Berapa Banyak Gula yang Harus Dikurangi Jika Ingin Terhindar dari Obesitas?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak makan makanan bergula identik dengan penyakit diabetes dan obesitas, yang dapat membuka gerbang ke lebih banyak penyakit kronis lainnya. Untuk itu, Anda dan keluarga harus mulai mengurangi asupan gula harian agar hidup lebih sehat. Tapi seberapa banyak gula yang harus dikurangi demi melindungi diri dari risiko penyakit-penyakit ini, dan bagaimana cara menguranginya? Simak selengkapnya di artikel ini.

Konsumsi gula berlebih menyebabkan kenaikan berat badan

Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa makanan berlemak dapat meningkatkan berat badan. Sehingga, saat Anda sedang menjalankan program penurunan berat badan, yang Anda hindari adalah makan makanan berlemak, seperti makanan yang digoreng, fast food, daging berlemak, dan lainnya.

Namun jangan salah, konsumsi gula pun sebaiknya Anda kurangi ketika ingin menurunkan berat badan. Pasalnya, dalam tubuh, kelebihan gula dari makanan harian Anda akan disimpan dalam bentuk lemak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Efek ini tentu akan sama jika Anda “rajin” minum-minuman kemasan yang manis. Kebanyakan minuman kemasan diperkaya dengan pemanis buatanĀ yang dapat membahayakan kesehatan.

Sedikit saja mengurangi porsi gula harian langsung terasa manfaatnya

Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini membuktikan hal yang cukup mengejutkan. Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of the American Osteopathic Association (JAOA) ini membuktikan bahwa mengurangi konsumsi gula selama kurang dari dua minggu saja dapat meningkatkan fungsi metabolik dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Mengurangi konsumsi gula, terutama gula fruktosa (seperti sirup jagung tinggi fruktosa yang banyak terkandung dalam minuman ringan), bisa membantu mencegah masalah kesehatan, termasuk obesitas, perlemakan hati, dan diabetes mellitus tipe 2. Hal ini karena fruktosa ternyata dapat mempercepat penyimpanan gula di hati dalam bentuk lemak. 90% fruktosa dimetabolisme di hati dan diubah menjadi lemak hingga 18,9 kali lebih cepat dibanding glukosa (contohnya: gula meja).

Fruktosa tidak mempunyai nilai gizi dan memicu sinyal kenyang ke otak. Sehingga, walaupun tubuh Anda sudah mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan menyimpannya sebagai lemak, tapi otak tidak menyadari bahwa Anda sudah makan. Akibatnya, Anda akan terus merasa lapar. Hal ini kemudian dapat mendorong Anda untuk makan lagi dan lagi, sehingga berat badan naik dan risiko penyakit meningkat.

Fruktosa merupakan gula yang secara alami terdapat dalam buah, tapi dalam jumlah sedikit. Jadi jangan khawatir, fruktosa yang ada dalam buah tidak akan membahayakan kesehatan Anda. Tapi, gula fruktosa yang terdapat dalam minuman ringan atau makanan manis jumlahnya sangat tinggi dan dapat membahayakan kesehatan Anda.

Berapa banyak gula yang harus dikurangi?

Mengurangi konsumsi gula, terutama sirup jagung tinggi fruktosa, merupakan cara mudah untuk meningkatkan kesehatan Anda, tanpa harus melakukan diet dan membatasi asupan kalori. Jadi, bagi Anda yang mempunyai berat badan berlebih maupun normal, sebaiknya kurangi konsumsi gula Anda sekarang.

WHO merekomendasikan agar Anda membatasi konsumsi gula tidak lebih dari 5-10% dari asupan kalori harian. Atau, tidak lebih dari 30 gram gula (sekitar 7 sendok teh) per hari. Coba hitung, apakah konsumsi gula Anda sudah kurang dari 30 gram per hari atau justru lebih? Tidak hanya gula yang Anda tambahkan dalam teh atau kopi yang Anda buat, tapi hitung juga gula yang ada dalam makanan manis, makanan kemasan, dan minuman kemasan yang Anda konsumsi.

Mungkin sulit untuk menghitung sudah berapa banyak gula yang masuk ke tubuh Anda, tapi cobalah kurangi pelan-pelan konsumsi gula Anda. Jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, biasakan untuk melihat informasi nilai gizi yang ada pada kemasan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak kandungan gula yang ada di dalamnya. Sehingga, memudahkan Anda untuk memperkirakan berapa banyak gula yang Anda konsumsi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca