1. Definisi

Apa itu rabies?

Rabies adalah penyakit menular yang disebarkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Penyakit ini mudah untuk dicegah penyebarannya.

Virus rabies menginfeksi sistem saraf pusat, mengakibatkan kerusakan otak dan kematian. Tanda awal rabies pada manusia mirip dengan sejumlah penyakit lain, misalnya demam, sakit kepala, dan tubuh melemah atau rasa tidak nyaman di sekujur tubuh.

Apa tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala awal rabies mirip dengan gejala flu umum, termasuk demam, sakit kepala, dan tubuh melemah atau rasa tidak nyaman di sekujur tubuh. Gejala ini dapat bertahan selama beberapa hari.

Timbul rasa gatal atau menggelitik di sekitar area gigitan, yang diikuti oleh disfungsi otak, serangan kecemasan, linglung, dan mudah marah dalam beberapa hari setelahnya. Seiring dengan perkembangan penyakit, pasien akan mengalami mengigau, perubahan perilaku yang tidak biasa, halusinasi, dan insomnia.

Tahap rabies akut biasanya berakhir setelah 2 – 10 hari. Saat tanda-tanda klinis dari rabies mulai tampak, rabies selalu berakibat fatal. Terapi pengobatan biasanya hanya bertindak sebagai perawatan sementara.

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Berisiko rabies atau tidak, gigitan hewan dapat menyebabkan cedera serius, seperti saraf atau otot terkoyak, dan infeksi lokal dan sistemik. Dokter Anda akan menentukan pengobatan terbaik bagi luka gigitan Anda, dan akan mempertimbangkan bagaimana strategi terbaik menangani bekas luka setelahnya.

Untuk pertolongan pertama pada luka gigitan, bilas dengan air bersih atau menggunakan campuran air dengan larutan yodium-povidone. Larutan ini telah terbukti menunjukkan pengurangan risiko infeksi bakteri secara signifikan.

Pembersihan area luka sangat penting dalam mencegah risiko rabies karena, menurut studi yang dilakukan pada hewan, membersihkan luka dengan baik tanpa paparan lanjutan dari profilaksis telah menunjukkan pengurangan risiko rabies secara signifikan.

Anda diharuskan untuk menerima vaksin tetanus jika Anda belum pernah menerima imunisasi selama sepuluh tahun. Keputusan mengenai pemakaian antibiotik, dan penutupan luka primer harus dirembukkan bersama dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Virus rabies menyebar melalui air liur atau jaringan otak/sistem saraf. Anda bisa mendapatkan rabies hanya melalui kontak langsung dengan air liur atau jaringan yang terinfeksi.

Penting untuk diingat bahwa rabies adalah kondisi medis kritis, namun bukan gawat darurat. Jangan menunda konsultasi atau pengobatan.

Segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut seputar trauma yang Anda dapatkan dari serangan binatang sebelum memutuskan untuk menerima vaksinasi rabies.

3. Pencegahan

Pencegahan pada binatang:

  • Rutin lakukan pemeriksaan bulanan untuk hewan piaraan Anda di dokter hewan, dan selalu perbaharui vaksin rabies untuk kucing, anjing, dan musang piaraan.
  • Awasi binatang piaraan dengan menjaga kucing dan musang tetap dalam rumah, dan anjing bermain di luar dalam pengawasan Anda
  • Kebiri piaraan Anda agar menjaga tingkat populasi serta jumlah anak hewan yang mungkin terbengkalai dan tidak mendapatkan vaksinasi rutin
  • Hubungi lembaga pengawasan binatang untuk memindahkan binatang liar yang mencurigakan dari lingkungan tempat tinggal Anda. Besar kemungkinan hewan-hewan ini tidak mendapat vaksin dan mungkin terjangkit penyakit.

Untuk orang-orang yang tidak pernah mendapat vaksin rabies sebelumnya, vaksinasi rabies pascakontak harus selalu dimasukkan dalam tindakan penanganan, baik antibodi pasif maupun vaksin.

Kombinasi antara globulin manusia kebal rabies (HRIG) dan vaksin direkomendasikan untuk pengobatan paparan rabies akibat luka gigit maupun yang bukan luka gigit, mengesampingkan jarak waktu antara paparan dan langkah terapi awal.

Orang-orang yang pernah mendapatkan vaksin atau sedang menjalani vaksin prakontak rabies harus menerima hanya vaksin saja.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca