Perlukah Memakai Earplug (Sumbat Telinga) di Konser Musik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/09/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Konser musik menawarkan pengalaman menikmati musik yang hidup dan gempar. Anda pun jadi merasa lebih berenergi dan bersemangat untuk mengikuti jalannya konser, meskipun Anda harus rela berdiri dan mendengarkan musik dengan suara yang sangat keras selama berjam-jam. Mendatangi konser musik memang seru, tapi akhir-akhir ini banyak musisi dan penyelenggara konser musik yang mulai aktif menyuarakan bahaya konser musik bagi pendengaran.

Data yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) pada 2015 membuktikan bahwa di seluruh dunia, sejumlah 40% remaja dan dewasa muda rentan terserang masalah pendengaran akibat terlalu sering berada di tempat-tempat hiburan seperti konser musik, klub malam, kafe dengan live music, dan sejenisnya. Ini berarti gangguan pendengaran yang datang dari konser musik tidak boleh disepelekan. Namun, bukan berarti Anda harus menghindari tempat-tempat hiburan dengan musik kencang sama sekali. Untuk mengakali efek samping konser musik pada telinga dan pendengaran, sebaiknya Anda menyiapkan earplug atau sumbat telinga. Akan tetapi, banyak yang ragu menggunakan earplug karena dianggap tidak praktis dan akan mengurangi sensasi menonton konser musik yang hingar-bingar. Ada juga yang mempertanyakan keampuhan earplug dalam mencegah masalah pendengaran yang diakibatkan oleh musik yang terlalu kencang.

Supaya Anda lebih yakin, simak segala informasi soal earplug dan masalah pendengaran saat pergi ke konser musik berikut ini.

Bahaya mendatangi konser musik bagi telinga

Menurut WHO, batas aman suara yang diterima oleh telinga adalah 85 desibel (dB) selama paling lama delapan jam. WHO menganjurkan Anda untuk tidak berada di lingkungan dengan suara sebesar 100 dB selama lebih dari 15 menit. Anda juga sebaiknya tidak mendengar suara di atas 105 dB selama lebih tiga menit. Sementara itu, kebisingan di konser musik bisa mencapai 100 hingga 120 dB dan konser musik pasti berlangsung selama lebih dari satu jam. Jika Anda berdiri di dekat pengeras suara, kebisingannya bisa mencapai 140 dB dan hal ini sangat berisiko menyebabkan hilang pendengaran.

Kebisingan yang Anda dengar selama konser musik berlangsung biasanya akan mengakibatkan gangguan pendengaran yang bersifat sementara. Dampaknya pada setiap orang berbeda-beda, mulai dari telinga berdenging (secara medis dikenal sebagai tinnitus), rasa sakit pada telinga, hingga hilang pendengaran. Ini karena di dalam telinga Anda terdapat sel rambut yang akan menerima getaran dari gendang telinga. Getaran ini akan kemudian diubah oleh sel rambut menjadi sinyal elektrik yang akan dikirim oleh saraf menuju otak. Otak pun menerjemahkan sinyal elektrik tersebut sebagai bunyi. Sel-sel rambut dalam telinga ini sangat peka terhadap suara keras sehingga mudah rusak jika Anda berada di konser musik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University Medical Center Utrecht di Belanda telah menguji para partisipan penelitian yang berusia rata-rata 27 tahun untuk mendatangi sebuah festival musik di lahan terbuka. Rata-rata suara yang dihasilkan oleh konser yang berlangsung selama 4,5 jam tersebut adalah 100 dB. Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa hanya 8% dari mereka yang memakai earplug mengalami hilang pendengaran sementara. Pada kelompok yang tidak memakai earplug, jumlah partisipan yang mengalami hilang pendengaran sementara mencapai 42%. Maka, jika Anda ingin menghindari masalah pendengaran, sebaiknya pasang earplug di telinga sebelum pergi ke konser musik favorit Anda.

Earplug seperti apa yang direkomendasikan?

Saat ini sudah tersedia berbagai macam sumbat telinga atau earplug yang bisa Anda beli di apotek, supermarket, dan toko perkakas. Ada yang terbuat dari busa, silikon, termoplastik, atau lilin. Kemampuan earplug untuk mengurangi suara juga berbeda-beda, mulai dari 10 sampai 30 dB.

Anda perlu menyesuaikan kebutuhan dengan earplug yang Anda pilih. Jika Anda adalah seorang musisi, teknisi suara, atau Anda sering mendatangi konser-konser musik atau kafe yang menawarkan musik live, sebaiknya Anda membeli earplug yang terbuat dari termoplastik atau silikon. Earplug jenis ini lebih pas di telinga dan tidak akan mengurangi kualitas suara seperti halnya earplug yang berbahan dasar busa. Anda juga harus mempertimbangkan apabila konser yang Anda datangi adalah konser musik rock, Anda perlu memilih earplug dengan kemampuan mengurangi suara sekitar 20 dB. Sementara kalau Anda datang ke acara musik akustik di sebuah kafe, earplug yang mengurangi suara sebesar 12 dB sudah cukup untuk mencegah masalah pendengaran.

Mencegah masalah pendengaran di konser musik

Selain menggunakan earplug, Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan masalah pendengaran ketika berada di sebuah konser musik. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan.

  • Jangan berdiri atau duduk terlalu dekat dengan pengeras suara. Jarak yang aman adalah di atas tiga meter.
  • Ambil jeda di sela-sela lagu dan menyingkirlah menuju tempat yang lebih sepi untuk mengistirahatkan telinga.
  • Hindari saling berteriak di samping telinga dengan orang lain. Biasanya Anda dan teman yang datang ke konser akan melakukan ini agar percakapan bisa terdengar lebih jelas. Namun, hal ini justru akan semakin membahayakan pendengaran Anda.
  • Hindari minuman beralkohol karena bisa membuat Anda tidak peka terhadap rasa sakit di telinga.   

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami gangguan pendengaran setelah mendatangi konser musik, biasanya pendengaran akan kembali normal setelah beberapa saat. Namun, jika sudah lebih dari 24 jam dan Anda masih mengalami telinga berdenging atau hilang pendengaran, segera periksakan diri ke dokter spesialis telinga. Umumnya keluhan yang dilaporkan adalah suara yang terdengar menjadi tidak jelas, terutama suara dengan nada tinggi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

    Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    bercak darah saat tidak sedang haid

    Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    Konten Bersponsor
    foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

    Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengusir biang keringat

    3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit