Efektifkah Menahan Rasa Lapar Dengan Makan Snack Bar?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Sore hari sering kali menjadi jam-jam yang rawan, karena pada jam-jam tersebut biasanya rasa kenyang yang Anda dapatkan saat makan siang mulai tak lagi terasa. Beberapa orang kemudian cenderung menahan lapar dengan snack bar ketimbang langsung memakan makanan berat, untuk mengatasi kondisi ini. Namun, apakah cara ini efektif?

Kenapa Anda merasa lapar?

Rasa lapar adalah salah satu insting manusia yang paling kuat. Insting ini dikatakan kuat, karena mampu menggerakkan Anda untuk mencari makanan hingga pada respon tertentu memungkinkan Anda berakhir dengan makan berlebihan.

Rasa lapar ini terjadi karena suatu saraf pada otak Anda yang menyadari adanya penurunan kadar hormon, lemak, kalori dan nutrisi lain yang terkandung pada darah Anda. Kondisi ini juga terjadi karena peranan suatu hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal ke otak, pada saat Anda membutuhkan keberadaan makanan dalam tubuh Anda (ghrelin), yang tengah berada pada kadar tingginya. Hormon ini kemudian akan berkurang seiring dengan masuknya makanan ke dalam tubuh Anda.

Apa itu snack bar?

Snack bar adalah makanan kemasan berbentuk batangan padat yang dihasilkan dari pengolahan tepung dan beberapa bahan lainnya. Selain kondisi lapar tapi nanggung yang telah disebutkan di atas, gaya hidup masa kini yang berpacu dengan waktu, sering kali juga menyebabkan Anda mengalami kesulitan dalam mencari waktu luang di tengah kesibukan Anda, untuk mengatasi sinyal lapar yang dikirimkan oleh otak Anda tersebut. Penyajian snack bar yang praktis, kemudian menjadikan banyak orang menahan lapar dengan snack bar sebagai  salah satu alternatif solusi.

Plus minus mengatasi lapar dengan makan snack bar

Menurut seorang ahli gizi, Lauren Ross, sebagian besar snack bar mengandung karbohidrat. Sehingga snack bar mungkin mampu untuk menahan rasa perasaan lapar Anda, hingga waktu makan Anda selanjutnya tiba. Namun perlu diperhatikan bahwa, snack bar sebaiknya hanya dikonsumsi untuk mengganjal rasa lapar Anda, bukan untuk mengatasi keinginan Anda terhadap suatu makanan spesifik tertentu (craving).

Hal ini dikarenakan saat seseorang ngidam suatu makanan tertentu, pada beberapa kasus, ia akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan volume yang ia konsumsi. Padahal terkait dengan kandungannya, sebagian besar snack bar juga mengandung gula dalam kadar yang banyak, sehingga bukan merupakan suatu pilihan makanan yang sehat untuk dikonsumsi dalam volume yang besar.

Selain karbohidrat, snack bar juga umumnya mengandung lemak jenuh, jenis lemak yang bila dikonsumsi dalam kuantitas yang besar, akan memperbesar peluang Anda terserang diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Seperti apa snack bar yang sehat?

Meski mengandung gula dan lemak jenuh, bukan berarti Anda sama sekali tak boleh makan snack bar. Berita baiknya, Anda tetap mampu menyiasati kondisi ini dengan mempelajari lebih dulu nutrisi yang terkandung di dalam snack bar tersebut, sebelum memutuskan untuk membelinya.

Menurut seorang ahli gizi olahraga, Chloe McLeod, snack bar tersebut akan mengenyangkan namun tetap sehat, apabila:

  • Kadar lemak jenuh yang dikandungnya sebesar kurang dari tiga gram
  • Kadar karbohidrat yang dikandungnya sebesar kurang dari sama dengan 20 gram
  • Kadar gula yang dikandungnya sebesar kurang dari 10 gram
  • Kadar kalori yang dikandungnya kira-kira 100 hingga 150 gram
  • Kadar garam yang dikandungnya kurang dari 120 miligram
  • Kadar serat yang dikandungnya kira-kira dua hingga empat gram
  • Kadar protein yang dikandungnya lebih dari sama dengan delapan gram.

Namun sebenarnya lebih dari itu, akan lebih baik memakan makanan yang merupakan buatan Anda sendiri atau buah sebagai pengganti snack bar untuk mengganjal rasa lapar Anda. Snack ini tentu akan lebih sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . 5 menit baca

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 05/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca