5 Penyakit yang Bikin Anda Sering Buang Air Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sering kencing bisa terjadi akibat udara dingin, terlalu banyak minum, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Namun bila bukan karena ketiganya, Anda perlu merasa khawatir. Sebab ada beberapa penyakit yang membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Penyakit apa sajakah itu?

1. Kanker prostat

Penyakit ini terjadi akibat adanya sel kanker pada kelenjar prostat yang akhirnya membuat prostat menjadi membesar. Penyakit kanker prostat hanya terjadi para pria saja.

Salah satu gejala awal yang muncul pada penderita kanker prostat adalah sering buang air kecil. Keseringan buang air kecil ini disebabkan karena air seni sulit dikeluarkan akibat prostat yang membesar dan menekan uretra (tabung yang membawa urin keluar dari dalam tubuh) dan menghambat aliran urin. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih menjadi mudah berkontraksi.

Kandung kemih mulai berkontraksi bahkan ketika mengandung sedikit urin menyebabkan penderitanya sering buang air kecil. Selain sering buang air kecil, gejala lainnya yang muncul adalah buang air kecil terasa sakit karena susah untuk dikeluarkan diikuti dengan rasa panas pada penis, aliran air seni menjadi lemah, dan mungkin juga ada darah pada air kencing.

2. Gonore

Penyakit kelamin ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang ditularkan melalui anus, penis, vagina, maupun mulut ketika melakukan hubungan seks. Jika penderitanya pria, tanpa ejakulasi pun bakterinya dapat berpindah. Penyakit ini dapat diturunkan kepada bayi jika ibunya positif mengidap penyakit gonore.

Penyakit ini bisa menyerang wanita maupun pria. Gejala-gejala dari penyakit ini akan muncul 11 sampai 14 hari sejak terinfeksi. Penyakit ini menyebabkan penderitanya sering buang air kecil atau buang air kecil terasa sakit.

Pada pria biasanya urin menjadi putih, kuning, atau hijau, bahkan bernanah dan terasa nyeri pada testis. Sedangkan pada wanita biasanya akan terjadi demam disertai muntah dan sakit perut atau panggul, keputihan yang berwarna kuning atau hijau, dan vulva membengkak.

3. Infeksi saluran kencing

Ini adalah kondisi infeksi yang bisa terjadi pada uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal. Bila mempengaruhi saluran kencing bawah, infeksi saluran kencing dapat menyebabkan seseorang merasa perlu kencing setiap saat. Adanya sejumlah darah walaupun sedikit dalam urin juga bisa menjadi indikasi. Infeksi saluran kencing memang lebih sering terjadi pada wanita karena wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, namun pria juga dapat mengalaminya.

4. Kanker kandung kemih

Kandung kemih adalah organ berongga yang mengumpulkan urin dari ginjal melalui ureter untuk penyimpana,n dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. Kanker kandung kemih adalah pertumbuhan abnormal sel kandung kemih yang biasanya lebih banyak terjadi pada pria.

Penyakit kanker kandung kemih ini sering ditandai dengan sering buang air kecil dan adanya darah dalam urin. Penyebab terjadinya kenker kandung kemih biasanya adalah paparan zat karsinogen, seperti asap rokok, selama bertahun-tahun.

5. Prostatitis

Berbeda dengan kanker prostat, prostatitis bukanlah kanker namun peradangan yang terjadi pada prostat sehingga prostat menjadi bengkak dan meradang. Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri. Bisa juga terjadi sebagai efek jangka panjang akibat infeksi saluran kencing yang tidak diobati. Gejala awal yang muncul adalah kebutuhan mendesak untuk buang air kecil biasanya pada malam hari, diiringi rasa sakit ketika ejakulasi.

Bagaimana cara mencegah penyakit tersebut?

Untuk terhindar dari beberapa penyakit tersebut, Anda perlu menjaga kebersihan organ kemaluan baik itu ketika melakukan seks atau sesudah buang air besar maupun kecil. Kanker tidak bisa dicegah sepenuhnya karena ada banyak faktor risiko yang tak bisa dihindari, namun Anda bisa mengurangi risiko dengan cara menjalani gaya hidup sehat, jauh dari rokok, alkohol, dan makanan tak sehat.

Sedangkan untuk mencegah penyakit kelamin, meskipun sunat memiliki manfaat untuk mengurangi penyakit yang berkaitan dengan penis atau saluran kemih, namun disunat atau tidak, Anda tetap berpotensi tertular penyakit jika melakukan seks tanpa pelindung. Bukan saja penyakit kelamin, namun juga HIV. Selalu gunakan kondom untuk membuat seks menyenangkan namun tetap aman tanpa harus terpapar risiko tertular penyakit menular seksual.

Baca Juga:

Sumber