Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan yang Bikin Gatal Vagina

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Keputihan yang terasa gatal adalah masalah yang sering dialami oleh wanita. Normalnya, keputihan tidak akan menimbulkan sensasi apa pun yang mengganggu. Namun, ketika muncul rasa gatal disertai dengan berbagai gejala lainnya, kondisi ini bisa jadi tanda penyakit.

Penyebab keputihan yang membuat vagina gatal

cairan vagina keputihan

Keputihan yang normal berfungsi sebagai pelindung dan pembersih vagina. Namun, keputihan yang tidak normal bisa jadi tanda penyakit yang mungkin Anda idap tanpa sadar. Ketika Ada mengalami keputihan yang membuat vagina terasa gatal, hal-hal berikut ini bisa jadi penyebabnya:

1. Infeksi bakteri vagina

Infeksi bakteri vagina adalah kondisi saat bakteri baik dan jahat yang ada di vagina tidak seimbang. Akibatnya, bakteri jahat yang berlebih ini menimbulkan berbagai masalah salah satunya keputihan yang membuat vagina terasa gatal.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  • Berganti-ganti atau punya banyak pasangan seks
  • Sering membersihkan vagina dengan douching atau pakai sabun kewanitaan
  • Tidak menjaga kebersihan organ intim

Ketika Anda terkena infeksi bakteri vagina, bukan hanya keputihan gatal yang dirasakan. Berbagai gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Keputihan berwarna keabuan, putih, atau kehijauan
  • Sensasi terbakar saat kencing
  • Keputihan berbau menyengat

Namun ternyata, tidak semua wanita mengalami gejala ini saat terkena infeksi bakteri vagina. Ada kalanya infeksi sama sekali tidak disadari di awal kemunculannya karena tidak ada gejala yang nampak.

2. Infeksi jamur vagina

Pada vagina yang sehat, keberadaan jamur atau ragi yang dalam jumlah normal tidak akan memicu masalah apa pun. Namun, ketika jamur berkembang secara tak terkendali, Anda hampir pasti merasakan banyak gejala tak biasa.

Infeksi ragi atau jamur vagina (kandidiasis) biasanya dipicu oleh berbagai hal seperti:

  • Sedang minum antibiotik
  • Sedang hamil
  • Memiliki diabetes yang sudah kronis
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Sering makan makanan manis
  • Hormon tubuh sedang tidak seimbang terutama menjelang haid
  • Stres
  • Kurang tidur

Infeksi jamur vagina ditandai dengan kondisi seperti:

  • Keputihan berwana keabuan atau putih seperti keju cottage yang sangat gatal
  • Area vagina membengkak dan memerah
  • Rasa terbakar dan sakit saat kencing
  • Sakit saat berhubungan seks

Memiliki infeksi jamur yang membuat Anda terus mengalami keputihan yang gatal akan sangat mengganggu aktivitas. Jika segera diobati, gejala umumnya akan membaik kurang dari 7 hari dalam kasus yang ringan.

3. Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh protozoa (organisme bersel tunggal). Sesuai dengan namanya, infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks baik anal, vaginal, maupun oral.

Penyakit ini bisa dengan mudah berpindah jika pasangan Anda memiliki penyakit ini tanpa disadarinya. Risiko penularan akan meningkat jika:

  • Memiliki banyak pasangan seks
  • Tidak pernah menggunakan kondom saat melakukan seks dengan pasangan yang berbeda
  • Memiliki riwayat infeksi menular tertentu
  • Sebelumnya sudah pernah terkena trikomoniasis

Pada wanita, trikomoniasis bisa menyebabkan keputihan yang berbau busuk dengan warna putih, keabuan, kekuningan, atau kehijauan.  Selain itu, keputihan juga membuat vagina terasa gatal.

Area vagina umumnya juga mengalami kemerahan dengan sensasi seperti terbakar. Penyakit ini juga memicu rasa sakit yang seks dan buang air kecil.

4. Gonore

Gonore adalah penyakit yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin, dubur, dan tenggorokan. Infeksi ini termasuk yang sering terjadi pada anak muda berusia 15 sampai 24 tahun.

Jika selama ini menganggap bahwa gonore adalah penyakit yang hanya menyerang pria, Anda keliru. Gonore atau kencing nanah juga bisa menyerang wanita lewat hubungan seks vaginal, anal, dan oral.

Pada wanita, keputihan yang terasa gatal termasuk salah satu gejala yang menandai keberadaan penyakit ini. Selain itu, gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Sakit dan rasa terbakar saat buang air kecil
  • Keputihan yang sangat banyak
  • Muncul bercak darah di antara siklus haid

5. Klamidia

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini sering kali ketahuan saat kondisinya sudah cukup parah. Pasalnya, klamidia memang jarang sekali menunjukkan gejala khusus di awal infeksi.

Ketika gejala mulai muncul, berikut tanda-tandanya:

  • Sakit saat berhubungan seks
  • Keputihan tidak normal yang membuat vagina gatal
  • Sakit saat kencing
  • Sakit di perut bagian bawah
  • Keluar bercak darah di antara siklus haid

5. Penyakit radang panggul

Infeksi ini ditularkan lewat kontak seksual. Bakteri yang masuk melalui vagina menyebar hingga ke organ reproduksi, seperti tuba fallopi, ovarium, atau uterus. Radang panggul bisa menyebabkan wanita sulit hamil.

Wanita dengan radang panggul kerap mengalami keputihan yang gatal dengan bau tak sedap. Selain itu, gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Nyeri di bagian perut dan bawah panggul
  • Perdarahan yang tidak normal, yaitu di antara siklus haid dan selama atau setelah seks
  • Sakit saat kencing
  • Demam yang kadang disertai dengan menggigil

Banyaknya penyebab keputihan yang gatal membuat Anda perlu lebih waspada dan peka terhadap gejala yang dirasakan. Selalu konsultasikan ke dokter jika rasa gatal dan keputihan tak kunjung hilang.

Cara mengatasi keputihan yang membuat vagina gatal

mencegah keputihan

Untuk mengatasi keputihan yang membuat vagina terasa gatal, berikut cara-cara yang bisa dicoba:

Menjaga kebersihan vagina

Usahakan untuk selalu menjaga kebersihkan vagina. Caranya dengan membilas dengan air bersih setelah buang air kecil, buang air besar, dan seks. Gunakan air hangat jika memungkinkan kemudian basuh air dari depan ke belakang. Cara ini dilakukan agar bakteri yang menempel di anus tidak masuk dan menginfeksi vagina.

Tak perlu menggunakan sabun kewanitaan karena vagina punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Sabun kewanitaan hanya membuat infeksi makin memburuk karena pH vagina jadi tidak seimbang

Rutin ganti celana dalam

Ganti celana dalam secara rutin jadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang aktif berkegiatan dari pagi sampai malam hingga tubuh sering berkeringat.

Membiarkan celana yang lembap dan kotor terlalu lama tentu saja bisa memperparah keputihan dan gatal yang dialami. Gantilah dengan celana dalam berbahan katun yang tidak terlalu ketat agar pertukaran udara di dalamnya tetap lancar.

Makan yoghurt

Yoghurt adalah obat infeksi jamur vagina alami karena mengandung bakteri baik. Bakteri ini hidup dalam sistem pencernaan, saluran kemih, dan di sekitar vagina.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy melaporkan kandungan bakteri baik (probiotik) dalam yogurt bisa bantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di dalam vagina.

Obat dokter

Jika cara-cara alami tak mampu hilangkan keputihan yang membuat vagina gatal, Anda butuh obat dari dokter. Biasanya dokter akan menyesuaikan obat dengan penyebab masalah yang sedang Anda alami.

Jika masalahnya karena infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur seperti  fluconazoleterconazole, dan miconazole. Namun, jika ternyata masalahnya disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik seperti metronidazole.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca