Langkah-Langkah Mengatasi Halusinasi Ketika Sedang Naik Gunung

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Januari 28, 2020
Bagikan sekarang

Tenaga yang sudah habis terfosir saat mendaki gunung dapat membuat seseorang berhalusinasi. Halusinasi menyebabkan seseorang merasa melihat, mendengar, meraba, mengecap, atau mencium bau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Jika tidak segera diatasi, pendaki yang mengalami halusinasi di gunung dapat tersesat bahkan mengalami kecelakaan. Itu sebabnya, setiap pendaki gunung perlu mengetahui cara cepat dan tepat untuk mengatasi halusinasi yang bisa saja terjadi di waktu yang tak terduga.

Penyebab halusinasi di gunung

Banyak orang mengira bahwa mendengar suara misterius saat naik gunung adalah bentuk dari peristiwa mistis. Padahal kenyataannya tidak begitu. Secara medis, fenomena tersebut ternyata menjadi pertanda Anda sedang mengalami efek psikosis seperti halusinasi.

Hal ini pun diamini oleh Dr Hermann Burgger, seorang pimpinan Institute of Mountain Emergency Medicine di Eurac Research Italy. Dalam laman Live Science, Hermann mengatakan bahwa semakin tinggi posisi seseorang di gunung, semakin rentan pula mereka untuk mengalami efek psikosis.

Selain karena efek psikosis, halusiansi juga berhubungan dengan penyakit ketinggian (altitude sickness). Penyakit ini umumya menyerang pendaki pada ketinggian lebih dari 2000 menter di atas permukaan laut. Penyebabnya karena tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga Anda akan mengalami gejala seperti pusing, mual, susah fokus, dan gangguan keseimbangan.

Ya, semakin tinggi posisi Anda, semakin tipis pula kadar oksigennya. Itulah sebabnya, orang akan lebih berisiko mengalami halusinas saat mereka sudah mencapai ketinggian tertentu.

Cara cepat mengatasi halusinasi di gunung

Tanpa panjang lebar, berikut panduan mengatasi halusinasi di gunung yang perlu Anda perhatikan baik-baik:

1. Istirahat sejak

Hal pertama yang harus segera dilakukan saat mengalami halusinasi di gunung adalah beristirahat. Jadi, ketika Anda sudah merasa kelelahan dan merasa tak sanggup untuk terus mendaki, jangan ragu untuk minta rombongan grup berhenti dan beristirahat sejenak.

Carilah permukaan yang datar untuk melonjorkan kaki. Lepaskan tas Anda pastikan posisi punggung Anda dalam keadaan rileks.

2. Atur napas pelan-pelan

Medan gunung yang terjal membuat tarikan napas Anda lebih cepat dan pendek. Jika tak pintar-pintar mengatur napas, Anda akan lebih rentan mengalami sesak napas.

Nah, untuk itu, ketika sudah mendapatkan tempat dan posisi yang nyaman untuk beristirahat, cobalah atur napas Anda secara perlahan sampai kembali normal dan tidak ngos-ngosan. Langkah mengatasi halusinasi di gunung ini penting diperhatikan supaya kondisi Anda tidak semakin memburuk.

Sebaiknya Anda melonggarkan pakaian agar lebih mudah dan leluasa untuk bernapas.

2. Minum air

Bila sudah agak enakan, minulah air secukupnya. Selain efektif meredakan halusinasi di gunung, cara ini juga efektif untuk menghindari dehidrasi.

Jika tidak tersedia air bersih, mintalah rekan sesama pendaki untuk mencari sumber mata air bersih terdekat atau mengonsumsi tumbuh-tumbuhan di sekitar Anda yang mengandung banyak air.

3. Minum obat

Bila Anda merasakan sakit kepala, segera ambil obat pereda nyeri seperti Paracetamol di kotak P3K.

Obat ini dapat bekerja cepat untuk mengurangi sakit kepala yang Anda alami. Namun, pastikan Anda mengonsumsi obat pereda nyeri dengan dosis yang tepat, ya.

Anda juga bisa menggunakan oksigen tambahan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ketika bernapas sekaligus meringankan gejala halusinasi di gunung lainnya.

4. Jaga ritme langkah

Jangan biarkan tubuh Anda beristirahat terlalu lama atau bahkan sampai ketiduran. Sebab, hal tersebut justru membuat halusinasi yang Anda alami di gunung semakin parah. Di samping itu, hal tersebut juga akan menurunkan suhu tubuh, sehingga membuat Anda lebih rentan mengalami hipotermia.

Tanda-tanda hipotermia bervariasi tergantung pada seberapa rendah suhu seseorang telah menurun. Tubuh menggigil mungkin adalah gejala pertama yang Anda perhatikan saat suhu mulai turun.

5. Buka tenda

Bila kondisi Anda semakin memburuk dan sudah tak sanggup lagi untuk mendaki, sebaiknya jangan dipaksakan. Bicaralah ke teman-teman dan mintalah mereka untuk membuka tenda supaya Anda dapat benar-benar beristirahat.

Bila gejala tidak membaik dalam 24 jam, tunda meneruskan pendakian ke puncak gunung dan segeralah turun ke bawah untuk mendapatkan perawatan medis yang mumpuni.

Pada dasarnya batas kemampuan setiap orang dalam mendaki gunung berbeda. Bisa menaklukan puncak memang membanggakan, tapi jangan sampai hal tersebut justru membuat Anda abai dengan keselamatan sendiri.

Ingat! Halusinasi di gunung tidak boleh dianggap remeh. Anda harus cepat-cepat mengatasinya supaya kondisi ini tidak semakin parah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat April 24, 2020

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat April 17, 2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat April 10, 2020

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 15, 2020
Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal tayang Mei 13, 2020
Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang Mei 11, 2020
Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 28, 2020