7 Mitos Mata Merah Akibat Konjungtivitis yang Perlu Diluruskan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Ada banyak mitos saat seseorang mengalami masalah pada mata merah. Mata merah sebenarnya merupakan kondisi medis yang bernama konjungtivitis. Dilansir dari National Eye Institute, kondisi ini terjadi saat konjungtiva mengalami peradangan. Untuk meluruskan berbagai mitos terkait mata merah akibat konjungtivitis, simak ulasan berikut ini.

Mitos seputar mata merah karena konjungtivitis

Berikut beberapa mitos mengenai konjungtivitis atau pink eye yang perlu diluruskan:

1. Konjungtivitis pasti menular

cara mengatasi mata kering dan sensitif

Banyak orang percaya semua orang yang mengalami mata berwarna merah karena konjungtivitis pasti menularkan kondisinya tersebut. Padahal, hal ini hanya mitos belaka. Pasalnya, tidak semua orang yang mengalami konjungtivitis bisa menularkan penyakitnya tersebut pada orang lain.

Jika kemerahan pada mata disebabkan oleh virus atau bakteri, hal ini memang bisa menular. Akan tetapi, jika kemerahan ini disebabkan karena bahan kimia tertentu atau alergen, tak perlu takut karena kondisi ini tidak menular.

2. Hanya anak-anak yang bisa mengalami konjungtivitis

menghilangkan mata panda

Jika Anda mendengar bahwa konjungtivitis hanya menyerang anak-anak, tandanya itu informasi yang keliru. Mata merah karena konjungtivitis memang paling sering terjadi pada anak. Hal ini biasanya terjadi karena anak cenderung menggosok mata tanpa mencuci tangannya yang kotor. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa saat melakukan kebiasaan tersebut.

3. Mata merah pasti selalu konjungtivitis

mata belekan

Ada banyak sekali kondisi yang membuat mata seseorang menjadi merah. Mulai dari alergi hingga sindrom mata kering. Bahkan, ada tiga kondisi serius yang membuat mata juga menjadi kemerahan yaitu glaukoma (kerusakan pada saraf optik), skleritis (peradangan pada selaput putih di sekitar mata), dan uveitis (peradangan dan pembengkakan pada lapisan tengah bola mata).

4. Tidak ada obat untuk konjungtivitis

Pengobatan konjungtivitis tergantung penyebabnya. Konjungtivitis yang disebabkan karena virus memang dapat sembuh sendiri, dibantu dengan kompres dingin dan tetes mata buatan untuk menenangkan mata.

Lain halnya jika disebabkan oleh bakteri, pengobatan yang tepat adalah dengan tetes mata antibiotik. Selain itu, obat alergi juga bisa membantu meredakan konjungtivitis jika disebabkan oleh alergen. Untuk itu, jika keluhan Anda tidak kunjung membaik, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat terhadap gejala konjungtivitis Anda.

5. Tak akan muncul kalau tidak mengucek mata dengan tangan kotor

cara mengatasi mata kering

Menyentuh mata dengan tangan yang kotor hanya salah satu dari sekian banyak penyebab konjungtivitis. Anda juga bisa mengalami kondisi ini saat terpapar dengan zat yang terkontaminasi seperti lensa kontak yang kotor, makeup, polusi, dan bulu hewan peliharaan. Selain itu, konjungtivitis virus dan bakteri juga dapat tertular dari orang lain.

6. Hanya bisa menyerang sekali saja

mata terasa perih

Faktanya, mata merah akibat konjungtivitis bisa muncul lebih dari sekali. Kondisi ini akan dengan mudah terulang jika Anda terpapar hal-hal yang memicunya. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati dan menjaga kesehatan mata apalagi jika memiliki alergi terhadap bahan tertentu.

7. Bayi tidak bisa kena konjungtivitis

higroma kistik

Bayi yang baru lahir bisa mengalami konjungtivitis neonatal. Kondisi ini disebabkan karena saluran air mata yang tersumbat, iritasi, atau infeksi. Biasanya, bakteri atau virus ini ditularkan dari ibu ke bayi saat melahirkan.

Umumnya, kondisi ini terjadi ketika ibu memiliki penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore. Selain di mata, bayi yang lahir dengan konjungtivitis akibat penyakit kelamin ini bisa mengalami infeksi serius di paru-paru dan sumsum tulang belakang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Macam-macam Penyebab Konjungtivitis atau Peradangan Mata

Penyebab konjungtivitis atau gejala utama mata merah antara lain bakteri, virus dan alergi. Bagaimana cara membedakannya?

Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/03/2020 . 3 mins read

Alasan Mengapa Mata Merah Setelah Menangis

Menangis merupakan bagian dari kehidupan. Namun setelah menangis, kita akan mendapati mata berubah jadi merah. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/01/2020 . 3 mins read

5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

Ada banyak faktor penyebab bengkak pada kelopak mata. Oleh sebab itu, cara mengatasi kelopak mata yang bengkak perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/01/2020 . 4 mins read

Tips Melindungi Diri Saat Diserang Gas Air Mata

Gas air mata sering digunakan untuk membubarkan massa dan mengantisipasi kerusuhan. Bagaimana cara yang benar mengatasi efek kena gas air mata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 25/09/2019 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 mins read
dampak polusi udara pada mata

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 mins read
mata merah gejala coronavirus

Mata Merah dan Berair: Gejala Coronavirus COVID-19 yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020 . 5 mins read