Cara Menghitung Porsi Makan yang Ideal untuk Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki usia lanjut, kebanyakan orang akan mulai kehilangan nafsu makan dan/atau menurunkan porsi makanan — baik sengaja maupun tidak. Ini disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari menurunnya fungsi indra penciuman dan perasa, sekaligus juga fungsi saluran pencernaan, hingga kondisi emosi yang kurang baik akibat depresi atau penurunan fungsi kognitif otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lansia kehilangan cadangan energi dan tidak mendapatkan cukup nutrisi, sehingga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius seperti anoreksia, gangguan fungsi organ, bahkan meningkatkan risiko kematian.

Itulah mengapa penting bagi anggota keluarga dan perawat untuk mengatur porsi makan lansia, berdasarkan kebutuhan kalorinya setiap hari.

Mengapa harus mengatur porsi makan lansia?

Mengatur porsi makan lansia penting untuk dilakukan untuk mendukung kesehatan tubuhnya. Banyak lansia yang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, juga diabetes. Penyakit-penyakit ini bisa dikontrol atau bahkan dicegah dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur.

Selain itu, banyak juga lansia yang mengalami kelebihan berat badan. Hal ini memengaruhi kemampuannya bergerak dan meningkatkan risiko penyakit osteoporosis serta osteoarthritis. Oleh karena itu, para lansia harus mengontrol porsi makannya agar tidak berlebihan, sehingga bisa mempertahankan berat badannya bukan mengalami kenaikan berat badan.

Mengatur porsi makan lansia juga penting agar para lansia tidak kekurangan zat gizi tertentu. Beberapa zat gizi yang sering kurang dikonsumsi oleh para lansia adalah vitamin B6, vitamin B12, asam folat, vitamin C dan kalsium. Semua zat gizi tersebut bisa didapatkan dari biji-bijian (seperti gandum), buah, sayur, susu dan produknya, serta daging dan produknya. Pemenuhan zat gizi ini dapat mencegah lansia kehilangan ingatan, anemia, atau depresi.

Berapa kebutuhan kalori untuk lansia?

Untuk mengetahui berapa porsi makan lansia, sebaiknya ketahui dulu berapa kebutuhan kalori untuk para lansia. Hal ini karena kebutuhan kalori memengaruhi porsi makan seseorang. Tampaknya, kebutuhan kalori para lansia mengalami penurunan. Karena, kebutuhan kalori didasarkan pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Semakin tua usia seseorang, semakin berkurang kebutuhan kalorinya dibandingkan orang yang lebih muda dengan jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik yang sama. Lagipula, semakin tua seseorang, biasanya semakin berkurang juga aktivitas fisik yang dilakukan. Alhasil, kebutuhan kalorinya pun ikut menurun.

Kebutuhan kalori tiap lansia pasti berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengeceknya di Kalkulator Kebutuhan Kalori.

Berapa porsi makan lansia yang baik?

Berapa porsi makanan yang dibutuhkan lansia tentu berbeda-beda antar individu. Ini tergantung dari kebutuhan kalori lansia yang pastinya juga berbeda. Namun, seperti dilansir dari National Institute on Aging, umumnya para lansia atau orang yang berusia lebih dari 50 tahun butuh mengonsumsi makanan setiap hari sebagai berikut:

  • Buah dan sayur sebanyak lima porsi per hari. Atau, bisa dibagi menjadi 150-250 gram buah per hari dan 200-350 gram sayur per hari.
  • Beras, gandum, atau biji-bijian lain sebanyak 150-300 gram per hari. Jumlah ini bisa dibagi menjadi tiga, jadi misalnya Anda makan pagi cukup mengambil nasi sebanyak 100 gram atau satu centong nasi.
  • Makanan sumber protein, seperti ayam, ikan, daging, tahu, dan tempe, sebesar 150-200 gram per hari.
  • Susu atau produk susu, seperti keju dan yogurt, sebesar 3 gelas per hari. Pilihlah susu bebas lemak atau rendah lemak.
  • Minyak sebesar 5-8 sendok teh.
  • Batasi penggunaan gula hanya 4 sendok makan dan garam hanya 1 sendok teh.

Masing-masing lansia pasti berbeda, namun intinya penuhi piring dengan makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein nabati serta hewani, sayuran, dan buah-buahan. Kelima unsur ini harus ada dalam piring di setiap kali makan utama dan harus beragam agar semua zat gizi terpenuhi dengan baik. Jangan lupa untuk mengatur jam makan, setidaknya tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan di antara makan utama. Ingat, makan sedikit tapi sering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Pembagian porsi makan yang tepat ternyata termasuk kunci penting dalam keberhasilan diet. Lalu bagaimana pembagian porsi makan yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
anjuran gizi ibu hamil muda atau trimester pertama

Cara Mengetahui Apakah Porsi Makan Anda Sudah Cukup, Masih Kurang, Atau Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
porsi makan ideal

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit