Bolehkah Pria Pakai Pelembap Wanita?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020
Bagikan sekarang

Salah satu produk perawatan kulit wajah yang wajib dimiliki adalah pelembap, alias moisturizer. Selain membantu menghidrasi kulit, pelembap juga efektif untuk menyegarkan wajah dan membuatnya tampak sehat. Ada banyak sekali produk pelembap wajah yang berjejer rapi di etalase toko. Namun pertanyaannya, bolehkan pelembap wajah wanita digunakan oleh pria? Adakah efek samping yang mungkin terjadi? Nah, ketimbang berasumsi sendiri, yuk intip jawabannya dalam ulasan berikut!

Kenapa pria butuh pakai pelembap wajah?

Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia dan merupakan garis pertahanan pertama terhadap penyakit serta infeksi. Itu kenapa tidak hanya wanita, pria pun perlu merawat kesehatan kulitnya dengan baik.

Nah, salah satu produk perawatan kulit pria yang tak boleh dilewatkan adalah pelembap. Dengan rutin pakai pelembap wajah, pria akan terhindar dari masalah kulit kering.

Produk ini pun membantu melindungi kulit dari risiko penuaan dini akibat paparan sinar UV. Bagi pemilik kulit sensitif, rutin menggunakan pelembap juga dapat mencegah iritasi kulit.

Lantas, bolehkah pria pakai produk pelembap wanita?

Produk perawatan kulit seperti pelembap di pasaran biasanya dikemas dalam dua versi, yaitu pelembap khusus pria dan yang khusus wanita.

Meski mengandung bahan aktif yang sama, produk pelembap wajah pria dan wanita mengandung konsentrasi yang berbeda. Misalnya, bila dalam produk pelembap wajah wanita kandungan bahan aktifnya sekitar 2 persen, maka pada produk pelembap wajah pria bisa lebih tinggi dari itu.

Hal itu dibuat bukan tanpa sebab. Harold Lancer, dokter kulit asal Bevery Hills Amerika Serikat dalam laman Howsturffworks yang mengutip Washington Post menjelaskan bahwa jika dilihat dari karakteristik fisiologis, kulit pria cenderung lebih tebal daripada wanita.

Epidermis (bagian luar kulit) pria 20 persen lebih tebal ketimbang wanita. Berhubung lebih tebal, kulit pria mampu mengikat kelembapan dan menghasilkan kolagen lebih banyak di segala usia.

Di sisi lain, kadar hormon testosteron pria yang tinggi juga memengaruhi pertumbuhan rambut (terutama di area wajah) serta memicu produksi sebum atau kelenjar minyak mereka. Kondisi ini menyebabkan pria cenderung memiliki pori-pori kulit yang lebih besar.

Berhubung memiliki konsentrasi yang berbeda, sebaiknya gunakanlah produk pelembap yang memang didesain khusus untuk pria. Tujuannya tentu agar mendapatkan manfaat yang optimal dari produk perawatan kulit tersebut.

Cara pakai pelembap wajah yang benar

Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa pakai pelembap sesederhana mengoleskannya dan meratakkan di seluruh wajah. Faktanya, tidak begitu. Ada langkah-langkah yang perlu dilakukan supaya produk pelembap wajah yang digunakan menghasilkan manfaat yang maksimal.

Berikut panduan cara pakai pelembap wajah yang perlu diketahui para pria dan wanita:

  • American Academy of Dermatology menyarankan mengoleskan pelembap ke wajah dan tubuh segera setelah mandi, cuci muka, atau bercukur, karena pada saat itu kulit masih dalam keadaan lembap.
  • Tepuk-tepuk lembut sebentar wajah Anda dengan handuk bersih untuk menghilangkan sisa air yang masih menetes.
  • Ambil pelembap pakai jari telunjuk secukupnya lalu totol-totolkan di seluruh wajah.
  • Ratakan dari sisi terluar wajah menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas dan sambil di pijat-pijat perlahan.
  • Setelah itu, ambil lagi pelembap secukupnya untuk dikenakan di bagian leher.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020