Langkah Pertolongan Pertama Ketika Tertusuk Bulu Babi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/05/2019
Bagikan sekarang

Laut memang menawarkan segudang pesona yang memikat mata. Namun, Anda juga harus hati-hati dengan potensi bahaya dari biota penghuninya. Bulu babi, misalnya. Tertusuk duri landak laut ini dapat menyebabkan serangkaian gejala reaksi dari yang ringan hingga parah.

Apa itu bulu babi?

Image by © Ralph Clevenger/Corbis

Bulu babi atau yang juga dikenal dengan landak laut merupakan makhluk laut kecil yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh duri tajam berbisa. Meski tampak menyeramkan, pada dasarnya bulu babi bukanlah makhluk yang agresif. Duri yang tajam di seluruh tubuh hewan ini berguna sebagai pelindung dari pemangsanya.

Kebanyakan orang tersengat ketika mereka tidak sengaja menginjak atau menyentuhnya. Ya, karena memiliki bentuk yang unik, beberapa orang (terutama anak kecil) sering kali mengambil bulu babi langsung dengan tangannya tanpa menyadari bahwa hewan satu ini berbisa.

Landak laut bisa ditemukan dengan mudah di perairan dangkal dengan air yang hangat, atau di celah-celah karang terjal.

Apakah sengatan bulu babi berbahaya?

Pada dasarnya, bulu babi memiliki dua sistem pertahanan, yaitu duri dan pedicellariae.

Duri yang menyelimuti semua bagian makhluk laut ini cukup tajam untuk menusuk kulit. Duri-duri ini juga mudah patah. Akibatnya, ketika Anda tak sengaja tertusuk, patahan duri-duri bisa menancap dan tertinggal di kulit bagian dalam.

Sistem pertahanan diri yang kedua adalah pedicellariae. Pedicellariae adalah organ kecil yang sangat halus. Organ ini terletak di antara duri-duri yang ada di bulu babi. Pedecellariae berfungsi untuk melepaskan racun ketika bulu babi menempel pada suatu objek. Termasuk ketika hewan laut satu ini tak sengaja Anda injak.

Apa saja gejala sengatan bulu babi?

Ketika sedang asyik-asyiknya berenang di laut, kaki Anda bisa saja tak sengaja menginjak makhluk satu ini. Sensasi tertusuk bulu babi sama seperti ketika Anda tak sengaja tertusuk duri dari tanaman atau bunga. Bedanya, sensasi sengatan bulu babi lebih terasa lebih menyakitkan.

Ketika Anda tertusuk durinya, maka duri akan patah dan menancap di kulit. Jika duri bulu babi menancap di kulit, biasanya area tusukan akan berwarna biru kehitaman seperti memar.

Makhluk satu ini sering meninggalkan luka tusukan pada kulit, yang dapat dengan mudah terinfeksi jika tidak segera diobati. Bagian yang terkena sengatan biasanya terasa nyeri, gatal, perih, berwarna kemerahan, dan menjadi bengkak.

Apabila luka tusukan terlalu dalam, Anda bisa mengalami cedera yang sangat serius. Apalagi jika setelah tertusuk Anda juga mengalami gejala seperti:

  • Nyeri otot
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Kelumpuhan
  • Syok

Dalam kasus yang parah, gejala-gejala di atas bisa juga memicu kegagalan pernapasan dan bahkan kematian.

Langkah-langkah mengobati sengatan bulu babi

Berikut cara melakukan pertolongan pertama saat terkena sengatan bulu babi:

  • Hal pertama yang harus Anda lakukan sesaat ketika tak sengaja menginjak bulu babi adalah tetap tenang dan jangan panik. Ingat, kepanikan akan membuat Anda bergerak lebih gaduh. Ini justru dapat mempercepat penyebaran racun ke bagian tubuh lainnya.
  • Setelah itu, segeralah menepi ke daratan.
  • Kemudian rendam area yang terkena sengatan di dalam air hangat selama 30-90 menit untuk mengurangi rasa sakit sekaligus melunakkan duri bulu babi yang menancap di kulit.
  • Secara perlahan, cobalah untuk mencabut potongan duri sebanyak yang Anda bisa. Jika memungkinkan, gunakan pinset agar memudahkan proses pengambilan duri-duri besar yang tertancap di kulit. Anda juga bisa menggunakan pisau cukur untuk mengikis pedicellaria. Pastikan Anda menggunakan pisau cukur dengan hati-hati.
  • Setelah berhasil mencabut duri-duri yang menancap, segera bilas area yang terkena tadi dengan sabun dan air bersih. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi di area yang terkena.

Masalah terbesar yang perlu diwaspadai adalah duri landak laut yang sering pecah di bawah kulit. Oleh sebab itu, berhati-hatilah ketika mencabut duri tersebut dari kulit Anda. Pastikan Anda bisa mengambil durinya secara utuh, sehingga tidak ada yang tertinggal di dalam kulit.

Anda juga bisa mengurangi rasa sakit dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen. Apabila area yang terkena tusukan terasa gatal, Anda juga bisa menggunakan krim hidrokortison oles yang bisa dibeli bebas di toko obat. Sebaiknya segera hentikan penggunaan obat hidrokortison segera dan hubungi dokter Anda jika gejala justru semakin memburuk.

Penggunaan krim antibiotik oles seperti Neosporin di daerah yang terkena juga bisa membantu meringankan gejala yang ada. Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat antibiotik. Pasalnya, obat antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Kapan harus ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika ada duri yang tidak bisa Anda lepaskan atau terlalu menyakitkan untuk dilepas. Selain itu, Anda juga diharuskan segera berkonsultasi ke dokter jika:

  • Mengalami rasa sakit yang tak kunjung sembuh setelah tiga sampai empat hari tersengat bulu babi.
  • Ada tanda-tanda infeksi di area yang tersengat dan bagian tubuh lainnya.
  • Anda mengalami nyeri otot dan kelelahan yang ekstrim.

Dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu sebelum merekomendasikan pengobatan tertentu.

Pertama-tama dokter akan bertanya tentang kapan sengatan itu terjadi dan apa saja gejala yang Anda keluhkan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat bagian tubuh yang disengat.

Jika dokter mencurigai adanya duri yang tertinggal di dalam kulit Anda, dokter mungkin akan menganjurkan untuk melakukan foto rontgen dengan sinar X, USG, atau MRI. Jika duri tertanam di dalam tubuh atau di dekat sendi, doker mungkin memerlukan pengangkatan dengan pembedahan.

Dokter juga bisa meresepkan obat antibiotik dan menganjurkan Anda untuk mendapatkan suntikan tetanus.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

Manfaat madu tidak sebatas untuk kesehatan pencernaan dan kecantikan kulit, tapi juga disebut-sebut dapat mempercepat penyembuhan luka. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Oleh Feses

Feses pertama bayi (mekonium) bisa tercampur bersama air ketuban sehingga bayi keracunan. Kondisi ini dinamakan aspirasi mekonium. Apa akibatnya pada bayi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019

Langkah Pertolongan Pertama Ketika Disengat Ikan Pari

Selain tertusuk bulu babi, ada satu lagi ancaman yang mengintai ketika Anda sedang berenang di pantai, yaitu disengat ikan pari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama saat jatuh

Panduan Memberi Pertolongan Pada Korban Jatuh dari Ketinggian

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/12/2019
cara mengatasi asma kambuh

7 Cara Cepat Mengatasi Gejala Asma yang Kambuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019
penanganan luka bakar pertolongan pertama

Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019
tips memasak daging mentah

Tips Memasak Daging Sampai Matang Sempurna Agar Tak Keracunan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 10/11/2019