5 Risiko Komplikasi yang Bisa Terjadi Setelah Operasi Penurunan Berat Badan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda mungkin sudah melakukan berbagai jenis diet yang katanya ampuh menurunkan berat badan. Namun terkadang, badan Anda tetap saja tidak berubah dan jauh dari kata langsing. Anda mungkin kepikiran ingin mencoba operasi penurunan berat badan yang menjanjikan hasil instan. Meski disebut-sebut ampuh menurunkan berat badan, ternyata ada beberapa risiko komplikasi setelah operasi yang perlu Anda waspadai.

Apa saja jenis operasi penurunan berat badan?

Ketika semua cara menurunkan berat badan sudah dilakukan dan tidak ada yang berhasil, kebanyakan orang akan mudah tergiur untuk mencoba operasi penurunan berat badan. Ada yang tergiur dengan sedot lemak, sementara segelintir orang lainnya tertarik mencoba operasi bariatrik.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK), operasi bariatrik adalah salah satu jenis operasi penurunan berat badan yang dilakukan dengan mengubah bentuk organ pencernaan Anda. Caranya bermacam-macam, mulai dari mengikat lambung, bypass lambung, hingga mengangkat beberapa bagian organ pencernaan (sleeve gastrectomy).

Semua cara ini dilakukan untuk membatasi asupan makanan dalam tubuh sekaligus menekan rasa lapar. Pada akhirnya, berat badan Anda jadi turun lebih cepat sesuai dengan harapan.

Sejumlah komplikasi setelah operasi penurunan berat badan

Meskipun manfaatnya menggiurkan, jangan buru-buru memutuskan untuk operasi tanpa pertimbangan yang matang, ya. Sama seperti jenis operasi lainnya, operasi penurunan berat badan juga menyimpan efek samping dan risiko komplikasi yang harus Anda perhatikan.

Berbagai komplikasi setelah operasi penurunan berat badan yang dapat terjadi di antaranya:

1. Timbul jaringan parut di saluran pencernaan

operasi bariatrik

Seorang peneliti dari University of Oslo di Norway, Karen Synne Groven, mengungkapkan bahwa komplikasi setelah operasi yang cukup sering terjadi adalah timbulnya jaringan parut pada saluran pencernaan. Alih-alih membuat badan jadi lebih sehat dan langsing, pasien justru membutuhkan perawatan lebih lanjut karena pencernaannya bermasalah.

2. Kurang gizi dan anemia

gejala anemia

Tidak dapat dipungkiri bahwa operasi penurunan berat badan bisa memperbaiki citra diri seseorang. Bila sebelumnya Anda sering mendapat ejekan dari orang lain soal berat badan, sekarang Anda bisa tampil percaya diri dengan tubuh yang langsing.

Namun di sisi lain, Anda masih ragu-ragu saat ingin makan banyak karena takut berat badan naik lagi. Alhasil, Anda jadi pilih-pilih jenis makanan dan hanya makan sedikit demi menjaga berat badan tetap ideal.

Karena kekhawatiran inilah, beberapa orang rentan mengalami kelelahan, mual, hingga pusing. Kurangnya asupan nutrisi juga membuat pasien rentan mengalami kurang gizi setelah operasi penurunan berat badan.

Anemia juga menjadi salah satu komplikasi setelah operasi yang paling sering terjadi. Operasi yang melibatkan perubahan ukuran usus menyebabkan penyerapan nutrisi jadi tidak maksimal. Akibatnya, zat besi yang diserap terlalu sedikit dan membuat pasien mengalami anemia.

3. Hernia

penyakit hernia

Dari sekian banyak komplikasi setelah operasi penurunan berat badan, Anda harus mewaspadai dengan kemungkinan terjadinya hernia. Dilansir dari Very Well Health, 1 dari 5 pasien operasi penurunan berat badan mengalami hernia. Bahkan, kondisi ini membuat pasien tersebut harus melakukan operasi lanjutan untuk mengatasi hernia.

Hernia alias turun berok adalah kondisi ketika sebagian atau keseluruhan organ atau jaringan (misalnya usus) menonjol pada area otot tubuh yang melemah. Semua jenis operasi yang dilakukan di perut dapat melemahkan dinding otot yang menutupi perut. Hal ini menyebabkan organ-organ pencernaan terdorong dan menonjol di lokasi sayatan operasi.

4. Batu empedu

gejala batu empedu

Sebanyak 1 dari 3 pasien mengalami batu empedu setelah menjalani operasi penurunan berat badan. Setelah berminggu-minggu pasca operasi, pasien biasanya masih belum bisa makan banyak. Pada akhirnya, mereka cenderung makan sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan dengan ukuran perutnya yang baru.

Berat badan yang turun dengan cepat, ditambah dengan asupan makanan yang sedikit, inilah yang meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu. Sebaiknya bicarakan dengan dokter bedah Anda mengenai jenis obat-obatan yang dapat meminimalisir risiko komplikasi setelah operasi ini.

5. Lambung atau usus bocor

gejala usus buntu

Setelah operasi penurunan berat badan, jahitan pada luka bekas sayatan bisa saja mengalami kebocoran, bahkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah operasi. Kondisi ini menyebabkan isi lambung atau usus meresap ke dalam rongga perut dan memicu infeksi serius.

Komplikasi setelah operasi penurunan berat badan yang satu ini merupakan kondisi darurat yang perlu penanganan segera. Dokter biasanya akan melakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki dan menutup kebocoran tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca