Pada beberapa dekade terakhir, Botulinum toxin, atau dikenal dengan suntik botox menjadi perawatan yang populer untuk menghilangkan garis halus dan keriput di wajah. Walau dikenal sebagai perawatan yang efektif, masih banyak mitos tentang Botox®. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menjajal suntik botox demi membuktikan kebenarannya, baca dulu mana informasi yang benar fakta dan yang sekadar mitos meresahkan.

Menguak fakta di balik mitos seputar suntik botox

1. Wajah jadi kaku setelah suntik botox

Salah. Botulinum toxin bekerja melemaskan otot yang menciptakan kerutan dan garis-garis halus pada wajah Anda. Suntik botox hanya memengaruhi otot di sekitar titik suntikan dan tidak memengaruhi keseluruhan ekspresi muka. Dalam 1-2 minggu wajah akan kembali ke ekspresi wajah yang alami. Namun penggunaan Botox yang berlebih dapat berbahaya.

2. Begitu tanda kerutan di wajah muncul, harus cepat-cepat suntik Botox

Benar. Begitu garis-garis halus menetap di wajah Anda, akan lebih sulit untuk dihilangkan. Suntik botox secara dini dapat “melatih” otot muka untuk tidak membuat gerakan yang menyebabkan garis-garis, seperti cemberut atau menyipitkan mata. Dengan ini, Anda dapat memiliki kerutan yang lebih sedikit dan tidak perlu menggunakan Botox sering-sering.

3. Botox dapat mencegah kerutan selamanya

Salah. Jelas tidak ada perawatan yang permanen. Botox mengurangi kerutan dan garis-garis pada wajah untuk sementara. Efek ini akan menghilang seiringnya waktu dan tidak dapat bertahan selamanya. Efek biasanya bertahan selama 3-4 bulan.

4. Hanya orang tua yang memerlukan Botox

Salah. Botox bukan hanya untuk orang yang sudah tua. Botox tidak hanya diperuntukkan untuk alasan kosmetik, namun juga untuk alasan medis seperti perawatan untuk masalah mata kedutan, migrain, kosmetik, hingga masalah pada saluran kemih.

5. Anda tidak pernah terlalu muda untuk Botox

Benar. Suntik botox biasanya tidak disarankan untuk anak-anak berusia 18 tahun, walau biasanya Anda tidak memiliki garis-garis wajah pada usia tersebut. Ahli bedah plastik yang terkualifikasi dapat merekomendasi orang yang berusia di atas 18 tahun jika diperlukan. Botox juga dapat digunakan pada anak-anak untuk kondisi medis tertentu. Anda dapat mengonsultasikan dengan dokter anak untuk informasi lebih lanjut.

6. Krim anti kerut sama efektifnya

Tidak selalu. Krim antipenuaan atau serum wajah untuk kerut bukanlah pengganti Botox karena cara kerjanya yang sangat berbeda. Krim hanya dapat mempengaruhi lapisan luar kulit. Krim tidak dapat menyerap ke lapisan lebih dalam, sehingga produk-produk tersebut tidak efektif untuk kerutan.

7. Botox itu berbahaya

Salah. Suntik botox pertama kali mendapatkan persetujuan FDA (Food and Drug Administration) untuk mengatasi kondisi medis tertentu pada tahun 1989. Persetujuan pada Botox untuk tujuan kosmetik diberikan pada tahun 2002. Sejak itu, jutaan orang telah menggunakan Botox dengan aman. Botox paling aman diberikan oleh dokter yang telah terkualifikasi dengan dosis yang dianjurkan. Selalu pilihlah dokter yang sudah berpengalaman dengan kualifikasi untuk memastikan keamanan.

8. Botox adalah racun

Tidak. Walau memiliki kata-kata “toxin” pada namanya, Botulinum toxin yang digunakan untuk prosedur medis dan kosmetik melalui berbagai proses penyulingan untuk menghilangkan kandungan racunnya. Kadar racun pada suntik botox sangatlah rendah. Dengan berjalannya waktu, Botox pada tubuh akan hilang dengan sendirinya. Dokter akan mengetahui dosis yang tepat yang diperlukan untuk melakukan prosedur.

9. Saya tidak dapat menggerakan wajah jika menggunakan Botox

Betul jika suntik botox membatasi pergerakan otot, namun hal ini hanya akan memengaruhi otot yang disuntik dan tidak mempengaruhi seluruh wajah. Dalam beberapa hari, wajah Anda akan kembali dapat melakukan pergerakan dan ekspresi yang normal.

10. Botox dapat menyebabkan botulisme

Tidak. Keracunan makanan botulisme adalah kondisi yang disebabkan oleh botulinum toxin yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Namun, Suntik botox terbuat dari botulinum toxin yang sudah dimurnikan. Botox tidak menyebar dan tetap berada di area suntikan. Pada kasus yang langka,  toxin Botox dapat menyebar dan menyebabkan efek samping serius yang memerlukan perhatian medis.

11. Suntik botox bikin ketagihan

Tidak. Tidak ada kandungan adiktif pada Botox. Beberapa orang dapat terobsesi dengan hasil kulit yang baru dan lembut, dan menyalahkannya pada Botox.

12. Kulit bisa kendur setelah menggunakan Botox

Tidak. Sebaliknya, Suntik botox akan menjadikan kulit Anda lebih lembut dan lebih sehat. Setelah beberapa waktu, efek Botox akan menghilang dan Anda memerlukan suntikan lain untuk menjaga tampilan yang sehat. Namun, jika Anda berhenti menggunakannya, kulit Anda tidak akan mengendur.

13. Botox menyebabkan rasa sakit dan bengkak

Jika Anda mengalami rasa sakit atau bengkak pada area suntikan, jangan panik. Biasanya kondisi akan membaik dalam 2-3 hari. Jarum yang digunakan pada prosedur Botox sangat tipis dan berarti Anda hanya akan merasakan sedikit cubitan. Banyak suntikkan tergantung pada setiap orang. Jangan takut, rasa sakit dari suntikan hanya akan berlangsung beberapa detik.

14. Botox memiliki banyak efek samping

Botox memiliki beberapa efek samping seperti kelelahan, mual, muntah atau sakit kepala. Jika Anda mengalami efek samping yang parah, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan pada tenggorokan, Anda mungkin mengalami reaksi alergi. Anda harus menghubungi UGD segera.

15. Botox hanya untuk kerutan

Botox digunakan untuk banyak operasi medis dan kosmetik. Suntikan botox juga telah digunakan untuk mengatasi migrain dengan mengurangi ketegangan otot, menghambat kelenjar keringat untuk sementara, dan membantu pasien mengatasi depresi.

16. Botox dapat menghilangkan semua garis-garis wajah dan kerutan

Botox mengatasi kerutan yang muncul akibat pergerakan dengan merilekskan otot. Kategori kerutan lainnya adalah kerutan statis yang disebabkan penuaan dan paparan matahari. Kerutan ini tidak terkait oleh pergerakan dan tidak akan merespon pada perawatan Botox. Untuk kerutan dan garis-garis, Anda perlu menggunakan filler.

17. Botox sangatlah mahal

Dulu harga botox sangatlah mahal, namun dengan semakin banyaknya permintaan terhadap prosedur dan perkembangan teknologi, Botox dapat dijangkau oleh banyak orang.

18. Botox tidak direkomendasi untuk wanita hamil

Masih diperlukan banyak riset untuk mengonfirmasi penggunaan suntik botox yang aman pada wanita hamil dan menyusui. Namun, jika manfaat yang didapat dari Botox melebihi risikonya, Anda dapat berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Suntik botox telah banyak digunakan dan merupakan cara yang aman untuk mengurangi kerutan dan menjaga kulit tetap terlihat muda. Namun, botox hanya aman jika diberikan oleh ahli yang tersertifikasi. Pastikan Anda melakukan penelitian sebelum memutuskan untuk suntik botox.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca