4 Zat Gizi Yang Hilang Jika Anda Tidak Makan Sayur Buah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada empat zat gizi penting yang terdapat pada sayur buah dan berfungsi membantu kerja tubuh. Tanpa zat gizi ini, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami masalah kesehatan di kemudian hari. Apa sajakah zat gizi yang Anda lewatkan jika tidak mengonsumsi sayur dan buah?

Vitamin

Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dapat dipecah oleh panas, air, asam, ataupun lemak. Jenis vitamin secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Vitamin yang termasuk dalam jenis larut air yaitu vitamin B dan C, sementara yang termasuk dalam vitamin larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Vitamin banyak ditemukan dalam sayur dan buah. Meskipun ada jenis vitamin yang secara umum lebih banyak ditemukan di daging-dagingan (seperti vitamin D dan vitamin B) tetapi jenis vitamin lain lebih banyak didapati pada sayur dan buah. Lalu apa yang terjadi pada tubuh Anda jika Anda tidak mendapatkan vitamin yang Anda butuhkan?

  • Kebutaan: diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan penglihatan. Kekurangan vitamin A kronis (terutama pada anak dan ibu hamil) dapat menyebabkan buta senja, bahkan buta total. Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama terjadinya jenis kebuataan pada anak yang sebenarnya dapat dihindari. Sayur dan buah tidak serta merta mengandung vitamin A yang siap pakai, bahan dasar pembentukan vitamin A yang Anda kenal dengan beta karoten lebih umum terdapat pada sayur buah. Nantinya di tubuh, beta karoten akan diubah menjadi vitamin A. Sayur buah yang banyak mengandung beta karoten biasanya yang berwarna kuning dan oranye. Seperti wortel, paprika, papaya, dan mangga.
  • Perdarahan: saat Anda terluka dan berdarah, vitamin K berperan dalam membekukan darah sehingga mencegah perdarahan berlebihan. Tidak hanya perdarahan yang terjadi di luar tubuh, vitamin K juga berperan mencegah perdarahan yang terjadi di dalam tubuh. Vitamin K dapat Anda temukan pada sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, kale, dan lain-lain.
  • Sariawan: merupakan penyakit yang identik dengan kekurangan vitamin C. Vitamin C merupakan jenis vitamin larut air, ini berarti tubuh Anda tidak akan menyimpan vitamin C sehingga kebutuhan vitamin C ini harus Anda dapatkan dari asupan. Fungsi umum vitamin C yaitu membantu pertumbuhan jaringan serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Mineral

Mineral adalah senyawa anorganik yang akan berikatan dengan struktur kimiawi lainnya. Ini berarti mineral dapat dengan mudah masuk ke tubuh Anda melalui makanan yang Anda konsumsi. Berbeda dengan vitamin yang rentan terhadap proses pemasakan. Contoh dari mineral yaitu magnesium, besi, kalsium, fosfor, sodium, dan potasium. Apa yang terjadi jika Anda kekurangan mineral?

  • Anemia: disebabkan oleh kekurangan zat besi. Zat besi dalam tubuh berfungsi untuk memproduksi sel darah merah. Gejala yang paling umum dari anemia yaitu mudah merasa lelah, pucat, napas menjadi pendek-pendek. Gejala yang lebih parah meliputi rambut rontok, luka terbuka di ujung mulut, sakit kepala, hingga tinnitus.
  • Masalah pada jantung: beberapa jenis mineral berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung. Magnesium misalnya, berfungsi untuk menyeimbangkan kelebihan kalsium dalam tubuh yang berhubungan dengan serangan jantung. Potasium bekerja dengan cara menormalkan tekanan darah, mencegah tekanan darah tinggi yang berhubungan erat dengan serangan jantung. Makanan yang banyak mengandung magnesium dan potasium antara lain sayuran berdaun hijau gelap, alpukat, pisang, dan lain-lain.

Antioksidan

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas berpotensi menyebabkan berbagai penyakit seperti arterosklerosis, kanker, penyakit jantung, dan lain-lain.

Sumber terbaik antioksidan adalah sayur dan buah. Beberapa jenis buah yang kaya akan antioksidan yaitu anggur (terutama yang berwarna gelap), berry, jeruk, dan apel. Sementara jenis sayuran yang banyak mengandung antioksidan adalah sayuran yang berwarna hijau gelap serta oranye seperti misalnya wortel, brokoli, bayam, dan kale.

Serat

Ini merupakan komponen penting yang hanya terdapat pada sayur dan buah. Jika Anda kurang mengonsumsi serat, banyak masalah kesehatan yang dapat Anda alami. Selain memperlancar pencernaan, serat juga membantu mencegah berbagai penyakit khususnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan diabetes. Hal ini dikarenakan serat bekerja secara alami mengurangi lemak dan kolesterol jahat. Apa saja yang dapat terjadi jika pola makan Anda rendah serat?

  • Konstipasi: jika Anda buang air besar kurang dari tiga kali seminggu bisa jadi Anda mengalami konstipasi. Kurang serat merupakan salah satu penyebab terjadinya konstipasi. Anda mungkin ingin mempertimbangkan mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti wortel, brokoli, dan apel untuk memperlancar sistem pencernaan Anda.
  • Berat badan naik: jika Anda mengonsumsi serat yang cukup saat makan, Anda akan merasa cepat kenyang sehingga mengurangi keinginan Anda untuk makan berlebih.
  • Gula darah tidak stabil: salah satu fungsi serat adalah memperlambat penyerapan gula sehingga membantu mengontrol kadar gula darah terutama bagi mereka yang menderita diabetes.
  • Cepat lelah: jika pola makan Anda didominasi oleh jenis makanan tinggi protein tinggi lemak dan rendah karbohidrat, maka bisa jadi Anda merasa cepat lelah, gampang merasa mual dan menjadi kurang bergairah.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit