Kenapa Kita Cepat Lapar Lagi Setelah Makan Mie?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak menyukai mie? Ya, berbagai macam mie, baik itu mie instan, ramen atau mie lainnya, rasanya sangat tidak mungkin untuk tidak tergoda. Entah siapa yang menemukan awal resep mie-mie yang ada di dunia, mereka bisa membuat orang-orang menginginkan semangkuk mie lagi dan lagi. Hebatnya, bahkan satu bungkus mie tidak cukup membuat perut merasa kenyang. Awalnya, mungkin Anda merasa kenyang, namun setelahnya Anda merasa lapar kembali.

Pernahkah Anda mengalami, rasa kenyang makan mie tidak bertahan lama? Hmm, mengapa bisa begitu ya?

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Jika Anak Sering Makan Mie Instan

Apakah makan mie bisa menghilangkan lapar?

Saat ada orang yang memasak mie, seringnya aroma mie tersebut membuat kita tergoda. Apalagi saat mencicipi rasanya, ditambah kuahnya yang menyegarkan, atau bumbunya yang menggugah selera. Bahkan harganya yang lumayan terjangkau, membuat mie menjadi penyelamat kita saat kelaparan dan tabungan sudah terbatas. Tapi di balik itu semua, ada hal yang perlu Anda ketahui.

Mie membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Hal ini akan menambah tekanan tambahan pada saluran pencernaan Anda, sebab saluran pencernaan dipaksa memecah nutrisi mie selama berjam-jam. Padahal, seharusnya makanan olahan yang tidak mengandung serat bisa lebih cepat untuk dicerna.

Waktu yang lama untuk dicerna juga berdampak pada nutrisi yang diperoleh tubuh dari makanan tersebut. Ini sebabnya Anda masih merasa ‘lemas’ meski sudah makan mie, sebab nutrisi yang didapat dari mie itu sendiri kurang. Sedangkan saat dalam keadaan lapar, tubuh gula darah dalam tubuh Anda mungkin dalam keadaan normal-rendah. Anda membutuhkan asupan untuk meningkatkan gula darah, meskipun perut lapar tidak selalu identik dengan gula darah yang rendah.

Begitu juga dengan kurang energi. Setelah makan, tubuh kita akan memecah glikogen – yang merupakan molekul untuk menyimpan energi. Dalam proses tersebut, glukosa pun dihasilkan. Kenapa glukosa penting? Sebab glukosa merupakan sumber utama energi dan diserap ke dalam aliran darah. Glukosa bisa didapatkan dari karbohidrat. Saat kita tidak mendapatkan glukosa yang cukup, maka tubuh akan membakar lemak cadangan untuk dibakar. Kekurangan energi juga dapat membuat tubuh lapar dan lemas.

BACA JUGA: Perut Bunyi Tapi Tidak Lapar, Apa Penyebabnya?

Mie dibuat dari tepung terigu. Makanan favorit ini juga masuk ke dalam makanan yang tinggi karbohidrat, sehingga dapat meningkatkan level gula darah dengan cepat. Tentunya mie akan meningkatkan gula darah Anda saat dibarengi dengan makanan tertentu.

Kalau begitu seharusnya Anda merasa kenyang? Ya, Anda memang akan kenyang, namun ingat mie memerlukan waktu lama untuk diproses. Sistem metabolisme yang bekerja lebih keras untuk mencerna mie, dapat membuat Anda lapar lagi, meskipun awalnya Anda merasa kenyang.

Apakah berbahaya memakan mie terlalu banyak, jika kita merasa tidak kenyang?

Selain mengandung kalori, mie juga mengandung lemak jenuh, dan sodium. Tentunya setelah tercerna, ini akan menambah berat tubuh Anda setelahnya. Apalagi sehabis makan mie, Anda memakan makanan lain karena belum kenyang.  Tak jarang kita pun memasak dua bungkus mie sekaligus. Tentu ini tidak baik untuk tubuh sebab mie mengandung zat aditif, salah satunya tersier-butil hidrokuinon (TBHQ). Zat tersebut seringnya dikenal sebagai racun. Tidak hanya terdapat pada mie, zat ini juga terdapat pada makanan cepat saji lainnya.

Menurut  Joint FAO / WHO Expert Committee pada Food Additives, TBHQ aman dikonsumsi dalam batas 0-0,5 mg per kg berat badan kita. Jika Anda bingung menghitungnya, begini yang perlu Anda ingat: 5 gram TBHQ dapat berbahaya untuk tubuh Anda. Sedangkan, 1 gram saja dapat menyebabkan:

  • Delirium (keadaan seperti mengigau karena demam)
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Telinga berdenging
  • Kolaps (jatuh pingsan)

Tidak hanya itu saja, berdasarkan Journal of Nutrition,  mengonsumsi mie yang berlebihan juga dapat memicu sindrom metabolik. Belum lagi kandungan berbahaya yang terdapat dalam wadah mie. Gejalanya dapat berupa obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah meninggi, trigliserida meningkat, dan level kolesterol baik (HDL) yang rendah. Gejala ini dapat memicu penyakit diabetes dan kardiovaskular. Makan mie instan tetap boleh-boleh saja, tapi tidak terlalu banyak. Anda bisa memakannya satu bulan sekali atau dua kali.

BACA JUGA: 7 Penyebab Cepat Lapar Meski Baru Saja Makan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
porsi makan ideal

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
diet saat hamil

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit