6 Manfaat Kesehatan dari Agar Gelatin yang Sayang untuk Dilewatkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Puding dan agar-agar tentu rasanya sudah tidak asing lagi di lidah. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata kedua makanan penutup ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan berkat bahan utama pembuatnya, yaitu gelatin. Gelatin adalah bentuk lain dari kolagen.

Apa itu gelatin?

Gelatin adalah bentuk lain dari gelatin, yang didapat dari proses pendidihan tulang, tulang rawan, atau kulit hewan.

Kolagen adalah jenis protein berserat dan tak larut yang jumlahnya paling berlimpah dalam tubuh mamalia. Kolagen merupakan fondasi utama dari tulang, kulit, urat, dan ligamen untuk memberikannya struktur dan kekuatan. Kolagen juga ditemukan di banyak bagian tubuh lainnya, termasuk pembuluh darah, kornea mata, dan gigi. Ibaratnya, kolagen adalah sebuah lem yang merekatkan keseluruhan tubuh menjadi satu kesatuan. Bahkan kata kolagen sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, “kólla” yang berarti lem.

Setelah melewati tahap pemrosesan, kolagen akan menampakkan wujudnya sebagai zat yang tidak berwarna dan tidak berasa. Gelatin adalah yang apa kita dapat dari proses ini. Sesudah gelatin mendingin, teksturnya akan mengental seperti agar. Umumnya, gelatin terbuat dari babi. Namun di Indonesia lebih umum ditemukan gelatin yang terbuat dari sapi atas dasar kehalalannya.

Gelatin pada umumnya tersedia dalam bentuk lembaran transparan tipis, mirip plastik. Untuk mengolahnya, gelatin harus dilarutkan lebih dulu di dalam air panas untuk kemudian ditambahkan sebagai campuran saus, sup, hingga dessert. Ada banyak manfaat yang kita bisa dapatkan dari gelatin. Apa saja itu?

Manfaat gelatin adalah…

Gelatin sama menyehatkannya dengan kolagen karena kandungan asam aminonya sama dengan kolagen.

1. Sumber protein hewani

Karena dibuat dari bagian tubuh hewan, gelatin mengandung protein dalam jumlah yang cukup besar. Setengah gelas gelatin yang dilarutkan (120 ml) bisa mengandung hingga 2 gram protein. Kebanyakan sumber protein hewani mengandung lemak jenuh yang tak baik bagi kesehatan, sementara gelatin tak mengandung lemak sama sekali.

2. Melancarkan pencernaan

Gelatin dapat membantu melancarkan pencernaan. Kandungan glisin dalam gelatin adalah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki dinding dalam saluran pencernaan. Selain itu, gelatin juga dapat menstimulasi produksi asam lambung, yang membuat pencernaan makanan berlangsung lebih baik. Tanpa enzim pencernaan yang cukup, Anda dapat mengalami penyakit saluran cerna, seperti refluks asam lambung. Gelatin juga larut dalam air dan mempermudah makanan bergerak dalam saluran pencernaan.

3. Mengobati nyeri sendi

Pada dasarnya gelatin sama dengan kolagen yang bermanfaat meredakan nyeri sendi yang diakibatkan peradangan. Menurut US National Library of Medicine, beberapa penelitian menunjukkan bahwa gelatin dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi pada penderita osteoartritis.

4. Mengontrol gula darah

Sebuah penelitian tahun 2002 menyatakan bahwa glisin, salah satu asam amino dalam gelatin, dapat mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa pemberian glisin dapat meningkatkan efektivitas insulin.

5. Menjaga kesehatan tulang

Lisin, yang dapat ditemukan pada gelatin, dapat memperkuat tulang. Lisin dapat membantu tubuh menyerap kalsium, yang dibutuhkan tulang untuk menjadi lebih kuat dan mencegah keropos. Lisin tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, karenanya hanya dapat diperoleh dari makanan, dan gelatin adalah salah satunya.

6. Meningkatkan kualitas tidur

Gelatin dapat menmbantu anda tidur lebih nyenyak berkat kandungan glisin di dalamnya. Penelitian tahun 2012 menyebutkan bahwa asupan glisin dapat membuat tubuh menjadi lebih segar, bugar, dan tidak mudah lelah di siang hari. Di sisi lain, glisin membantu pelepasan hormon pembuat ngantuk melatonin di malam hari sehingga Anda jadi lebih mudah tertidur dan tidur lebih pulas tanpa gangguan.

Jadi, jangan ragu untuk menambahkan gelatin ke dalam menu makanan sehat Anda!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Sedang diet keto, tapi bingung mau sahur pakai apa? Tenang, berbagai resep menu sahur untuk diet keto berikut mungkin bisa jadi inspirasi Anda esok hari. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Kacang brazil kaya akan lemak sehat, selenium, serat, dan antioksidan. Ini sederet manfaat kacang brazil bagi kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 15/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

resep dessert vegan

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
resep protein bar

3 Resep Protein Bar Lezat dan Sehat yang Bisa Dibuat di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
makan nasi merah setiap hari

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit