Tips Jaga Berat Badan Kalau Anda Hobi Jajan Makanan Kekinian

Anda yang penggemar kuliner pasti sangat memerhatikan bagaimana tren makanan kekinian di Indonesia terus silih berganti. Tahun lalu kita sempat dibuat heboh dengan makanan yang bertema pelangi, yang serba matcha atau red velvet, hingga yang teranyar adalah es kepal susu dan donat mie. Nah jika Anda bukan termasuk orang yang bisa mengerem nafsu makan, hobi jajan di luar mungkin menjadi penyebab kenapa angka di timbangan Anda terus naik. Namun jangan khawatir! Anda bisa saja terus makan enak di tempat-tempat nongkrong kekinian sambil menerapkan tips jaga berat badan ini.

Makanan kekinian biasanya mengandung kalori tinggi

Rasa dan tampilan dari makanan kekinian memang menggugah selera. Namun sayangnya, makanan trendi mengandung banyak kalori dari gula, garam, dan lemak yang tersembunyi di dalamnya.

Ambil contoh martabak manis. Dalam adonan martabaknya saja sudah mengandung gula dan terigu, kemudian dalam proses pembuatannya ditabur lagi dengan gula dan diolesi banyak margarin. Tak ketinggalan, cokelat lumer, keju, wafer, dan lainnya ditaruh di atas martabak sebagai topping. Satu potong martabak manis cokelat keju standar bisa mengandung 26 gram gula dan total 300 kalori, lho!

Angka di atas pun belum ditambah dengan hitungan kalori dari lemak yang berasal dari mentega, susu, keju, dan minyak gorengnya. Sebagai catatan, 1 gram lemak yang terkandung dalam seporsi makanan dapat menyumbang sebanyak 9 kalori. Lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein yang masing-masing hanya menyumbang 4 kalori.

Donat mie (sumber: @donutpapi/ozeating.com.au)

Bagaimana dengan garam? Martabak manis memang mungkin tidak pakai garam, tapi masih ada segudang makanan kekinian lainnya di luar sana yang bercita rasa asin gurih. Misalnya martabak telor atau yang seperti pada gambar di atas, yaitu donat mie.

Tak dapat dipungkiri bahwa penambahan garam membuat rasa makanan menjadi lebih enak. Makanan yang kurang garam akan terasa lebih hambar. Ini karena ion-ion yang terkandung dalam garam berinteraksi dengan air dari makanan selama proses memasaknya. Penguapan yang dihasilkan tersebut akan menghasilkan aroma makanan yang menggoyang lidah. Aroma inilah yang kemudian memengaruhi persepsi Anda terhadap rasa makanan dan tentunya membuat Anda jadi lapar.

Namun, biasanya makanan yang mengandung garam tinggi juga mengandung lemak tinggi dan nol gizi.

Makan enak boleh, tapi baca dulu tips jaga berat badan ini

Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja sebenarnya kandungan yang membuat makanan kekinian itu enak. Kandungan di dalamnya memang membuat makanan lebih enak, tapi juga membuat makanan jadi mengandung banyak kalori. Ditambah lagi, biasanya makanan kekinian yang banyak kalori tidak didukung dengan kandungan gizi yang banyak. Bahkan, biasanya nol gizi, hanya mengandung gula dan lemak.

Jika dimakan terlalu banyak, ini dapat menyumbang kalori berlebih untuk tubuh Anda. Alhasil, Anda mungkin akan kelebihan berat badan, atau bahkan gemuk, tapi kekurangan nutrisi. Tentu, Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengontrol asupan makan anda tiap hari. Mencoba makanan kekinian boleh, tapi asal tidak berlebihan. Anda juga harus tetap mengimbanginya dengan makan makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan segar serta kacang dan biji-bijian utuh.

Ingat, tubuh Anda juga membutuhkan vitamin dan mineral yang bisa ditemukan dalam makanan sehat. Vitamin dan mineral diperlukan agar fungsi tubuh berjalan dengan baik, termasuk membantu tubuh mengurai makanan menjadi energi, sehingga tubuh Anda tetap sehat.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru