Pakai Lensa Kontak Warna Memang Lebih Cantik, Tapi Aman Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Siapa yang tidak ingin tampil menarik dengan bola mata yang besar dan berwarna yang dapat membuat bola mata seakan-akan menjadi lebih besar dan berbinar? Pakai lensa kontak berwarna bisa menjadi salah satu jawabannya.

Popularitas lensa kontak berwarna sangat meningkat belakangan ini. Bukan hanya untuk memperbaiki dan membantu penglihatan mata, melainkan untuk keperluan kosmetik alias kecantikan semata. Namun, apakah lensa kontak berwarna merupakan pilihan yang tepat atau justru membahayakan mata?

Hati-hati, banyak lensa kontak yang berbahaya

Lensa kontak kosmetik adalah jenis lensa kontak yang bisa mengubah penampilan mata. Termasuk di dalamnya adalah lensa kontak berwarna. Banyak orang yang keliru dengan menganggap bahwa lensa kontak adalah aksesoris fashion atau sekadar makeup.

Lensa kontak sebenarnya merupakan salah satu alat kesehatan yang seharusnya memerlukan resep dari dokter mata. Mengapa? Mata adalah salah satu organ penting dari tubuh manusia, dan mata setiap orang itu unik, dengan ukuran lingkaran mata, ukuran minus, plus, atau silinder, serta ketebalan kornea yang berbeda. Selain itu, ada kondisi-kondisi mata tertentu yang memang tidak cocok atau tidak disarankan untuk memakai lensa kontak. Contohnya adalah orang dengan mata kering, di mana mata akan semakin kering jika memakai lensa kontak.

Nah, sayangnya banyak sekali lensa kontak ilegal yang belum memenuhi standar yang dijual di pasaran, dan tidak diketahui bagaimana proses sterilisasinya sebelum dijual ke pasaran. Lensa kontak warna banyak dijual sebagai kosmetik atau alat kecantikan, bukan alat kesehatan. Inilah yang bahaya. Mata Anda mungkin tidak cocok dengan desain lensa kontak yang tidak diresepkan dokter mata Anda secara khusus.

Pakai lensa kontak warna lebih berisiko daripada lensa kontak biasa

Banyak sekali risiko berbahaya dengan pemakaian lensa kontak berwarna, salah satu yang tersering adalah infeksi mata yang pada akhirnya dapat menyebabkan ulkus kornea atau ‘lecet’ pada kornea, sampai pada kebutaan. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa pemakai lensa kontak berwarna memiliki risiko keratitis (infeksi kornea mata) 16 kali lebih tinggi dibanding pemakai lensa kontak bening yang memang dikhususkan untuk memperbaiki penglihatan mata.

Lensa kontak berwarna berbeda dengan lensa kontak bening, karena lensa kontak berwarna mentupi mata lebih besar daripada lensa kontak biasanya. Hal ini mengakibatkan oksigen akan lebih sulit masuk ke dalam mata.

Pemakaian lensa kontak warna juga berpengaruh pada produksi air mata yang berfungsi menyalurkan oksigen ke kornea mata dan melubrikasi kornea. Dengan berkurangnya air mata dan lubrikasi, akan berkurang pula pasokan oksigen dan ketahanan mata, menyebabkan risiko untuk terjadi kerusakan pada kornea pun lebih tinggi.

Risiko infeksi saat pakai lensa kontak berwarna

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada pemakaian lensa kontak berwarna adalah pemakaian lensa kontak semalaman atau dibawa untuk tidur, pemakaian yang berkepanjangan, mata kering, dan tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Faktor dari produk lensa kontak itu sendiri juga turut berperan, di antaranya adalah desain lensa, cara membersihkan dan merawat lensa, dan tentunya material lensa. Pigmen warna yang digunakan pada pembuatan lensa kontak berwarna juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang tertentu.

Namun, bukan berarti semata-mata lensa kontak tidak diperbolehkan untuk dipakai dan tidak aman. Ada baiknya, sebelum anda memutuskan untuk memakai lensa kontak berwarna (atau lensa kontak bening sekalipun), konsultasikanlah pada dokter spesialis mata anda untuk pengecekan mata terlebih dahulu. Lensa kontak yang sudah diresepkan oleh dokter mata dan dibeli di optik yang terpercaya dinyatakan aman dan ampuh untuk membantu penglihatan mata.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 29, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca