Teliti Sebelum Membeli! Seperti Ini Ciri Daging yang Sehat untuk Dikonsumsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Daging kerap mendapat reputasi buruk bagi kesehatan, meski mengandung banyak vitamin dan mineral yang penting untuk pola makan yang seimbang dan sehat. Tapi itu bukan berarti Anda harus serta merta stop makan daging dan banting setir jadi vegetarian dalam waktu singkat. Agar tetap bisa menikmati steak daging favorit tanpa perlu khawatir akan risiko penyakit, Anda hanya harus lebih cermat dan teliti sebelum membeli daging yang baik untuk kesehatan. Seperti apa ciri daging yang sehat untuk dikonsumsi?

Tips membedakan ciri daging yang sehat untuk dikonsumsi

1. Pilih potongan daging yang paling sedikit lemaknya

Potongan daging yang lebih gurih dan lezat seringkali yang mengandung banyak lemak. Tetapi, apabila Anda mengkhawatirkan kesehatan atau berat badan Anda, maka lebih baik untuk memilih potongan daging yang tidak berlemak dengan petunjuk akhiran “-loin”. Misalnya saja, potongan tenderloin, sirloin, tenderloin, top sirloin, lamb loin, dan loin roasts.

2. Cek jumlah kandungan lemak pada daging

Cara lain untuk mengetahui jumlah kandungan lemak pada daging yaitu dengan melihat banyaknya garis-garis lemak yang terdapat pada daging yang biasa disebut marbling. Semakin banyak garis-garis lemak yang terlihat, maka kandungan lemak pada daging tersebut semakin banyak.

Potongan daging yang dapat dikategorikan tidak berlemak yaitu apabila setiap 100 gram daging tersebut mengandung kurang dari 10 gram lemak total, 4,5 gram lemak jenuh , dan 95 miligram kolesterol. Untuk kategori daging yang sangat tidak berlemak (extra lean), yaitu setiap 100 gram daging tersebut mengandung kurang dari 5 gram lemak total, 2 gram lemak jenuh, dan 95 miligram kolesterol.

3. Pilih jenis daging yang diberi makan rumput (label “grass fed”)

Potongan daging yang berasal dari sapi yang diberi makan rumput biasanya mengandung lemak total,  lemak jenuh, dan jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan daging yang berasal dari sapi yang makan dedak gandum.

Daging sapi yang diberi makan rumput juga mengandung nutrisi yang lebih tinggi, termasuk antioksidan, vitamin A dan E, dan lemak baik yang disebut asam linoleat terkonjugasi (CLA) yang memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem imun dan anti peradangan. Daging sapi yang diberi makan rumput mengandung omega-3 sekitar 50 persen lebih banyak dan lebih kecil kemungkinannya mengandung bakteri.

Tips mengolah daging yang lebih sehat

Selain pintar-pintar memilih ciri daging yang sehat, Anda juga harus pintar dalam mengolahnya. Daging yang paling tidak berlemak sekalipun dapat merusak diet Anda jika tidak dipersiapkan dengan cara yang benar. Berikut adalah beberapa metode sederhana untuk mengurangi kandungan lemak pada masakan daging.

  • Potong bagian berlemak. Potonglah lemak padat yang terlihat pada daging sebelum dimasak dan buang kembali sisa-sisa lemak yang masih ada sebelum dikonsumsi.
  • Tiriskan. Setelah memasak daging, Anda dapat menaruh diatas saringan untuk meniriskan lemaknya. Anda juga dapat menggunakan tisu makan untuk menyerap lemak.
  • Dinginkan. Cara lain untuk mengurangi lemak yaitu dengan cara didinginkan. Dinginkan daging setelah dimasak sehingga lemak di daging menjadi mengeras dan Anda dapat membuangnya dengan mudah.

Ingatlah bahwa asupan daging yang terlalu banyak tetap tidak baik untuk kesehatan. Anda dapat mengombinasikan daging dengan sayur-sayuran sehingga Anda tetap dapat menikmati daging sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang, yang merupakan kunci untuk kesehatan dan pencegahan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Makan makanan darat dan laut secara bersamaan sering dianggap berakibat buruk bagi kesehatan. Apa kata sains tentang hal ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Tidak Doyan Daging? Ini Kiat Cerdas Menyiasatinya

Konsumsi daging diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein dan zat besi pada tubuh si kecil. Coba 5 siasat ini supaya si kecil suka makan daging!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Nutrisi Anak 16/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Demi Pikiran yang Bebas Stres, Ikuti 5 Prinsip Pola Makan Ini!

Sadar atau tidak, pola makan harian berperan besar sebagai sumber stres, lho! Supaya lebih terkendali, coba tips pola makan untuk mengurangi stres ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 04/07/2019 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Konsumsi daging secara berlebihan justru tidak baik bagi kesehatan. Lantas, seberapa banyak batas makan daging yang aman dalam seminggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23/06/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan dan buah untuk jantung lemah

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Jantung Lemah (Kardiomiopati)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat diet flexitarian

4 Manfaat Diet Flexitarian, Pola Diet Nabati Tanpa Hindari Daging

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit
diet ala jepang

Mengenal Diet Tradisional Ala Jepang Beserta Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 20/01/2020 . Waktu baca 4 menit