika Anda ingin mengejar penghargaan dalam bidang akademis, fokuslah terhadap tujuan itu.

Jangan membagi fokus untuk mengejar hal lain yang menyita waktu dan pikiran, kecuali Anda telah mempersiapkannya sejak jauh hari.

3. Kurangi penggunaan media sosial

Cara mengatasi FoMO yang satu ini mungkin sulit, tapi cukup efektif. Tanpa disadari, Anda mungkin telah terbiasa untuk langsung membuka media sosial begitu bangun tidur.

Coba awali dengan membatasi kegiatan ini dan hanya melakukannya pada waktu tertentu.

Misalnya, gunakan media sosial hanya saat Anda berada dalam kendaraan umum atau waktu istirahat. Disiplinkan diri Anda untuk mengikuti rutinitas ini.

Hindari penggunaan media sosial hingga larut malam karena dapat mengganggu kualitas tidur Anda.

pengaruh media sosial

4. Lebih banyak berinteraksi dalam dunia nyata

Anda mungkin dapat berkomunikasi dengan banyak orang dalam dunia maya. Namun, berbicara tatap muka secara langsung adalah bentuk interaksi yang lebih berkualitas.

Di sinilah Anda mendapatkan perhatian yang maknanya lebih dari sekadar tombol “like” di media sosial.

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan rasa kesepian, tapi bertemu secara langsung dapat mempererat hubungan sosial Anda.

Inilah salah satu cara terbaik untuk mengatasi kesepian yang muncul sebagai dampak dari FoMO.

5. Kejarlah pengalaman, bukan simbolnya

Pernahkah Anda mendatangi sebuah tempat yang menarik, lalu merasa perlu mengabadikannya dalam feed media sosial Anda?

Coba renungkan kembali apa yang mendasari perasaan ini, sebab beberapa orang melakukannya hanya untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa hidupnya menarik.

Tentu saja Anda boleh mengambil foto saat bepergian ke tempat yang indah, mengenakan pakaian bagus, atau makan malam di restoran kesukaan Anda.

Meski demikian, ingatlah untuk fokus pada pengalaman yang Anda rasakan dan bukan pada foto-foto yang Anda dapatkan.

Cara mengatasi FoMO perlu dimulai dari pikiran Anda sendiri. Kemudian, kembangkanlah pikiran positif menjadi kebiasaan baik agar Anda semakin bijak menggunakan media sosial. Inilah yang akan menjadi tameng Anda dari pengaruh buruk media sosial terhadap kesehatan mental.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Etika yang Harus Dijunjung Sebelum Sembarang Komplain di Media Sosial

Banyak orang suka mengeluh di media sosial. Sayangnya, tak banyak yang tahu etika komplain di media sosial agar tetap jadi warganet yang bijak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Alasan Anda Perlu Melakukan Social Media Detox dan Tips Melakukannya

Salah satu alasan mengapa orang melakukan social media detox adalah kualitas hidup yang semakin menurun karena lebih sering menatap layar dibanding realita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 13/09/2019 . Waktu baca 5 menit

Selain Minta Balikan, Jangan Coba-Coba Mengirimkan Pesan Ini Ke Mantan Anda

Berkomunikasi dengan mantan pasangan memang tidak apa-apa. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengirimkan pesan ke mantan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Merasa Cemas Gara-Gara FoMO? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya

FoMO adalah rasa cemas yang timbul saat Anda merasa bahwa hidup orang lain lebih baik. Inilah yang perlu dilakukan untuk mengatasi cemas akibat FoMO.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu JOMO

Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 4 menit
grup whatsapp kesehatan mental

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020 . Waktu baca 5 menit
remaja perempuan depresi

Media Sosial Bikin Remaja Perempuan Lebih Mudah Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/01/2020 . Waktu baca 3 menit
cara bijak menggunakan media sosial

Jadi Stres karena Melihat “Keindahan” Media Sosial? Yuk, Bijak Menggunakannya!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 20/01/2020 . Waktu baca 5 menit