6 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang suka makan pepaya? Buah pepaya nyatanya tidak hanya dikonsumsi dagingnya saja, tetapi juga daunnya, lho. Bagi Anda yang suka makan-makanan tradisional, pastinya tidak asing dengan menu tumis daun buah pepaya. Selain rasanya yang gurih dan sedikit pahit, ternyata daun pepaya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja yang bisa didapat dari manfaat daun tersebut? Yuk, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Manfaat daun pepaya yang berkhasiat baik untuk tubuh

1. Mengandung zat anti kanker

Meskipun daun si buah pepaya rasanya pahit, tetapi manfaatnya sangat luar biasa. Mengapa sangat luar biasa? Ya, daun pada pepaya ini, memiliki sifat penangkal radikal bebas atau kandungan sifat anti-kanker. Studi penelitian dalam Journal Ethnopharmacology menyatakan, bahwa jus daun buah pepaya dapat melawan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit kronis. Contoh zat kanker yang dapat dicegah seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker pankreas, kanker hati, dan kanker paru-paru. Manfaat lainnya, juga dapat membuang racun dalam tubuh yang bisa menjadi cikal bakal kanker.

2. Dapat menghambat pertumbuhan bakteri

Manfaat daun pahit yang satu ini berpotensi besar menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Hal ini diketahui bahwa daunnya saja mengandung lebih dari 50 bahan aktif, termasuk senyawa karpain yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, cacing, parasit, bakteri dan berbagai bentuk sel-sel kanker. Kandungan tanin dalam daun pepaya juga dapat membasmi pertumbuhan cacing yang dapat merusak dinding usus.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Selain buahnya yang dapat melancarkan buang air, daun pepaya juga sebagai obat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jika daun buah pepaya dibuat jus, khasiatnya bisa melawan infeksi virus seperti virus flu atau radang pada tenggorokan. Manfaat lainnya setelah mengonsumsi jus daun pepaya adalah, dapat meregenerasi sel-sel darah putih dan trombosit secara alami.

4. Mencegah dan mengobati malaria

Daun pada pohon pepaya juga bermanfaat sebagai daun yang dapat mencegah malaria. Rasa pahit dari daunnya akan cepat mengusir virus malaria. Caranya, jika Anda terkena serangan malaria, ambil beberapa daun pepaya dan Anda bisa membuat jus dari daun pepaya tersebut, minum sekali saja dalam satu hari. Anda bisa merasakan manfaatnya selama 5 hari setelah meminum jus tersebut.

5. Meredakan sakit saat menstruasi

Masalah perempuan yang satu ini bisa diatasi dengan merebus atau menghaluskan daun pepaya yang berwarna hijau tua. Jus daun pepaya sangat efektif dalam mengurangi nyeri haid. Bila Anda ingin mengambil manfaatnya, silahkan rebus 3 lembar daun pepaya dengan 2 cangkir kecil air putih, tambahkan asam jawa dan garam, lalu didihkan. Minum air rebusan ini selama periode menstruasi.

6. Mencegah terjadinya demam berdarah

Pencegahan demam berdarah juga bisa didapat dari daun pepaya. Penyakit ini, merupakan salah satu penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dengue atau nyamuk aides, sehingga dapat berakibat fatal. Biasanya, penderita demam berdarah akan diberikan obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin dan ibuprofen yang memiliki efek samping, sehingga tidak baik untuk mengambil untuk menyembuhkan demam berdarah.

Nah, dengan jus daun dari pohon pepaya yang juga didaulat sebagai obat tradisional untuk demam berdarah menunjukkan, bahwa ekstrak daun pepaya mengandung enzim papain yang berguna untuk meningkatkan trombosit. Sehingga bisa meringankan penyakit demam berdarah pada tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit