Mengenali Kandungan Tinta Cumi dan Beragam Penyajiannya

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/03/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Tinta cumi sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan cumi yang akan dikeluarkan saat musuhnya mendekat. Namun, saat ini semakin banyak makanan yang dicampur dengan tinta cumi, dengan alasan akan membuat makanan terasa lebih lezat. Apakah aman mengonsumsi tinta cumi dan apa saja sebenarnya kandungan tinta cumi?

Apa saja kandungan tinta cumi?

Tinta cumi boleh dikonsumsi. Ada berbagai kandungan tinta cumi yang termasuk nutrisi bermanfaat bagi tubuh, seperti vitamin B 12, selenium, B6 dan Vitamin E.

Selain itu, kandungan tinta cumi termasuk omega 3 yang merupakan kandungan lemak baik, yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Omega 3 sangat baik untuk melindungi kesehatan jantung anda dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Bila Anda merasa sajian dengan tinta cumi lebih nikmat, maka anda tidak salah. Tinta cumi ternyata kaya akan glutamat. Glutamat merupakan bagian dari asam amino yang memilki cita rasa ‘umami’ atau gurih.

Warna khas dari tinta cumi juga ditimbulkan akibat kandungan melanin yang tinggi didalamnya. Hal ini membuat makanan akan terlihat lebih menarik dan gurih bila dicampurkan dengan tinta cumi.

Tak hanya membuat makanan menjadi tampak lebih gurih dan menarik, ada pula manfaat tinta cumi untuk kesehatan. Tinta cumi dianggap dapat membantu menurunkan produksi asam lambung.

Namun, penelitian ini baru sampai dilakukan pada hewan saja. Berdasarkan riset yang dilakuan oleh Zaharah F dan Roy S, tinta cumi ternyata juga memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas antimikroba pada beberapa mikroorganisme, seperti E. Coli dan Listeria Monocytogenes yang kerap menimbulkan keluhan pada saluran pencernaan anda.

Selain itu, tinta cumi ternyata dapat membantu mencegah kanker. Pasti anda akan sangat terkejut mendengar fakta ini. Ya, tinta cumi memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal yang bebas dan mencegah risiko terkena penyakit kanker, terutama kanker payudara, paru dan prostat.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi tinta cumi

Namun, anda perlu berhati-hati pula bila anda memiliki reaksi alergi terhadap tinta cumi. Reaksi alergi tersebut dapat berupa rasa gatal, atau muncul bintik-bintik kemerahan pada tubuh anda setelah mengonsumsi tinta cumi.  Pastikan pula pengolahan tinta cumi dan makanan yang anda konsumsi sudah benar dan bersih.

Berbagai cara penyajian menu menggunakan tinta cumi

Akhir-akhir ini, makanan dengan kandungan tinta cumi cukup sering dapat anda temui. Contohnya dalam menu makanan cumi hitam, atau sebagai saus dalam pasta atau nasi. Tinta akan memberikan warna gelap yang khas dan rasa yang gurih.

Bila anda ingin mengonsumsi tinta cumi, anda dapat memadukannya dengan berbagai resep agar masakan anda tampak semakin menarik. Ada beberapa pilihan menu yang menggunakan tinta cumi yang dapat Anda coba.

Pertama, Anda dapat mencoba menu tumis cumi hitam, atau memadukan tinta cumi dengan nasi goreng atau spagheti. Apakah Anda ingin mencampurkannnya dengan variasi lain? Cobalah membuat dim sum atau dumpling tinta cumi.

Anda hanya perlu merendam dahulu kulit dumpling dengan tinta cumi hingga warnanya menjadi hitam. Anda juga dapat menggunakan udang dengan sayuran sebagai isi dari dumpling anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 menit baca
minum kopi saat sahur

Apakah Boleh Minum Kopi Saat Sahur? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 menit baca
Paru pasien COVID-19 sembuh

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020 . 4 menit baca
risiko covid-19 pada pasien cuci darah

Dapatkah Pasien Menularkan COVID-19 Setelah Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . 5 menit baca