Mau Miss V Terus Harum, Bolehkah Pakai Produk Pewangi Vagina?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/04/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Vagina yang bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap wanita. Itu sebabnya, beberapa wanita rela merawat area kewanitaannya dengan berbagai produk, salah satunya produk pewangi vagina. Sebenarnya, amankah produk wewangian tersebut bagi kesehatan organ intim Anda?

Apakah produk pewangi vagina aman untuk dipakai?

Ada berbagai alasan yang mendorong seorang wanita akhirnya memilih memakai produk pewangi vagina. Entah karena ingin mengurangi aroma vagina, atau sekadar memastikan vagina selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

Sebenarnya sah-sah saja jika Anda memang ingin menjaga area intim di bawah sana. Hanya saja, cara merawat kesehatan vagina tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi sampai menggunakan suatu produk yang belum diketahui betul keamanannya.

Melansir dari laman Web MD, Women’s Voices for the Earth, sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat yang memusatkan perhatian mengenai bahan kimia beracun dalam kosmetik dan produk rumah tangga, mencoba angkat bicara melalui hasil penelitiannya di tahun 2013.

Menurut organisasi tersebut, tidak sedikit produk kewanitaan yang dijual bebas di pasaran dengan kandungan berbagai bahan kimia di dalamnya. Alih-alih menjaga kesehatan vagina, tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut justru dapat membahayakan organ intim Anda, terlebih karena digunakan secara langsung.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset dari University of Guelph di Canada, mengungkapkan bahwa produk pembersih kewanitaan, termasuk pewangi vagina, berisiko membuat seorang wanita mengalami infeksi jamur pada vagina dan saluran kencing (ISK), dikutip dari jurnal BMC Women’s Health.

Singkatnya, sebisa mungkin sebaiknya hindari penggunaan pembersih, pewangi vagina, maupun produk lainnya tanpa rekomendasi dari dokter. Kebanyakan dari produk tersebut biasanya hanya menjanjikan manfaat besar tanpa bukti yang pasti.

ibu hamil pakai pembersih vagina

Apa efek buruk penggunaan produk pewangi kewanitaan?

Kieran O’Doherty, selaku ketua penelitian dari University of Guelph, menjelaskan bahwa penggunaan produk perawatan kewanitaan jenis apa pun sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan mikroba alami yang hidup di dalam vagina.

Bakteri baik pada vagina pun bisa hilang karena produk kewanitaan biasanya bekerja untuk menghilangkan semua jenis bakteri. Entah itu yang diperlukan oleh vagina, maupun yang tidak.

Padahal, beberapa bakteri pada vagina berperan penting dalam mencegah serangan infeksi yang bisa mengakibatkan munculnya beragam masalah kesehatan seksual. Misalnya seperti infeksi bakteri vagina, radang panggul, maupun penyakit seksual lainnya.

Di samping itu, produk kewanitaan apa pun termasuk pewangi vagina, entah yang berbentuk cairan oles, semprotan, sabun, hingga bubuk, dapat menimbulkan iritasi pada jaringan kulit vagina yang sebenarnya sangat sensitif.

obat keputihan, keputihan saat hamil, penyebab keputihan, mengatasi keputihan

Begini cara aman untuk menjaga kesehatan vagina

Sebagian besar alasan wanita menggunakan produk pewangi kewanitaan yakni bertujuan untuk membuat aroma vagina lebih harum dan segar. Padahal nyatanya, vagina memang memiliki aroma khas guna menjaga lingkungan di bawah sana tetap dalam kondisi asam, agar bakteri jahat penyebab infeksi vagina bisa mati.

Dengan kata lain, aroma tersebut sebenarnya wajar sehingga Anda tidak perlu menggunakan produk pewangi vagina lagi untuk mengatasinya. Aroma vagina masih terbilang normal selama tidak tercium bau busuk dan amis, sebagai pertanda ada yang tidak beres dengan organ kewanitaan Anda.

Sebagai gantinya, lakukanlah cara aman bila memang ingin merawat area intim Anda. Rutin membersihkan vagina saat mandi dengan menggunakan air hangat, bisa menjadi cara sederhana dalam menjaga kesehatan organ sensitif Anda.

Supaya lebih bersih, terapkan langkah berikut ini:

  • Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk membuka bagian lipatan vagina, sembari membasahi seluruh area vagina selama beberapa kali.
  • Sentuh dan bersihkan setiap lipatan vagina secara perlahan.
  • Jika dirasa sudah bersih, bilas vagina kembali sampai semua kotoran hilang.
  • Terakhir, keringkan vagina dengan menepuk-nepuk  dengan perlahan.

Selain itu, untuk mencegah tumbuhnya bakteri jahat pada area vagina, Anda sebaiknya:

  • Menjaga area vagina tetap kering khususnya usai buang air kecil
  • Rajin mengganti pembalut saat sedang haid
  • Rutin mengganti pakaian dalam yang berbahan katun
  • Makan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan sumber probiotik

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 22/11/2019 . 4 menit baca

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Psttt.. Tidak cukup membersihkan vagina setelah kencing dan BAB saja. Ini dia tiga waktu yang tepat untuk kapan saja harus membersihkan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/09/2019 . 3 menit baca

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/02/2019 . 7 menit baca

7 Penyebab Vagina Bengkak yang Tak Boleh Disepelekan

Vagina termasuk salah satu organ yang bisa mengalami pembengkakan. Saat vagina bengkak Anda tak boleh menyepelekannya dan harus segera ditangani dokter.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 01/02/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 4 menit baca
fingering tidak cuci tangan

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/12/2019 . 4 menit baca
perawatan vagina

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . 4 menit baca
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . 4 menit baca