Benarkah Prosedur LASIK Menyebabkan Katarak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Laser In-Situ Keratomileusis atau biasa dikenal dengan sebutan LASIK, merupakan jenis operasi mata yang sering sekali digunakan untuk mengoreksi kelainan pada mata seperti rabun dekat, rabun jauh, astigmatisma, serta presbiopi. Tujuan dari LASIK biasanya untuk mengurangi ketergantungan Anda terhadap alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak. Operasi yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi penglihatan ini bekerja dengan cara membentuk ulang kornea, bagian yang berada di bagian depan mata dan terlihat jernih, sehingga cahaya yang melewati kornea dapat fokus ke retina yang terletak di bagian belakang mata.

Risiko LASIK

Meskipun relatif aman dan kemungkinan berhasilnya sangat besar, jenis operasi apapun termasuk LASIK memiliki risiko tersendiri. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dalam operasi LASIK yaitu:

  • Secara teknis, LASIK sebenarnya merupakan suatu tindakan yang kompleks. Masalah dapat terjadi ketika rekonstruksi kornea, sehingga sangat disarankan untuk Anda mencari dokter ahli yang sudah terbiasa menjalani LASIK.
  • LASIK dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan terbaik Anda. Yang dimaksud penglihatan terbaik disini adalah penglihatan maksimal Anda saat menggunakan kacamata atau lensa kontak.
  • Suatu keadaan yang disebut post LASIK ectasia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi LASIK. Di dalam mata, terdapat tekanan yang disebut intraocular pressure atau IOP. Pada kornea yang normal, tekanan ini tidak akan mempengaruhi bentuk kornea. Tetapi pada mereka yang menjalani LASIK, kornea menjadi lebih tipis dan melemah sehingga tidak dapat menahan tekanan tersebut. Lama kelamaan kornea akan berubah bentuk, biasanya bisa terlihat tonjolan pada bagian depan mata. Perubahan bentuk korna ini diasosiasikan dengan meningkatnya kemungkinan untuk menderita rabun jauh dan astigmatisma.

Apa itu katarak?

Berbeda dengan penurunan fungsi penglihatan yang dapat disembuhkan dengan LASIK, katarak merupakan kelainan mata yang biasanya muncul seiring dengan bertambahnya usia. Katarak merupakan keadaan di mana lensa mata tertutup oleh lapisan berwarna keruh sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi penglihatan. Katarak dapat muncul pada salah satu mata atau kedua mata.

Berbeda dengan LASIK yang berhubungan dengan kornea, katarak berhubungan dengan lensa. Lensa merupakan bagian dari mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya atau gambar ke retina. Pada mata normal, cahaya akan melewati lensa yang transparan dan diterima oleh retina. Cahaya yang sampai ke retina kemudian akan diubah menjadi sinyal untuk dikirim ke otak. Agar cahaya dapat mencapai retina, lensa harus transparan. Ini menjelaskan mengapa penderita katarak mengalami gangguan penglihatan.

Ada beberapa jenis katarak yaitu:

  • Katarak sekunder: katarak yang terjadi setelah operasi karena masalah kesehatan mata lain, seperti misalnya glaukoma. Penyakit seperti diabetes juga biasanya dihubungkan dengan katarak. Penggunaan steroid juga dapat menyebabkan katarak di kemudian hari.
  • Katarak kongenital: beberapa bayi lahir dengan katarak atau mengalami katarak saat masa kanak-kanak. Katarak jenis ini biasanya terjadi di kedua mata, berukuran sangat kecil sehingga tidak terlalu mengganggu penglihatan.

Apakah LASIK menyebabkan katarak?

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang menjalani LASIK memiliki risiko untuk mengalami katarak dalam usia yang lebih muda. Suatu studi meneliti terkait riwayat LASIK pada mereka yang menjalani operasi katarak di 18 negara Australia dan Eropa. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata umur pasien yang pernah menjalani LASIK dan kemudian menjalani operasi katarak adalah 62,9 tahun. Sementara rata-rata umur pasien yang menjalani operasi katarak tanpa pernah menerima tindakan LASIK adalah 74 tahun. Kemampuan melihat sebelum dilakukannya operasi katarak pada seluruh subjek penelitian ini kurang lebih sama. Tetapi mereka yang pernah menjalani LASIK cenderung berusia lebih muda dan kemudian memiliki kemampuan penglihatan yang lebih buruk pasca operasi katarak jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menjalani prosedur LASIK sebelumnya.

Perkembangan penyakit katarak pada mereka yang pernah menjalani LASIK lebih cepat jika dibandingkan dengan perkembangan penyakit katarak yang disebakan oleh pertambahan usia. Belum ada penjelasan tepat mengapa katarak lebih cepat berkembang pada mereka yang pernah menerima prosedur LASIK.

Bagaimana menghindari komplikasi akibat LASIK?

Komplikasi yang diakibatkan oleh prosedur LASIK sebenarnya dapat dihindari. Memastikan bahwa Anda memang cocok menjalani LASIK merupakan salah satunya. Pastikan dokter yang akan menjalankan prosedur LASIK mengetahui betul kondisi mata Anda. Dokter akan memeriksa ketebalan kornea, ukuran pupil, dan jenis obat-obatan apa yang biasa Anda gunakan. Beberapa kondisi yang menentukan apakah Anda dapat menjalani LASIK atau tidak yaitu:

  • Keadaan dan ketebalan kornea.
  • Pupil yang terlalu besar.
  • Penglihatan yang tidak stabil.
  • Mata terlalu kering atau dry eye syndrome.
  • Usia.
  • Kehamilan.
  • Penyakit yang diderita, misalnya apakah ada penyakit degeneratif atau penyakit autoimun.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca