Kenapa Ada Orang yang Punya Muka Jutek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Resting bitch face atau muka jutek adalah sebuah cap yang mungkin disandang banyak orang di seluruh dunia, terutama para wanita. Orang yang punya muka jutek memang relatif datar atau tampak sangat bosan atau kesal. Hal ini membuat mereka sering dianggap tidak ramah, pemarah, galak, sinis, dan cuek. Lantas, kenapa seseorang bisa memiliki muka yang jutek? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Para ahli menemukan fakta ilmiah mengapa seseorang bisa memiliki muka jutek

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa fenomena tentang muka jutek atau resting bitch face adalah hal yang nyata. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Throwing Shade: The Science of Resting Bitch Face. Penelitian tersebut dilakukan oleh Abbe Macbeth dan Jason Rogers dari Noldus Information Tecnology, yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak untuk menganalisis wajah para selebriti Hollywood, Amerika Serikat.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak berteknologi tinggi yang bisa membaca ekspresi manusia, FaceReader. Alat tersebut bekerja dengan cara memetakan dan menganalisis lebih dari 500 titik di wajah sebagai acuan dari delapan emosi dasar manusia, yaitu sedih, bahagia, marah, takut, kaget, jijik, netral, dan menghina.

Hasilnya, para ahli menemukan fakta bahwa rata-rata ekspresi wajah manusia terdiri dari 97 persen ekspresi wajah netral (alami) dan 3 persen sisanya menunjukkan emosi kecil seperti kesedihan, kebahagian, dan kemarahan.

Namun, orang yang memiliki raut wajah jutek ternyata tingkat emosinya naik hingga dua kali lipat menjadi 6 persen. Dari hasil pemindaian foto, sebagian besar emosi yang diekspresikan orang yang memiliki wajah jutek adalah ekspresi menghina atau meremehkan. Hal ini bisa dilihat dari isyarat kecil seperti menyipitkan mata atau menarik salah satu sudut bibit yang dianggap sebagai bentuk dari ekspresi menghina. Ekspresi menghina sendiri diartikan sebagai perasaan bahwa ada sesuatu yang patut dicemooh.

Maka, fisiologi atau bentuk wajahlah yang akhirnya memainkan peran besar dalam membentuk kesan jutek. Jadi tak heran kalau banyak orang yang dicap jutek memiliki ciri khas mata sipit atau sayu, sudut bibir yang melengkung ke bawah, atau alis yang posisinya agak turun ke arah dalam (hidung).

muka jutek

Jadi kenapa ada orang yang punya muka jutek dan ada yang berwajah ramah?

Sampai saat ini para ahli tidak mengetahui jawaban yang pasti mengapa seseorang bisa memiliki muka jutek. Namun, para ahli menduga bahwa faktor genetik dan lingkungan sekitar ikut berpengaruh terhadap pembentukan ekspresi wajah tersebut.

Selama ini, muka jutek selalu diidentikan dengan kaum wanita karena banyak yang meyakini bahwa jumlah wanita yang berwajah jutek lebih banyak dibanding pria. Selain itu, kebanyakan artikel anekdot dan jurnal ilmiah juga sering mengisyaratkan bahwa hanya wanitalah yang punya wajah jutek. Padahal, faktanya tidak selalu begitu.

Dari hasil penelitian ini, para peneliti percaya bahwa asumsi yang mengatakan wajah jutek hanya dimiliki wanita pada dasarnya dibangun dari norma-norma sosial yang menuntut wanita untuk selalu tersenyum, bahagia, dan ramah terhadap orang lain, bukan pada fisiologi atau bentuk wajah seseorang.

Jadi ketika perempuan tidak tersenyum atau tidak menunjukkan ekspresi wajah yang menyenangkan, perempuan akan lebih cepat dicap jutek atau judes. Sedangkan laki-laki tidak terlalu banyak dituntut untuk menebar senyum, sehingga ketika seorang laki-laki menunjukkan ekspresi wajah datar atau agak menghina, tidak ada yang mempermasalahkannya.

Karena itu, kesimpulan dari penelitian ini yaitu seseorang bukan “punya” muka jutek, melainkan masyarakatlah yang memberinya cap demikian akibat ciri khas tertentu pada fisiologi wajahnya. Jadi sebenarnya orang yang dicap punya muka jutek belum tentu sedang merengut atau bermuka masam. Ia mungkin tidak sedang menunjukkan ekspresi wajah kesal atau jutek, hanya saja orang lain mengartikan bentuk wajahnya seolah sedang menunjukkan emosi negatif.

Yang bisa Anda lakukan agar tidak selalu dicap jutek

Ada dua hal penting yang bisa Anda lakukan supaya Anda tidak selalu dicap si pemarah, si galak, dan si judes. Di antaranya adalah:

  • Senyum. Orang yang memiliki muka jutek sering ditegur karena jarang senyum. Meski orang yang memiliki wajah jutek tidak mudah tersenyum dari sananya, bukan berarti Anda tidak bisa melatihnya. Anda bisa memulainya dengan banyak berpikir positif. Semakin positif pikiran Anda, semakin mudah pula untuk tersenyum. Hasilnya, senyum Anda akan telihat lebih alami, tidak dipaksakan.
  • Senam wajah. Cenderung memiliki ekspresi wajah yang itu-itu saja membuat orang berwajah jutek lebih rentan mengalami kekakuan otot wajah karena peredaran darah di wajahnya tidak berjalan dengan baik. Untuk menyiasatinya, Anda bisa melakukan senam wajah secara rutin sebelum dan setelah bangun tidur. Senam wajah tidak hanya memperlancar sirkulasi darah Anda, namun juga membantu menjaga kekenyalan kulit dan mencegah kulit kendur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit