6 Penyakit yang Mungkin Terjadi Akibat Berbagi Barang Pribadi

Oleh

Banyak dari kita yang mungkin telah terbiasa berbagi barang-barang pribadi, bisa dengan saudara, teman, atau bahkan dengan orang yang tidak Anda kenal, termasuk barang yang dipakai di tempat umum. Barang pribadi ini bisa berupa handuk, pakaian, sepatu, dan benda-benda lain yang digunakan di tubuh.

Sebaiknya mulai sekarang Anda batasi kebiasaan memakai barang pribadi secara bersama. Mengapa? Karena hal ini dapat menyebabkan Anda tertular dengan berbagai penyakit kulit yang tidak tahu dari mana asalnya.

Apa saja penyakit kulit yang dapat muncul akibat berbagi barang?

Beberapa penyakit kulit dapat disebabkan oleh pemakaian barang-barang pribadi secara bersama, adalah:

1. Kutu rambut

Kutu rambut merupakan serangga kecil yang hidup pada kulit kepala dan rambut. Kutu rambut dewasa bertelur pada akar rambut di mana mereka menjadi melekat erat. Kutu rambut mungkin tidak terlihat, tetapi telur dapat dilihat menempel pada rambut. Kutu rambut dapat ditularkan melalui berbagi barang-barang pribadi, seperti topi, sisir, tempat tidur, atau pakaian. Kutu rambut tidak dapat melompat atau terbang. Sebaiknya jaga kesehatan rambut Anda dengan mencucinya secara teratur untuk menghindari berkembangnya kutu rambut.

2. Kudis

Kudis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh tungau, yaitu serangga kecil dari keluarga laba-laba. Tungau dapat berpindah karena kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tungau dapat hidup hanya beberapa hari pada tubuh dan tidak dapat loncat atau terbang. Tanda-tanda dari kudis adalah munculnya ruam dan sangat gatal, biasanya pada malam hari. Pada anak-anak, biasanya ruam muncul di kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan di antara jari.

3. Kurap

Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau dengan benda yang terkontaminasi, seperti hewan, handuk, selimut, pakaian, tempat tidur, dan lainnya. Kurap pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok bahkan kebotakan.

4. Athlete’s foot

Athlete’s foot merupakan peradangan kulit yang biasanya terjadi pada jempol atau telapak kaki. Athlete’s foot dapat menyebabkan kaki gatal, terasa terbakar, dan nyeri.  Penyakit kulit ini dapat ditularkan melalui pemakaian alas kaki secara bergantian. Untuk mencegah  penyakit ini terjadi pada Anda sebaiknya jaga agar kaki selalu kering dengan menggunakan kaus kaki saat memakai sepatu.

5. Molluscum contagiosum

Molluscum contagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menghasilkan lesi jinak atau benjolan yang muncul di permukaan kulit. Benjolan kecil yang dihasilkan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan lama-kelamaan akan menghilang sendiri tanpa meninggalkan bekas. Virus molluscum contagiosum menyebar melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti handuk, pakaian, dan peralatan olahraga. Anak kecil usia 1 sampai 10 tahun mudah untuk tertular virus ini, apalagi jika ia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

6. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus atau biasa disingkat dengan MRSA merupakan tipe bakteri yang sangat resisten terhadap antibiotik. MRSA sangat mudah ditularkan pada orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. MRSA merupakan salah satu infeksi kulit yang terlihat seperti jerawat, bisul, atau luka. Infeksi dapat menimbulkan rasa sakit, kemerahan, bengkak, dan mungkin bisa bernanah. Jika tidak segera diobati, maka dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. MRSA dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi dan juga dapat ditularkan melalui kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi, seperti benda yang dipakai secara bersama.

Tips untuk menghindari penyakit kulit

Itulah mengapa kita sebaiknya menghindari berbagi barang-barang pribadi. Kebersihan diri harus diutamakan untuk dapat mencegah berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Selain menghindari pemakaian barang pribadi secara bersama, hal lain yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit kulit adalah:

Cuci tangan

Hal yang mudah dilakukan tetapi jarang dipraktikkan oleh kita. Tanpa sadar mungkin kita telah kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan berbagai macam kuman. Untuk membunuh kuman-kuman tersebut, sebaiknya cuci tangan dengan air dan sabun. Dengan mencuci tangan, risiko penyebaran kuman dapat dikurangi. Selain cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebaiknya cuci tangan juga dilakukan setelah menggunakan kamar kecil, mengunjungi orang yang sakit menular, berada di luar ruang, dan setelah kontak dengan hewan.

Walaupun hand sanitizer banyak digunakan sebagai alternatif mencuci tangan belakangan ini, tetapi mengandung bahan kimia yang bisa mengiritasi kulit dan membuat kulit menjadi kering. Anda bisa gunakan hand sanitizer jika memang tidak ada pilihan lain untuk mencuci tangan.

Jaga selalu kebersihan diri

Dengan menjaga kebersihan diri, artinya kita juga mencegah diri kita dari berbagai macam penyakit. Kebersihan diri yang dimaksud seperti mandi dua kali sehari secara teratur, mencuci rambut secara teratur, menggunting kuku, memakai pakaian yang sudah dicuci sebelumnya, menjaga kebersihan barang-barang pribadi, dan hal lainnya yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kebersihan diri.

Tutupi luka Anda

Jika Anda memiliki luka, sebaiknya tutupi dengan perban kering sampai sembuh. Jangan lupa untuk selalu mengganti perbannya, sebaiknya ikuti petunjuk dokter untuk merawat luka dengan tepat. Hindari juga kontak dengan luka atau peran orang lain.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca