Pertolongan Pertama Mengatasi Patah Tulang Terbuka

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/10/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Patah tulang terbuka dapat terjadi di mana saja. Pada setiap kegiatan sehari-hari, terkadang ada saja hal yang dapat menyebabkan kita mengalami cedera sistem otot dan rangka hingga kita akan merasa sangat sakit dan sulit untuk memfungsikan alat gerak. Alat gerak pada manusia terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat, dan otot.

Setiap cedera atau gangguan lain yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya.

Sementara itu, gangguan yang paling sering dialami oleh otot rangka adalah patah tulang. Seperti apa yang dijelaskan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), patah tulang adalah terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja. Patah tulang ini sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu patah tulang tertutup dan patah tulang terbuka. Di artikel ini, kita akan mengetahui lebih lanjut mengenai patah tulang terbuka.

Apa itu patah tulang terbuka?

Patah tulang terbuka merupakan kasus patah tulang yang disertai dengan luka pada kulit di permukaan daerah tulang yang patah. Pada kasus yang lebih berat, bagian tulang yang patah akan terlihat dari luar. Cukup mengerikan, bukan? Yang paling mengerikan lagi adalah jika ada luka, maka kuman akan dengan mudah sampai ke tulang, sehingga memiliki risiko yang tinggi untuk terjadi infeksi tulang. Oleh karena itu, patah tulang terbuka harus segera diberi pertolongan.

Patah tulang terbuka lebih mudah dikenali dibandingkan dengan patah tulang tertutup, dan biasanya patah tulang terbuka terjadi pada tungkai dan lengan.

Cara menangani patah tulang terbuka

Penanganan patah tulang yang paling utama adalah pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk menghindari pergerakan, untuk melindungi serta menstabilkan bagian tubuh yang cedera. Hal ini penting dilakukan sebelum tenaga ahli (dokter atau paramedis) dapat membantu Anda.

Pembidaian bertujuan untuk:

  • Mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah
  • Mengurangi terjadinya cedera baru di sekitar bagian tulang yang patah
  • Mengistirahatkan anggota badan yang patah
  • Mengurangi rasa nyeri
  • Mengurangi perdarahan
  • Mempercepat penyembuhan

Macam-macam bidai

Berikut ini adalah beberapa bidai yang dapat digunakan dalam keadaan darurat untuk patah tulang terbuka:

1. Bidai keras

Dibuat dari bahan yang keras, kaku, kuat, dan ringan untuk mencegah pergerakan bagian yang cedera. Pada dasarnya ini adalah bidai yang paling baik dan sempurna pada keadaan darurat. Bahan yang sering dipakai adalah kayu, alumunium, karton, plastik, dan lain-lain.

2. Bidai yang dapat dibentuk

Jenis bidai ini dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk disesuaikan dengan bentuk cedera. Contohnya selimut, bantal, bidai kawat, dan lain-lain.

3. Gendongan/belat dan bebat

Pembidaian ini dilakukan dengan menggunakan kain pembalut, biasanya menggunakan mitella (kain segitiga) dan gendongan lengan. Prinsipnya adalah dengan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan bagian yang cedera.

4. Bidai improvisasi

Bila tidak tersedia bidai apaun, maka penolong dituntut untuk mampu berimprovisasi membuat bidai yang cukup kuat dan ringan untuk menopang bagian tubuh yang cedera. Misalnya majalah, koran, karton, dan lain-lain.

Panduan pembidaian

Meskipun bidai yang dipakai seadanya, tetap saja ada beberapa pedoman yang harus diikuti untuk meminimalisir kecelakaan saat pembidaian.

  1. Sebisa mungkin beri tahu rencana yang akan Anda lakukan pada penderita.
  2. Pastikan bagian yang cedera dapat dilihat, dan hentikan perdarahan (bila ada) sebelum melakukan pembidaian.
  3. Siapkan alat seperlunya seperti bidai dan kain segitiga (mitella).
  4. Jangan mengubah posisi yang cedera.
  5. Jangan memasukkan bagian tulang yang patah.
  6. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah (sebelum dipasang, bidai harus diukur terlebih dahulu pada anggoda badan penderita yang tidak mengalami patah tulang).
  7. Jika ada tulang yang keluar, Anda dapat menggunakan mitella dan membentuknya seperti donat atau menggunakan benda apapun yang lunak dan memiliki lubang, lalu masukkan tulang di dalam lingkaran donat tersebut agar tulang tidak tersenggol (sesuaikan lingkaran dengan diameter tulang yang keluar).
  8. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak bila memungkinkan.
  9. Gunakan beberapa mitella untuk mengikat bidai (jika di bagian kaki, masukkan mitella melalui celah di bawah lutut dan di bawah pergelangan kaki).
  10. Ikat juga “donat” yang telah Anda pakai pada tulang yang keluar dengan mitella.
  11. Ikatan jangan terlalu keras dan terlalu longgar.
  12. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak melakukan gerakan, kemudian sendi atas dari tulang yang patah.
  13. Jangan membidai berlebihan, jika anggota tubuh penderita yang mengalami patah tulang sudah tidak dapat melakukan gerakan itu berarti Anda sudah melakukan pembidaian dengan baik.
  14. Bawa penderita ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab cantengan; kuku cantengan

    Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit