Menjalankan Body Positivity Itu Ternyata Tidak Mudah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Banyak orang terutama perempuan sering kali merasa tak puas dengan bentuk tubuhnya. Apalagi adanya media sosial juga semakin membuat seseorang kerap membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain. Maka, digencarkanlah gerakan bernama body positivity yang menekankan pentingnya mencintai dan merasa nyaman dengan tubuh sendiri. Namun, nyatanya tidak semua orang bisa menjalankan body positivity dengan mudah.

Dampak body positivity terhadap citra tubuh seseorang

Body positivity sendiri mengacu pada pernyataan bahwa semua orang berhak memiliki citra tubuh yang positif, terlepas dari bagaimana orang lain melihat tubuh mereka. Tujuannya adalah membangun kepercayaan diri seseorang dengan tubuhnya dan membuat masyarakat berhenti untuk terlalu bergantung pada standar bentuk fisik yang terkadang tidak realistis.

Di sisi lain, terdapat pula negative body image yang diartikan sebagai sebuah ketidakpuasan seseorang terhadap penampilan diri. Citra tubuh yang negatif ini banyak terjadi pada kaum perempuan dibandingkan laki-laki. Menurutsebuah penelitian, ada sekitar 60% perempuan usia dewasa yang mengaku tidak menyukai bentuk tubuhnya.

Citra negatif ini dapat muncul sejak masa kanak-kanak dan seringnya dipicu oleh komentar-komentar orang terdekat. Bisa dari julukan teman-teman di sekolah semasa kecil seperti “si kepala kotak” atau “si cungkring”, bisa juga dari pertanyaan semacam “Kok kamu nggak kurus-kurus?” yang sering dilontarkan oleh kerabat maupun keluarga sendiri.

Penilaian dari orang lain itu pun terbawa sampai dewasa. Ditambah dengan adanya media yang memengaruhi pandangan masyarakat bahwa cantik itu harus putih dan bertubuh langsing. Banyak perempuan yang tak memenuhi kriteria tersebut kehilangan percaya diri dan menganggap dirinya tak menarik.

Untungnya, belakangan ini sudah banyak yang mulai menyadari bahwa bentuk tubuh tertentu bukanlah ukuran untuk menentukan cantik atau tidaknya seseorang. Gerakan mencintai dan menerima bentuk tubuh sendiri dengan body positivity juga semakin banyak dikampanyekan oleh para figur publik di akun media sosial mereka.

Salah satu merk dagang pakaian dalam asal Amerika turut mendukung gerakan ini dengan menggunakan model yang memiliki bentuk tubuh beragam dalam foto-foto kampanye iklannya tanpa disunting.

Hal ini mengundang reaksi yang positif dari para perempuan. Adanya gerakan body positivity dalam iklan itu telah membantu banyak perempuan untuk merasa lebih senang dan tidak terlalu memberikan penilaian negatif atas tubuhnya sendiri. Mereka juga terinspirasi oleh kepercayaan diri yang terpancar dari para model tersebut.

Nyatanya, menerapkan body positivity tidak mudah

depresi karena patah hati

Memang, body positivity memiliki pesan yang baik untuk menyadarkan orang-orang agar merasa nyaman dengan tubuhnya. Namun nyatanya, usaha mencintai diri sendiri juga butuh proses. Tidak satu pun iklan atau kampanye motivasi lainnya yang bisa langsung mengubah bagaimana cara seseorang memandang tubuhnya sendiri.

Terkadang, body positivity bisa mengarah pada hasil yang berlawanan dengan efek yang diharapkan. Alih-alih memiliki citra yang positif terhadap tubuh, beberapa orang malah jadi bertanya-tanya apakah lekukan tubuh mereka sudah cukup indah atau apakah tubuh mereka terlalu kurus jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Semua orang memiliki preferensinya masing-masing tentang tubuh yang ideal. Beberapa lebih senang memiliki tubuh yang langsing, sebagian lainnya lebih senang memiliki tubuh yang berisi.

Walau ketika orang-orang di sekitarnya telah meyakinkan bahwa tak ada yang salah dengan  tubuhnya, rasa tak puas karena belum mencapai target impiannya akan tetap membuat seseorang tidak menyenangi bentuk tubuhnya.

Ada juga sebagian orang yang meskipun sudah melakukan usaha terbaiknya, mereka tetap tidak bisa merasa positif tentang aspek-aspek tubuh mereka. Mereka jadi berpikir jika mereka tidak bisa mencintai dan merasa nyaman dengan tubuh mereka, maka ada sesuatu yang salah. Akhirnya, mereka jadi memaksakan pikiran positif yang bahkan tak mereka yakini.

Padahal, ketika seseorang memaksakan hal-hal yang tak mereka yakini, pikiran bawah sadar akan menolak. Membohongi perasaan bisa saja membuat mereka jadi semakin membenci dirinya sendiri.

Selain itu, adanya kecenderungan dengan lebih banyak menyoroti orang-orang yang bertubuh lebih besar merupakan kesalahan yang kerap terjadi pada kampanye body positivity.

Sering kali orang-orang lupa bahwa pesan utama yang berusaha disampaikan dari gerakan ini adalah untuk merasa nyaman dengan bentuk tubuh sendiri bagaimana pun keadaannya.

Tak perlu buru-buru, semua membutuhkan proses

agar hidup bahagia

Untuk beberapa orang, berusaha menerapkan body positivity sangatlah sulit, terkadang cara ini juga tidak membantu mereka merasa lebih baik. Terutama pada orang-orang yang memiliki penyakit kronis atau masalah gangguan makan, merasa nyaman dan baik-baik saja dengan bentuk tubuh sendiri rasanya hampir mustahil.

Namun, ada kalanya ketidakpedulian Anda terhadap citra tubuh sendiri menjadi cara yang terbaik untuk membuat Anda merasa lebih bahagia.

Tidak peduli akan citra tubuh bukan berarti Anda sepenuhnya tak melakukan apapun. Upaya hidup sehat seperti olahraga dan makan makanan yang bernutrisi juga perlu dilakukan. Bedanya, lakukan hal tersebut dengan tujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan tubuh. Bukan untuk mencapai target tubuh ideal yang Anda inginkan.

Manusia memang selalu dihadapkan pada pilihan baik dan buruk, banyak orang yang terjebak di antara ingin mencintai atau membenci tubuh sendiri. Padahal, tidak memberikan energi yang positif atau negatif pada tubuh mungkin akan membuat Anda merasa lebih tenang.

Bersikap netral juga dapat menjadi cara terbaik yang bisa Anda lakukan. Bagaimana bentuk tubuh dan penampilan tidak menggambarkan diri Anda yang seutuhnya. Hal yang terpenting adalah menikmati hidup sambil memberikan ruang bagi diri Anda untuk terus berkembang di segala aspek kehidupan. Dari sanalah pelan-pelan Anda juga akan memberi ruang untuk memberi rasa cinta pada diri sendiri.

Tidak apa-apa jika semua upaya yang telah Anda lakukan untuk lebih mencintai bentuk tubuh sendiri tak juga membuahkan hasil. Ada hari-hari di mana Anda merasa diri Anda dalam keadaan yang sangat baik, ada pula hari-hari di mana Anda terbangun dengan perasaan rendah diri. Tak ada yang salah dari keduanya, semua itu wajar dan pernah dialami oleh hampir semua orang.

Terkadang body positivity bisa menjadi perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Setiap orang juga memiliki proses yang berbeda-beda. Ingatlah bahwa hal yang terpenting dari semua ini adalah bagaimana Anda menikmati prosesnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 8, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca