Bagaimana Prosedur Transplantasi Hati Dilakukan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menurut data Kementerian Kesehatan RI ada 28 juta orang Indonesia yang mengidap penyakit hati. Empat belas juta di antaranya berpotensi menjadi kronis. Itu sebabnya, permintaan transplantasi hati juga semakin meningkat. Di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM) saja misalnya, dari awalnya 3-5 permintaan cangkok hati jadi meningkat hingga 8 kasus pada tahun 2015, dan meningkat lagi menjadi 12 kasus per akhir tahun 2016.

Jika Anda termasuk orang yang membutuhkan cangkok hati sesegera mungkin, dan telah mendapat calon penyumbang potensial yang telah memenuhi syarat donor, selamat! Langkah selanjutnya adalah menjalani prosedur operasi pencangkokan hati. Apa yang akan terjadi selama prosedur tersebut? Berikut penjelasannya.

Apa yang terjadi sebelum menjalani cangkok hati?

Sebelum Anda dan calon pendonor sama-sama masuk ke ruang operasi, pertama calon pendonor akan terlebih dulu menjalani serangkaian tes kesehatan untuk kembali memastikan bahwa hatinya lolos kualifikasi sebagai hati yang sehat dan cocok untuk dicangkokkan ke dalam tubuh Anda.

Pada awalnya calon donor hati akan diminta menunjukkan bukti, apakah ia sedang atau pernah menderita penyakit hati, pernah mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, menderita kanker, infeksi, atau penyakit kronis lainnya yang berhubungan dengan darah dan organ tubuh terkait. Setelahnya calon pendonor akan menjalani tes kesehatan evaluatif.

Calon pendonor akan diminta menjalani tes computed tomography untuk melihat besar dan bentuk hatinya, tes doppler ultrasound untuk menilai seberapa baik fungsi pembuluh darah untuk mengalirkan darah dari dan ke hati, ekokardiogram untuk mengecek fungsi hati, tes paru-paru untuk mengecek fungsi paru-paru dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksidan, hingga tes darah untuk menilai golongan darah, kemampuan pembekuan darah, dan status biokimia dalam darah. Tes darah dilakukan untuk memastikan apakah ia memiliki HIV ataupun penyakit lainnya. Jika tidak ada masalah, akan dilihat kecocokan golongan darah serta ukuran sel darah miliknya dengan Anda.

Jika semua beres, dokter akan memberikan lampu hijau untuk Anda berdua menjalani proses pencangkokan hati.

Langkah-langkah menjalani operasi transplantasi hati

Ada tiga prosedur yang terlibat dalam cangkok hati: operasi donor, operasi back table, dan operasi penerima. Begini kira-kira gambaran besarnya:

1. Pengangkatan hati donor

Langkah pertama dalam prosedur transplantasi hati ialah operasi untuk mengangkat jaringan hati yang sehat dari pendonor. Transplantasi hati bisa dilakukan dengan mencangkokkan sebagian jaringan hati dari donor yang hidup maupun yang telah wafat (biasanya dari korban kecelakaan atau cedera kepala yang mengalami kematian otak, tapi jantung masih berdetak) kepada tubuh penerima donor yang membutuhkan.

Sebagian jaringan hati yang dicangkokkan dapat tumbuh kembali menjadi hati yang utuh dan normal. Begitu pula yang akan terjadi pada sebagian jaringan hati yang tersisa dalam tubuh pendonor hidup. Pasalnya, hati memiliki kemampuan untuk me-regenerasi diri meski memang lebih lambat dibanding sel tubuh lainnya.

2. Operasi back table

Operasi back table dilakukan di rumah sakit untuk membuat perubahan yang diperlukan pada jaringan hati pendonor agar sesuai kebutuhan pasien penerima, seperti mengurangi ukuran hati. Hal ini biasanya dilakukan tepat sebelum operasi pencangkokan hati.

3. Operasi pencangkokan hati pada pasien penerima

Pencangkokan merupakan langkah terakhir dari transplantasi hati, yang berfungsi menanamkan jaringan hati yang sehat pemberian pendonor untuk menggantikan hati pasien yang telah rusak atau gagal berfungsi.

Anda sebagai pasien penerima donor akan berada di bawah pengaruh anestesi untuk mengurangi rasa sakit dan diberi obat untuk mencegah terlalu banyak kehilangan darah. Dokter bedah akan membuat sayatan terbuka di perut Anda untuk mencangkok hati yang baru. Dokter juga akan memasankan beberapa tabung medis untuk membantu Anda melaksanakan fungsi tubuh tertentu setelah operasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca