Masa menstruasi setiap wanita amat bervariasi. Banyak wanita mengalami menstruasi selama 7 hari, tapi ada pula yang memiliki masa menstruasi lebih pendek. Lantas, bagaimana jika masa menstruasi yang biasa tiba-tiba menjadi lebih singkat dari bulan sebelumnya? Apakah hal ini menandakan adanya masalah kesehatan?

Apa penyebab masa menstruasi menjadi lebih pendek?

Faktor utama yang memengaruhi siklus dan lamanya menstruasi Anda adalah hormon estrogen. Hormon ini berfungsi untuk mematangkan organ reproduksi wanita.

Tak hanya itu, hormon ini juga membantu mempersiapkan dinding rahim sebelum proses perlekatan dengan embrio.

Produksi hormon estrogen bisa menjadi tidak normal akibat sejumlah kondisi, misalnya:

1. Perimenopause

Perimenopause adalah periode menjelang menstruasi terakhir sebelum menopause. Selama rentang waktu ini, produksi estrogen kian berkurang sehingga menstruasi menjadi tidak lancar.

Perubahan ini membuat masa menstruasi Anda juga akan menjadi lebih pendek dibandingkan biasanya.

Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala lain. Anda mungkin mengalami perdarahan tidak normal selama menstruasi, atau tidak mengalami menstruasi pada bulan-bulan tertentu sehingga totalnya tidak mencapai 12 kali dalam setahun.

2. Stres

Stres dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk menghambat produksi hormon estrogen. Kondisi stres yang parah bahkan tidak hanya mengganggu siklus menstruasi, tapi juga bisa membuatnya berhenti selama beberapa bulan.

Stres biasanya disertai dengan gejala lain, seperti tubuh lesu, munculnya perasaan cemas berkepanjangan, gangguan tidur, serta penurunan berat badan.

Jika lama menstruasi Anda berubah secara mendadak, coba amati apakah Anda turut mengalami tanda-tanda stres tersebut.

haid hanya 2 hari

3. Penggunaan KB hormon

KB hormon mengandung hormon progesteron dan estrogen yang berdampak secara langsung pada siklus menstruasi.

Salah satu efek yang muncul pada penggunaan KB pertama kali adalah perubahan masa menstruasi yang menjadi lebih pendek dibandingkan sebelumnya.

Perubahan ini juga dapat terjadi saat Anda mengganti jenis KB yang digunakan, misalnya dari suntik menjadi pil.

Efek samping lain yang sering dikeluhkan dari penggunaan KB hormon adalah munculnya bercak darah sebelum masa menstruasi, nyeri perut, serta sakit kepala.

4. Mengalami sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah gangguan pada ovarium yang menyebabkan tubuh lebih banyak memproduksi hormon seks laki-laki.

Jumlah estrogen pun menjadi jauh lebih rendah dibandingkan seharusnya sehingga berdampak pada siklus menstruasi secara keseluruhan.

Penderita PCOS biasanya mengalami menstruasi tidak teratur, memiliki masa menstruasi yang lebih pendek, atau tidak mengalami menstruasi selama beberapa kali.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan munculnya rambut halus pada wajah, suara yang lebih dalam, hingga kesulitan untuk hamil.

5. Menyusui

Tubuh Anda memproduksi ASI dengan bantuan hormon prolaktin. Namun, hormon ini juga memengaruhi menstruasi dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium dalam proses yang disebut ovulasi.

Tanpa ovulasi yang cukup, masa menstruasi Anda akan menjadi lebih pendek dibandingkan biasanya. Gejala lain yang dapat Anda alami adalah terhentinya menstruasi selama beberapa bulan serta munculnya bercak darah di luar masa menstruasi.

Perubahan lama menstruasi Anda menjadi lebih pendek tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa mengabaikan perubahan masa menstruasi yang terjadi terus-menerus.

Pada beberapa kasus yang jarang, lama menstruasi yang lebih pendek disebabkan oleh kegagalan fungsi ovarium atau jaringan luka pada rahim.

Segera periksakan diri Anda pada dokter apabila masa menstruasi tidak kunjung kembali normal atau disertai gejala lain yang mencemaskan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca