Malah Bikin Gemuk! 7 “Fakta” Tentang Diet Berikut Tak Perlu Lagi Anda Percaya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/09/2017
Bagikan sekarang

Jalan menuju berat badan ideal memang tak semulus jalur sutera. Maka tak mengejutkan apabila banyak orang yang mencoba mengambil jalan pintas dengan harapan dapat mempercepat hasil yang diinginkan. Tetapi, beberapa cara diet populer yang sering dilakukan ternyata tidak semuanya baik bagi kesehatan. Bahkan banyak yang dapat membahayakan tubuh. Berikut ini adalah 7 mitos diet yang sebenarnya salah dan tak perlu lagi Anda percayai.

Beragam mitos diet yang katanya ampuh, tapi ternyata keliru

1. Tidak sarapan bikin berat badan turun

Salah. Berat badan memang akan turun saat Anda sesekali tidak sarapan. Tapi, beberapa kilo yang hilang ini bukan berasal dari timbunan lemak tubuh, melainkan dari otot — yang merupakan metode penurunan berat badan yang tidak ideal.

Kehilangan massa otot adalah faktor yang dapat menyebabkan Anda lebih mudah lelah dan cepat lapar sepanjang hari. Oleh karena itu, melewatkan sarapan dapat membuat Anda cenderung membalasnya dengan makan porsi banyak dan berkalori tinggi saat jam makan siang tiba. Jika dilakukan terus-terusan, mitos diet ini justru berisiko menambah beberapa angka di timbangan Anda.

Orang yang terbiasa sarapan justru dilaporkan memiliki kesehatan tubuh secara umum yang lebih baik, serta lebih mampu menjaga berat badannya dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan pagi. Sarapan pagi dapat membantu Anda mengendalikan rasa lapar di siang harinya dan mencegah Anda untuk mengemil makanan ringan yang tidak sehat.

2. Pantang makan karbohidrat

Salah. Mengurangi karbohidrat adalah salah satu strategi diet yang banyak dipakai. Cara ini tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan meski Anda sudah memiliki berat badan yang sehat. Tapi, jangan serta merta menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali dari menu makan Anda.

Bagaimanapun juga, karbohidrat akan diolah menjadi energi yang dipakai tubuh untuk menjani segala fungsinya untuk membantu Anda beraktivitas tanpa hambatan. Sejatinya, prinsip diet rendah karbohidrat bukanlah menghindari karbohidrat sama sekali, hanya menghindari asupan karbohidrat sederhana terlalu banyak.

Pada umumnya, orang dewasa yang sehat dianjurkan mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari. Saat menjalani diet, asupan karbohidrat dapat dikurangi setengahnya atau sekitar 150-200 gram. Terlalu sedikit asupan karbohidrat akan menurunkan metabolisme dan dapat menghilangkan massa otot.

Yang terpenting adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, bukan jumlah karbohidratnya. Jadi apabila Anda sudah mengurangi asupan karbohidrat tetapi tidak mengurangi asupan lemak, maka jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda tetap saja banyak dan dapat meningkatkan berat badan Anda. Penurunan asupan karbohidrat juga harus diimbangi dengan asupan protein dan serat yang mencukupi.

Ganti asupan karbohidrat sederhana Anda (misal, nasi putih, roti putih, pasta terigu) dengan sumber karbohidrat kompleks dari gandum utuh. Juga tukar sebagian besar jumlah karbohidrat yang dikurangi dengan mengonsumsi berbagai protein yang berasal dari daging, ikan, telur, serta kacang-kacangan. Untuk mempertahankan rasa kenyang, konsumsilah sayuran dan buah serta sumber lemak yang sehat dari olahan susu, minyak kelapa, dan mentega.

terobsesi diet

3. Makanan bebas lemak pasti baik bagi tubuh

Salah. Mengonsumsi makanan dengan label rendah lemak (low-fat) atau bebas lemak (fat-free) tidak bisa dijadikan kunci utama diet Anda. Pasalnya,makanan berlabel low-fat tidak selalu benar rendah lemak.

Kandungan lemak hewani asli pada makanan atau minuman ini telah diganti dengan lemak yang berasal dari tumbuhan, yang pada dasarnya berjenis lemak tidak jenuh. Ketika lemak nabati melewati proses pengolahan, lemak ini akan terhidrogenasi yang mengubahnya menjadi lemak trans yang sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko terkena penyakit jantung.

Bagaimanapun juga, mitos diet ini salah. Tubuh tetap membutuhkan asupan lemak sebagai sumber energi, perbaikan jaringan, dan mengangkut vitamin A, D, E, dan K. Setiap harinya, seorang laki-laki membutuhkan minimal 40 gram lemak dan perempuan membutuhkan minimal 30 gram lemak. Anda tidak harus makan makanan yang bebas lemak, tetapi Anda hanya perlu mengurangi konsumsi lemak jenuh, seperti mentega, daging, dan makanan olahan. Konsumsilah lebih banyak lemak tak jenuh, seperti kacang-kacangan, ikan, dan alpukat.

4. Sengaja menahan lapar lebih efektif menurunkan berat badan

Salah. Sengaja melaparkan diri untuk diet mungkin bisa berhasil dalam jangka pendek, namun pada akhirnya cara ini dapat menghambat penurunan berat badan Anda. Melewatkan makan selama berjam-jam dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak massa otot dibandingkan lemak.

Hilangnya jaringan otot ini menyebabkan penurunan tingkat metabolisme tubuh, sehingga mengurangi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tetap sama, maka kelebihan kalori tersebut dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini menjelaskan mengapa olahraga juga dianjurkan dalam rencana penurunan berat badan untuk membangun otot dan mempertahankan tingkat metabolisme Anda.

5. Minuman rendah kalori membantu menurunkan berat badan

Salah. Minuman bebas kalori biasanya tidak menggunakan gula melainkan pemanis buatan dan dianggap dapat membantu mengurangi berat badan karena tidak mengandung kalori. Tapi pada kebanyakan penelitian, tidak ditemukan adanya bukti penurunan berat badan. Hal ini mungkin disebabkan ketika Anda mengonsumsi minuman manis tanpa adanya kandungan kalori, tubuh Anda akan terus menerus menginginkan asupan kalori sehingga pada akhirnya Anda berkeinginan mengonsumsi makanan lain dalam jumlah yang lebih banyak.

turun berat badan naik setelah diet

6. Jangan makan malam, karena bikin gendut

Salah. Jam makan malam menjadi momok paling menakutkan bagi kebanyakan penggiat diet. Pasalnya, mereka menganggap bahwa tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak dari makanan tersebut karena tidak dibakar dengan aktivitas.

Sebenarnya sah-sah saja jika Anda ingin makan malam. Makanan yang dimakan pada malam hari tidak selalu membuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Waktu makan tidak berpengaruh terhadap berat badan, yang paling berpengaruh adalah jumlah kalori total yang Anda konsumsi dalam satu hari.

7. Kolesterol tidak baik bagi tubuh

Salah. Kolesterol adalah komponen lemak yang sebagian besar dibentuk oleh hati. Kolesterol memang dapat berakibat buruk bagi tubuh karena dapat menyumbat pembuluh darah dan terkait dengan risiko penyakit jantung.

Tapi, tidak semua jenis kolesterol itu buruk bagi tubuh. Lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan seperti daging, kue, mentega, keju cenderung meningkatkan kolesterol “jahat” yang disebut LDL, yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Sedangkan lemak yang berasal dari kacang-kacangan, minyak sayuran dapat meningkatkan kolesterol baik bagi tubuh yang disebut HDL, yang berfungsi membawa deposit lemak dari pembuluh darah kembali ke hati.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020