6 Penyebab Sakit Ulu Hati yang Perlu Anda Waspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan orang merasa sakit di ulu hati tepat setelah makan banyak. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh refluks asam lambung. Jika benar disebabkan oleh kenaikan cairan asam lambung, nyeri ulu hati juga disertai oleh sering sendawa, perut kembung, atau mual. Namun demikian, nyeri di bagian ulu hati bisa juga menandakan masalah kesehatan lain yang lebih serius dan tidak boleh disepelekan. Simak ulasannya berikut ini.

Selain itu, penyakit juga bisa jadi penyebab sakit di ulu hati

Jika Anda mengalami nyeri ulu hati padahal tidak habis makan, atau terjadi sering sekali, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Keluhan ini bisa menandakan penyakit atau gangguan pada organ-organ di sekitar area ulu hati, seperti:

1. Tukak peptik atau lambung

makanan untuk sakit lambung

Tukak peptik atau tukak lambung umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan obat tertentu secara berlebihan, misalnya pereda nyeri ibuprofen. Baik infeksi atau efek samping ibuprofen dapat melukai dinding lambung atau usus kecil, yang bisa menimbulkan rasa sakit yang menjalar hingga ulu hati.

Selain terasa sakit di ulu hati, gejala yang muncul akibat tukak peptik adalah mual, muntah, sakit perut, dan merasa mudah kenyang. Dalam kasus tertentu, tukak peptik bisa menyebabkan perdarahan dalam. Bila ini terjadi, Anda mungkin juga akan merasakan lelah, lemas, sesak napas, dan pucat.

Walaupun sejumlah gejala berikut terkait dengan tukak lambung, gejala-gejala ini mungkin muncul atau mungkin tidak muncul . Semakin parah lukanya, semakin buruk gejala berikut akan mempengaruhi Anda. Gejala yang paling umum untuk tukak lambung adalah panas dan nyeri perasaan di bagian atas atau tengah perut tergantung pada tempat tukak lambung. Rasa sakit dapat meningkat ketika perut Anda kosong dan lebih baik setelah Anda makan.

Gejala lainnya termasuk:

  • Nyeri di perut
  • Tidak ingin makan karena sakit
  • Mual atau muntah
  • Kembung
  • Bersendawa atau refluks asam lambung
  • Mual (sensasi panas atau sakit di ulu hati)

Dalam kasus yang parah, tukak lambung dapat menyebabkan perdarahan. Anda mungkin dapat mengeluarkan tinja gelap atau hitam, atau muntah darah yang terlihat seperti kopi. Perdarahan dapat terjadi dari waktu ke waktu atau terjadi tiba-tiba, menyebabkan pendarahan yang mengancam jiwa.

2. Batu empedu

batu ginjal dan batu empedu

Batu empedu yang memblokir saluran kantong empedu dapat menyebabkan  sakit di ulu hati. Gejala lain yang meliputi adalah kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, perut kembung, demam tinggi, kulit terlihat kuning (jaundice), feses berwarna tanah liat, dan sakit yang hebat di dekat sisi kanan atas perut setelah makan.

Terdapat 2 jenis batu empedu, yaitu:

  • Batu kolesterol. Batu ini berwarna kuning dan terutama mengandung kolesterol yang tidak dapat dicerna. Batu ini merupakan batu empedu yang paling sering terjadi.
  • Batu pigmen. Batu ini berwarna cokelat tua dan hitam dan terutama mengandung bilirubin yang berlebihan.

Pada kebanyakan kasus, batu empedu harus ditangani lewat pembedahan untuk membuang batu tersebut. Anda dapat mencegah batu empedu jika Anda menjaga berat badan Anda dalam rentang yang normal. Anda harus mengurangi konsumsi lemak, protein, tapi menambah konsumsi serat untuk mengurangi kolesterol.

3. Preeklampsia pada ibu hamil

sindrom helpp

Dilansir dari Health Line, ibu hamil adalah kelompok orang yang paling rentan mengeluhkan sakit di ulu hati. Pasalnya, janin yang terus membesar seiring masa kehamilan akan menekan perut, sehingga menimbulkan rasa sakit. Selain itu, perubahan kadar hormon selama kehamilan juga dapat memengaruhi tingkat rasa sakit.

Namun bila terus-terusan terjadi, sakit di ulu hati bisa menjadi pertanda preeklampsia. Selain itu berikut adalah tanda atau gejala preeklampsia:

  • Tiba-tiba mengalami pembengkakan pada muka, kaki, tangan, dan mata
  • Tekanan darah menjadi sangat tinggi, yaitu lebih dari 140/90mmHg
  • Terjadi peningkatan berat badan dalam 1 atau 2 hari
  • Nyeri pada perut bagian atas
  • Nyeri kepala yang sangat parah
  • Timbul rasa mual dan muntah
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urin
  • Terdapat protein pada urin (hal ini diketahui setelah melakukan pemeriksaan urin)

Efek preeklampsia bisa sama-sama fatal bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, Anda membutuhkan pengawasan ketat dari dokter jika sudah terdiagnosis. Beberapa pemeriksaan seperti tes darah, tes urine, dan pemeriksaan tekanan darah diperlukan untuk mendapatkan diagnosis tepat.Namun terkadang ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia juga mengalami tanda serta gejala tersebut, oleh karena itu penting untuk memeriksakan diri ke dokter saat hamil.

4. Radang kerongkongan (esofagitis)

mengobati radang tenggorokan

Esofagitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan dinding dalam kerongkongan, pipa penyalur makanan dari mulut ke lambung. Peradangan ini bisa disebabkan oleh kenaikan asam lambung (heartburn), infeksi, dan iritasi sebagai efek samping penggunaan obat-obatan tertentu. Gangguan sistem kekebalan tubuh tertentu juga bisa menyebabkan peradangan ini.

Gejala lain yang terjadi selain sakit ulu hati adalah kesulitan menelan, rasa terbakar di sekitar dada atau tenggorokan, rasa asam tidak normal di mulut Anda.

Esofagitis juga dapat menyebabkan nyeri saat menelan,  sulit menelan, nyeri dada (khususnya di belakang tulang dada, yang terjadi saat menelan makanan), makanan yang tertelan terjebak di dalam esofagus (impaksi makanan), mulas, dan regurgitasi asam.Bila tidak diobati, esofagitis bisa mengakibatkan pembentukan jaringan parut atau pendarahan.

5. Radang perut (gastritis)

sakit perut saat malam hari

Radang perut bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri H. pylori, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau kerusakan pada organ dalam perut tertentu yang terus berlanjut.

Gastritis juga sering disebut sebagai maag. Padahal maag adalah istilah yang digunakan orang awam untuk menggambarkan suatu kondisi dengan kumpulan gejala seperti keluhan sakit perut, mual, muntah, dada terasa perih seperti terbakar, kembung, begah, dan mulut terasa asam.

Maka, maag sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan sebagai gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu. Gastritis bisa berkembang menjadi kronis dalam waktu singkat atau berlangsung selama bertahun-tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan. Gejala umum yang menyertainya adalah ketidaknyamanan pada bagian dada atau sakit di ulu hati, mual, muntah darah yang terlihat seperti ampas kopi, dan feses berwarna hitam.

6. Pankreatitis

sakit perut setelah makan daging

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas. Selain nyeri di bagian ulu hati, gejala lain yang muncul adalah kehilangan nafsu makan, sakit perut, demam, percepatan detak jantung, serta feses berminyak dan bau aneh. Gejala pankreatitis akut lainnya meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Demam hingga 38 derajat Celcius atau lebih
  • Peningkatan denyut nadi
  • Sakit kuning
  • Nyeri atau pembengkakan pada perut

Pada kasus yang paling parah, pankreatitis dapat menyebabkan perdarahan, syok, dan berakhir dengan kematian.

Bila sakit di ulu hati sering terjadi atau diikuti gejala-gejala di atas atau bahkan gejala lainnya yang tidak disebutkan, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Pada umumnya, Mengubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat menjadi langkah terbaik untuk mengurangi kekambuhan nyeri pada ulu hati yang umum terjadi.

Selain sakit, kadang rasa panas di ulu hati sering terjadi setelah makan

Mengapa panas atau sakit di ulu hati bisa terjadi setelah makan? Begini, saat Anda menelan makanan, makanan tersebut akan melewati kerongkongan agar bisa turun ke lambung untuk dicerna. Gerakan menelan ini menyebabkan otot antara esofagus dan lambung — dikenal dengan sfingter esofageal terbuka, agar makanan dan cairan dapat masuk ke lambung. Saat tidak menelan, sfingter akan tetap menutup.

Jika sfingter esofageal tidak menutup sempurna setelah Anda menelan, cairan isi lambung yang bersifat asam bisa kembali naik ke esofagus. Reaksi ini dinamakan refluks. Kadang, asam lambung ini mencapai bagian terbawah esofagus, dan menimbulkan sensasi terbakar di ulu hati.

Selain itu, setelah kekenyangan makan banyak atau makan makanan yang super pedas, tak jarang perut jadi diteror oleh sensasi perih terbakar tepat di ulu hati. Biasanya ini juga disertai dengan rasa asam atau pahit di tenggorokan atau mulut. Sensasi perut panas seperti ini sering kali disebut dengan heartburn.

Bagaimana meredakan rasa panas atau sakit di ulu hati setelah makan?

Makan merupakan kebutuhan primer, namun jika konsekuensinya adalah menghadapi teror mulas dan perut panas, tentu hal ini akan sangat mengganggu. Namun, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa perih terbakar di ulu hati.

1. Jangan segera berbaring

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Ya, banyak dari kita yang tunduk oleh rasa kantuk akibat kekenyangan dan akhirnya memilih untuk tiduran setelah makan. Akan tetapi, Anda sebaiknya menunda dulu keinginan Anda. Langsung berbaring setelah makan dapat memperparah sensasi perut panas.

Jika Anda merasa ngantuk setelah makan, Anda dapat berjalan-jalan singkat atau melakukan berbagai aktivitas ringan selama kurang lebih 30 menit. Mencuci piring atau berjalan di sekitar kompleks mungkin dapat menjadi pilihan yang baik. Waktu yang paling baik untuk berbaring adalah dua jam setelah makan, hindari juga mengonsumsi makanan ringan sesaat sebelum tidur.

2. Kenakan pakaian yang longgar

Ikat pinggang atau pakaian lain yang ketat dapat menekan perut, sehingga memperburuk rasa terbakar pada ulu hati. Kendurkan semua pakaian yang ketat setelah makan atau Anda dapat berganti baju, memakai baju yang lebih longgar.

3. Hindari rokok, alkohol, atau kafein

Bagi perokok berat, merokok setelah makan merupakan ritual suci yang tak boleh terlewatkan. Ternyata, merokok setelah makan justru dapat memperparah rasa perut panas. Ini karena merokok dapat melemahkan kinerja otot pada lambung yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke tenggorokan. Kafein dan alkohol juga akan memberi efek yang sama.

4. Tinggikan kepala dan tubuh bagian atas saat berbaring

Meninggikan bagian atas tubuh Anda sebanyak kurang lebih 10-15 cm saat rebahan dapat mencegah refluks asam lambung dan perut panas. Saat tubuh bagian atas dinaikkan, maka gravitasi akan mencegah isi lambung naik kembali ke esofagus. Namun, Anda perlu berhati-hati jika mengganjal tubuh Anda dengan tumpukan bantal. Perhatikan agar tubuh Anda tidak menekuk, karena tubuh yang tertekuk akan meningkatkan tekanan di perut dan justru semakin menambah gejala perut mulas dan sensasi terbakar di ulu hati.

Tidur dengan bantal cekung yang dirancang khusus juga merupakan pilihan lain yang cukup efektif. Kebanyakan bantal yang dijual akan menaikkan kepala, bahu, dan dada Anda sebesar 30-45 derajat, atau 15-20 cm untuk mencegah refluks. Selain itu, Anda dapat menggunakan bantal ini dengan posisi miring atau tidur telentang tanpa khawatir akan menekan leher atau kepala Anda.

5. Kurangi makan makanan berlemak

Selain mengubah kebiasaan setelah makan, penting juga untuk mengusahakan mengonsumsi makanan rendah lemak, karena lemak dapat memperburuk gejala perut panas dan mulas.

Sensasi panas dan sakit di ulu hati tidak kunjung mereda setelah makan, haruskah khawatir?

Jika Anda tidak merasakan adanya perbaikan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Sesekali mengalami perut panas dan mulas adalah hal yang wajar, namun jika Anda terlalu sering merasa terbakar atau sakit di ulu hati lebih dari dua kali dalam seminggu atau gejala yang Anda alami justru memburuk, segera konsultasi ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan memberikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana cegah sakit di ulu hati?

  • Makan lebih teratur. Salah satu penyebab kenaikan asam di lambung yang akan menyebabkan ulu hati terasa sakit adalah pola makan yang tidak teratur. Oleh karena itu, usahakan untuk memiliki jam makan yang sama setiap hari. Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena hal tersebut dapat memicu asam naik ke tenggorokan saat tidur.
  • Hindari ngemil di antara waktu makan. Kebiasaan satu ini dapat membuat pencernaan kesulitan untuk mencerna makanan yang terlalu banyak. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu yang cukup lama pula untuk mencerna makanan tersebut.
  • Perhatikan porsi makan. Cara mengatasi sakit di ulu hati lainnya adalah dengan memperhatikan porsi makan. Pasalnya makan dalam porsi besar dapat memicu refluks. Untuk menghindari kelaparan, sebaiknya Anda makan lebih sering namun dalam porsi yang lebih kecil.
  • Mengunyah makanan dengan benar. Meski terlihat sepele, cara satu ini penting untuk diperhatikan. Pasalnya hal ini dapat dapat membantu enzim pencernaan mengolah dan mencerna makanan dengan lebih mudah sehingga mengurangi risiko asam lambung naik atau memperburuk gejala sakit di ulu hati yang Anda alami.
  • Hindari minum air terlalu banyak saat makan. Minum terlalu banyak air di tengah waktu makan bisa mencairkan asam di lambung dan membuat makanan yang Anda konsumsi lebih sulit untuk dicerna.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca