Sudah mencoba cara diet baru yang satu ini? Ya, diet neutropenik ini muncul dengan ciri dan prinsip yang khas, berbeda dengan diet-diet lainnya. Penasaran apa itu diet neutropenik? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu diet neutropenik?

Diet neutropenik adalah prinsip makan yang bertujuan mengurangi kontaminasi bakteri yang masuk ke dalam makanan. Jadi, diet neutropenik adalah diet yang dipercaya bisa membantu tubuh terhindar dari infeksi.

Faktanya, diet ini cukup sering disarankan untuk orang yang mengalami kanker, karena tubuh mereka sangat rentan terserang infeksi. Diet ini juga baik bagi orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang buruk, khususnya bagi orang yang mengalami neutropenia.

Neutropenia adalah kondisi saat tubuh tidak bisa memproduksi sel darah putih (neutrofil) dalam jumlah yang cukup (jumlah neutrofil dibawah normal). Neutrofil adalah sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Jika jumlah neutrofil sedikit, maka sistem kekebalan akan menurun, akhirnya tubuh rentan terserang penyakit.

Supaya bisa jauh dari penyakit infeksi, maka prinsip utama dari diet neutropenik adalah menghindari makanan mentah dan yang tidak dimasak dengan sempurna. Selain itu, dalam menerapkan diet ini Anda juga harus memerhatikan kebersihan bahan makaan serta alat makan.

Bagaimana cara menerapkan diet neutropenik?

Pada intinya makanan yang harus dihindari adalah segala makanan yang tidak matang sempurna atau masih mentah seperti salad, telur setengah matang, dan makanan lainnya yang disajikan mentah.

Sedangkan yang boleh dimakan adalah:

  • Susu. Semua susu pasteuriasi dan produk susu lainnya termasuk keju, yogurt, dan es krim
  • Pati. Semua sumber pati yang matang diperbolehkan. Contohnya, pasta, roti, sereal, ubi, jagung, kentang. Selama semua matang ini aman dikonsumsi
  • Sayuran. Semua sayuran yang dimasak aman.
  • Buah. Semua buah segar, buah kalengan, maupun jus buah diperbolehkan. Sebelumnya semua buah harus dicuci dan dikupas dengan bersih
  • Protein. Daging yang dimasak hingga benar-benar matang dan daging kalengan. Telur rebus juga aman dikonsumsi
  • Minuman. Semua air yang sudah matang, minuman kaleng atau botol juga boleh dikonsumsi.Namun pastikan tidak terjadi kontaminasi dengan air mentah. Misalnya, menggunakan es batu dari air mentah saat minum.

Pilih juga makanan yang disimpan dalam keadaan tertutup rapat dibandingkan dengan makanan yang terbuka.

Beberapa hal yang harus disiapkan sebelum memulai diet neutropenic

Sebelum memulai diet neutropenik ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mengolah makanan dengan aman dan tetap bersih. Ingat, tujuan utama melaksanakan diet ini adalah mengurangi kontaminasi dari bakteri atau virus melalui makanan atau minuman. Maka itu yang perlu dilakukan adalah:

  • Membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, setelah keluar dari toilet, serta setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Memastikan semua peralatan makan dan memasak selalu bersih.
  • Hindari makanan mentah, khususnya daging dan telur setengah matang. Masak semua bahan hingga matang.
  • Cuci bersih buah dan sayuran segar sebelum dimakan atau dikupas, hindari air sumur jika belum disaring atau direbus. Air kemasan lebih aman khususnya yang sudah memiliki label sebagai air suling, atau air yang disaring dengan baik.

menjaga kebersihan makanan

Diet neutropenik bukan hanya mengatur makanan, tapi juga pengolahannya

Saat menyiapkan makanan

Ketika menyiapkan makanan diet neutropenik, pastikan talenan, pisau, dan alat lainnya berbeda-beda untuk makanan matang maupun mentah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

  • Idealnya, Anda harus memiliki 3 jenis talenan, misalnya dibedakan dalam 3 warna. Satu warna untuk daging mentah, satu talenan untuk daging yang sudah matang, dan satu lagi untuk bahan makanan lainnya seperti sayur.
  • Cuci buah dan sayuran semua sisinya sebelum dimakan.
  • Cuci kaleng makanan terlebih dahulu sebelum Anda membukanya.
  • Taruh daging dan daging unggas di dalam kulkas (chiller), bukan di suhu ruang. Pertumbuhan bakteri akan terjadi sangat cepat pada suhu ruang.
  • Pastikan semua makanan yang akan dimakan sudah panas secara menyeluruh

Saat memanaskan makanan

  • Makanan yang sudah dipanaskan harus dimakan dalam 24 jam setelah dipanaskan.
  • Jangan memanaskan makanan yang sudah dibuat lebih dari satu kali.
  • Makan nasi segera setelah dimasak. Serta hindari memanaskan kembali nasi yang sudah dimasak, karena dilansir dalam The Association of UK Dietitians, terdapat spora dari bakteri Bacillus cereus dan Bacillus subtilis pada nasi yang bisa menyebabkan penyakit.

Apa diet ini benar-benar bisa mencegah infeksi?

Berdasarkan temuan saat ini, memang belum ada cukup penelitian sebagai bukti mengenai diet neutropenic efektif mencegah infeksi dari bakteri atau virus. Namun, beberapa institusi seperti Oncology Nursing Society Cancer dan juga Comprehensive Cancer Network mengadopsi diet ini sebagai rekomendasi.

Meskipun belum ada pembuktian cukup bahwa diet ini mampu menangkal infeksi, namun diet ini bisa mengajak orang untuk memerhatikan kebersihan makanannya agar terhindar dari bakteri atau virus yang mudah menjangkit tubuh manusia.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca