Makanan tinggi serat dapat membuat Anda lebih cepat kenyang dan merasa kenyang lebih lama. Makanan berserat juga membantu mengurangi kadar lemak tubuh. Maka, tidak heran banyak orang yang menjadikannya sebagai cara untuk berdiet. Akan tetapi, tidak sedikit yang malah melaporkan berat badan tidak turun setelah lama melakukan diet tinggi serat. Apa alasannya?

Berat badan tidak turun setelah makan makanan tinggi serat karena…

1. Jumlah asupan serat Anda salah

Dilansir dalam laman British Nutrition Foundation, kebutuhan mininum serat berkisar antara 25-30 gram per hari untuk orang dewasa di atas 17 tahun. Apabila Anda ingin memperbanyak asupan makanan berserat, Anda setidaknya harus mencukupi hingga 50 gram serat setiap hari.

Jika masih kurang dari ini, Anda sebenarnya belum melakukan diet tinggi serat. Bahkan menurut British Nutrition Foundation, kebanyakan orang hanya memenuhi setengahnya dari batas minimal yang dianjurkan. Anda bisa memperkirakannya dengan melihat daftar bahan makanan tinggi serat dan mencocokan sudah berapa gram serat sebenarnya yang Anda makan dalam sehari.

2. Cuek terhadap asupan protein

Diet tinggi serat bukan berarti Anda setiap hari hanya makan sayur dan buah, lho! Salah besar jika Anda hanya beranggapan seperti itu selama ini. Selama diet, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan protein Anda setiap hari. Asupan protein yang mencukupi justru dapat membantu metabolisme tubuh bekerja membakar kalori yang lebih banyak. Selain itu, protein juga membantu menekan nafsu makan yang secara otomatis akan membatasi asupan kalori Anda dengan lebih mudah.

Maka meski sedang diet, tetap usahakan untuk mencukupi asupan protein Anda 10-15% dari kebutuhan sehari-hari. Di samping memperbanyak makan makanan tinggi serat sepanjang hari, saat sarapan Anda bisa konsumsi 1 butir telur, lalu siang hari Anda tetap konsumsi 1-2 potong tempe dan 1 potong daging, dan malam konsumsi 1-2 potong tahu dan 1 potong ikan.

3. Jarang minum air

Memperbanyak makan makanan berserat harus didampingi dengan banyak minum air, setidaknya 2-2.5 liter per hari. Ya. Anjuran ini bahkan lebih tinggi daripada rekomendasi umum minum air 2 liter per hari.

Pasalnya, memperbanyak asupan makanan berserat akan meningkatkan risiko feses mengeras sehingga Anda mengalami sembelit. Minum air dapat melembutkan tekstur feses sehingga Anda lebih lancar BAB.

4. Masih minum minuman manis

Jika Anda mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum minuman manis, seperti minuman olahraga, jus kemasan, bahkan soda, tentu hal ini dapat membuat berat badan tidak turun padahal sudah diet ketat.

Minuman-minuman tersebut menyumbang jumlah kalori yang besar, bahkan parahnya tidak menimbulkan respon kenyang seperti apa yang dilakukan makanan padat. Tidak heran jika orang suka kebablasan dan tidak merasa kenyang saat mengonsumsi minuman berkalori tinggi. Ini kesalahan yang sering kali dilupakan orang saat sedang mengatur berat badan dnegan jenis diet apapun.

5. Tidak berolahraga

Selain mengatur pola makan, Anda juga tetap perlu olahraga untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Jika tidak, Anda justru akan kehilangan lebih banyak massa otot dan menurunkan tingkat metabolisme tubuh. Padahal, semakin cepat metabolisme bekerja, semakin banyak lemak yang dibakar.

6. Terlalu fokus pada angka di timbangan

Banyak orang yang merasa dietnya gagal karena angka berat badan tidak turun di timbangan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal seperti berat badan air (penumpukan cairan tubuh), peningkatan massa lemak, dan berat makanan yang masih dicerna dalam tubuh. Oleh karena itu, sangat mungkin lemak tubuh Anda sudah banya menghilang, hanya saja belum terlihat pada skala timbangan Anda.

Peningkatan cairan bisa terjadi saat peningkatan hormon estrogen meningkat contohnya saat mendekati waktu menstruasi. Berat badan bisa bertambah karena terjadi penumpukan air saat fase ini.

Dilansir dalam laman Healthline, makanan dan cairan yang Anda konsumsi dan masih dalam proses cerna di tubuh juga dapat meningkatkan berat hingga 1.8 kg.

Mengukur pinggang atau mengambil foto diri Anda setiap bulan bisa menjadi pilihan lain untuk memastikan sebenarnya Anda kehilangan lemak atau tidak, bahkan meskipun angka timbangan Anda belum berubah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca