Angkak Ternyata Juga Bisa Jadi Obat Penurun Kolesterol

Oleh

Selama ini mungkin yang Anda tahu angkak adalah obat untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah. Namun, lebih dari itu, ternyata angkak juga bisa sebagai obat kolesterol. Ya, angkak disebut-sebut juga bermanfaat dalam membantu menurunkan kolesterol.

Bagaimana angkak bisa digunakan sebagai obat kolesterol?

Angkak merupakan makanan dan obat tradisional dari Cina yang sudah dipakai sejak berabad-abad lalu. Makanan atau obat ini dipercaya dapat menurunkan kolesterol, melancarkan sirkulasi darah, dan meningkatkan fungsi pencernaan. Angkak dibuat dengan cara fermentasi dengan menambahkan ragi Monascus purpureus pada beras merah.

Bagaimana angkak bisa menurunkan kolesterol? Ternyata, dalam angkak terkandung senyawa kimia yang mirip dengan yang ditemukan dalam obat statin. Statin merupakan obat yang sering diberikan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Senyawa kimia tersebut dikenal dengan nama monacolin K.

Penelitian pun telah banyak dilakukan untuk membuktikan manfaat angkak dalam menurunkan kolesterol. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi angkak 2,4 gram per hari selama 12 minggu dapat mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 22% dan total kolesterol sebesar 16%. Penelitian lain juga membuktikan bahwa konsumsi angkak sebesar 1,2 gram per hari dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 26% dalam delapan minggu. Tapi, penelitian lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitas angkak dalam jangka panjang diperlukan.

Para peneliti tidak benar-benar yakin monacolin K dalam angkak dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Hal ini karena ditemukan senyawa lain (selain monacolin K) dalam angkak, yaitu asam lemak tidak jenuh, isoflavon, dan fitosterol. Di mana, senyawa lain tersebut juga dapat membantu Anda dalam menurunkan kolesterol.

Apakah angkak bisa disebut sebagai obat?

Para ahli tidak yakin dengan hal ini. Angkak bisa disebut sebagai obat, tapi juga bisa disebut sebagai suplemen. Mengapa? Angkak bisa disebut obat karena kandungan monacolin K-nya yang tinggi dan bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol jahat. Namun, di lain sisi, penggunaan angkak ini belum diatur. Salah-salah, angkak bisa menyebabkan efek samping yang serius. Perlu Anda ketahui bahwa obat kolesterol seperti statin mempunyai efek samping seperti masalah otot yang parah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Oleh karena itu, FDA atau lembaga yang mengawasi peredaran obat di Amerika Serikat pernah menarik peredaran suplemen angkak karena mengandung monacolin K. Hal ini kemudian membuat banyak produsen yang menghilangkan kandungan monacolin K dalam suplemen angkak. Akibatnya, banyak suplemen angkak mungkin sudah tidak mengandung monacolin K yang dapat menurunkan kolesterol.

Apa efek samping dari angkak?

Efek samping angkak umumnya berada pada tingkat yang ringan, seperti dapat menyebabkan sakit kepala, heartburn, dan sakit perut. Namun begitu, belum diketahui efek angkak dalam jangka panjang. Terlebih lagi, ada senyawa kimia dalam angkak yang mirip dengan yang ditemukan dalam statin (senyawa monacolin K). Senyawa ini dapat menimbulkan efek samping serius jika digunakan secara berlebihan.

Selain itu, yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi angkak sebagai obat kolesterol adalah interaksinya dengan obat lain. Sebaiknya jangan minum angkak saat Anda sedang menggunakan obat statin untuk menurunkan kolesterol. Juga, saat Anda sedang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, obat antijamur, antibiotik tertentu, atau obat HIV (inhibitor protease).

Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda memutuskan menggunakan angkak sebagai “obat” penurun kolesterol. Jika Anda mempunyai penyakit ginjal, penyakit hati, sedang hamil, atau menyusui, sebaiknya Anda tidak minum angkak.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 18, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca