Kematian adalah suatu fenomena hidup yang tidak dapat dihindari. Tapi mungkin khususnya bagi beberapa keluarga dan kerabat dekat, menghadapi kematian orang terkasih yang meninggal bunuh diri dapat meninggalkan jejak bekas luka yang begitu mendalam. Bahkan mungkin terasa seolah-olah rasa sakit dan kesedihan yang Anda alami tidak akan pernah hilang. Tidak mudah memang untuk berdamai dengan kematian yang tidak terduga dan yang seharusnya tidak terjadi tersebut. Tapi Anda harus tahu bahwa rasa sakit ini hanyalah sementara. Lalu, apa yang bisa Anda dan kerabat dekat lainnya lakukan untuk berduka dan menerima kepergian orang terdekat yang meninggal bunuh diri dengan lapang dada?

Bagaimana cara mengatasi rasa duka kepergian seseorang yang meninggal bunuh diri?

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengatasi rasa duka dan kehilangan kepergian seseorang yang meninggal bunuh diri.

Ikhlaskan kepergiannya

Apapun sebabnya, perasaan kehilangan seorang terkasih sulit untuk dijabarkan. Rasanya seolah-olah bagian dari diri Anda ikut mati. Hidup Anda akan berubah dan begitu pula dengan perasaan Anda. Anda mungkin merasa marah, kecewa, atau bersalah atas kepergiannya. Apa yang Anda rasakan adalah normal dan akan butuh waktu untuk bisa mengatur emosi Anda. Untuk mencapai kedamaian hati, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menerima kenyataan bahwa orang yang Anda cinta memilih untuk mengakhiri hidupnya dan coba untuk mengikhlaskannya.

Seseorang yang memutuskan untuk bunuh diri umumnya punya masalah dan alasan tertentu atas aksinya. Oleh karena itu, kita tidak akan pernah tahu pasti apa yang menjadi alasannya untuk bunuh diri. Anda pun harus menerima dengan lapang dada kalau Anda tidak akan pernah mengetahui jawaban kepergian orang yang Anda cinta sampai kapanpun. Maka dari itu, hilangkan rasa penasaran Anda untuk mencari tahu alasan tersebut, dan mulailah untuk bisa menerima kenyataan, sepahit apapun kenyataan itu.

Hadapi perasaan Anda

Anda harus memberikan waktu bagi Anda untuk berduka. Beri diri Anda waktu sebelum kembali beraktivitas. Anda mungkin akan merasa bersalah karena seolah-olah langsung melanjutkan hidup setelah kematiannya. Tapi agar Anda bisa pulih benar, Anda harus mengakui rasa sakit itu. Jika tidak, Anda hanya akan memperpanjang proses berduka.

Jika Anda merasa sedih, takut, marah, kecewa, atau kesepian, ingatkan lagi pada diri sendiri bahwa emosi yang campur aduk ini adalah reaksi normal terhadap rasa kehilangan. Menangis itu boleh. Menangis tidak menandakan bahwa Anda lemah. Jujur terhadap perasaan Anda yang sebenarnya dapat membantu Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Fokuskan waktu Anda untuk berduka dan mencoba bangkit kembali. Anda sebaiknya mencari cara untuk menyalurkan energi Anda ke hal lain yang lebih positif. Bisa dengan menulis jurnal terkait dengan perasaan Anda, berbagi cerita Anda dengan orang lain (pasangan, sahabat, atau saudara), ikut kelas seni, berdoa, bermeditasi, atau pergi ke tempat ibadah. Rasa sedih tidak akan pernah berkurang bila Anda terus menutupinya. Semakin cepat Anda menghadapi perasaan Anda maka akan semakin cepat Anda sembuh.

Jangan pedulikan apa kata orang

Bunuh diri masih mendapat stigma negatif dari masyarakat sekitar. Banyak yang menganggap bahwa usaha bunuh diri hanya cara seseorang untuk membesar-besarkan masalahnya demi mencari perhatian. Ini salah besar. Dalam keadaan waras sepenuhnya, tidak ada orang yang akan mencoba bunuh diri. Keinginan bunuh diri merupakan gejala serius gangguan jiwa yang harus segera ditangani. Seseorang hanya akan bunuh diri ketika segala cara yang dilakukannya guna menyelesaikan masalah dan mendapatkan bantuan sebelumnya sudah gagal.

Untuk membantu Anda cepat pulih dari rasa kehilangan, ada baiknya untuk tidak mengacuhkan apa kata orang lain tentang kematiannya. Anda memang tidak akan pernah tahu apa yang menjadi alasannya untuk mengakhiri hidupnya, tapi tutup telinga Anda dari bisik-bisik tetangga yang mencoba menerka atau membenarkan alasan di balik aksi bunuh diri tersebut. Jangan biarkan Anda terpengaruh oleh isu-isu di luar sana.

Di sisi lain, tidak baik untuk sama sekali menghindari pembicaraan tentang dirinya atau menghindari menyebutkan nama mereka. Anda mungkin berpikir akan lebih baik untuk tidak membahasnya kembali, tetapi, terserah pada Anda untuk membiarkan orang lain tahu seberapa penting almarhum(ah) dalam hidup Anda.

Berbagilah dengan orang lain

Menghadapi kepergian orang terkasih yang meninggal bunuh diri tak ayal dapat membuat syok. Tidak jarang, orang-orang yang ditinggalkan akan menyendiri. Boleh-boleh saja berdiam diri untuk memberikan waktu Anda berduka, namun jangan sama sekali menjauhkan diri dari anggota keluarga dan kerabat dekat lainnya.

Cobalah untuk tetap menjalin komunikasi dengan bebarapa teman dan anggota keluarga. Mereka adalah orang-orang yang bisa memahami penderitaan yang Anda alami. Oleh karena itu, berbagi dan berbicara dengan pasangan terkait perasaan duka Anda sangatlah penting dalam mengurangi perasaan negatif. Mereka juga mengalami masa-masa yang sulit sama seperti Anda. Setidaknya, Anda akan bisa saling bahu membahu untuk melewati kegundahan ini.

Kasih sayang, saling berbagi dan cinta adalah kunci utama untuk bangkit dari kesedihan. Jaga kedekatan keluarga Anda dan terbukalah dengan mereka. Karena semua orang memiliki cara yang berbeda dalam menangani kesedihan, kurangnya berbagi dan memahami perasaan satu sama lain dapat menimbulkan konflik. Menyalahkan orang lain atas kepergiannya juga sering terjadi dalam situasi ini.

Cari bantuan profesional

Tidak semua peristiwa hidup bisa Anda lalui sendirian. Jika Anda merasa kewalahan dan tidak sanggup menghadapi kematiannya, Anda boleh meminta bantuan kepada dokter atau terapis psikiater. Rasa duka yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan, dan masalah kesehatan lainnya.

Bantuan tenaga profesional terutama sangat penting jika Anda mengalami depresi setelah kepergian orang yang meninggal bunuh diri. Pasalnya, bunuh diri bisa “menular”. Paparan terhadap orang lain yang melakukan bunuh diri dapat meningkatkan risiko orang yang berada disekitarnya juga berkeinginan untuk melakukan bunuh diri.

Jaga diri agar tetap sehat

Jangan melupakan kesehatan Anda. Anak Anda tentunya menginginkan Anda untuk merawat diri sendiri. Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat dan aktif berolahraga akan membuat Anda sehat. Ini juga akan membantu meningkatkan mood sehingga membuat Anda memiliki pandangan yang lebih positif dalam hidup. Bagaimana Anda dapat menyembuhkan krisis mental Anda jika Anda bahkan tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri, kan?

Jika Anda bertanya kepada diri sendiri setelah kehilangan orang terkasih yang meninggal bunuh diri, “Apakah kehidupan akan kembali menjadi baik?” Jawabannya adalah ya, pasti akan kembali baik. Rasa duka adalah sebuah perjalanan. Rasa sakit yang Anda rasakan sekarang akhirnya akan mulai berkurang dari waktu ke waktu. Anda tidak akan pernah melupakan dirinya, tetapi Anda juga perlu untuk tetap menjalani hidup Anda sendiri bersama dengan kenangan berharga dari orang terkasih Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca