Suka Bangun Siang? Mungkin Memang Turunan Orangtua

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hidup di tengah masyarakat yang aktivitasnya dimulai begitu ayam jantan berkokok dan selesai ketika matahari terbenam, orang yang suka bangun tidur kesiangan sering mendapat reputasi buruk. Dibilang pemalas atau tidak disiplin. Tapi kalau Anda termasuk golongan orang yang suka bangun siang, jangan dulu berkecil hati. Suka bangun siang ternyata adalah karakteristik khusus dalam DNA yang diwariskan di keluarga Anda dari generasi ke generasi. Lho, kenapa begitu?

Waktu tidur dan bangun tidur ditentukan oleh jam biologis tubuh

Semua makhluk hidup, termasuk manusia, memiliki jadwal kerja natural yang “tertanam” dalam diri untuk mengikuti segala perubahan pada aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam. Ini disebut dengan jam biologis atau ritme sirkadian.

“Jam” internal inilah yang menentukan apakah Anda orang yang cenderung suka bangun pagi atau bangun siang. Ritme sirkadian diatur oleh saraf suprachiasmatic (SCN) dalam otak dan juga dipengaruhi oleh kondisi suhu dan cahaya di lingkungan sekitar Anda berada. Namun, ini juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kode genetik dalam DNA Anda.

Mutasi DNA tertentu bisa membuat Anda terbiasa bangun tidur pagi buta

David Hinds, seorang ahli genetika statistik di 23andMe, sebuah perusahaan pengujian genetik swasta yang berkantor pusat di Mountain View, California, memelajari lebih dari 89 ribu sampel DNA dari sampel ludah para sukarelawan penelitian. Ia kemudian meminta peserta untuk menjawab sebuah pertanyaan sederhana: apakah mereka tipe orang yang bangun pagi atau bangun siang.

Dalam penelitian ini, peneliti utama Hinds dan rekan-rekannya melakukan apa yang disebut studi hubungan genom-wide (GWAS), di mana mereka melihat berbagai versi atau varian gen yang berbeda untuk menentukan apakah ada yang terkait dengan suatu sifat spesifik — dalam hal ini, menjadi orang pagi atau malam hari.

Dengan membandingkan tanggapan survei dengan informasi dari DNA peserta, para ilmuwan kemudian menganalisis apakah ada mutasi gen tunggal — yang disebut polimorfisme nukleotida tunggal, atau SNP — yang lebih sering muncul pada orang-orang yang mengelompokkan diri mereka sebagai penyuka bangun pagi. Mereka menemukan bahwa memiliki satu saja dari 15 varian genetik dalam DNA meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terbiasa bangun pagi sebesar 5 persen dan 25 persen.

Dan dari 15 varian genetik yang ditemukan terkait dengan kecenderungan bangun pagi, tujuh di antaranya berada di dekat gen yang diketahui berperan dalam ritme sirkadian. Beberapa gen ini juga berada dekat dengan kelompok yang terlibat dalam kerja indera penglihatan kita untuk merasakan cahaya dari luar. Kedekatan gen ini menunjukkan bahwa mereka cenderung memiliki fungsi yang berkaitan — khususnya untuk memberi tahu kita kapan harus bangun tidur.

Beda waktu bangun tidur, beda pula jenis mutasi genetiknya

Studi milik David Hinds menyimpulkan bahwa semakin banyak mutasi variasi genetik yang ditemukan dalam rantai DNA seseorang, maka semakin tinggi kecenderungan orang tersebut untuk bangun tidur lebih pagi. Mereka yang suka bangun tidur kesiangan juga memiliki mutasi genetik dalam rantai DNA-nya, tapi jenis mutasi yang ditemukan berbeda.

Sebuah studi terbitan jurnal Cell menemukan bahwa orang-orang yang begadang dan sulit bangun tidur tepat waktu memiliki mutasi genetik yang memperlambat jam sirkadian mereka. Jam sirkadian mengatur pola tidur dan bangun Anda dalam satu hari per 24 jam.

Orang yang memiliki mutasi genetik tersebut, yang disebut CRY1, menghabiskan waktu yang lebih lama untuk bisa tertidur — mereka baru bisa tidur dua sampai dua setengah jam kemudian dibandingkan mereka yang tidak memiliki mutasi. Hal ini membuat jadwal mereka tidak berjalan harmonis dengan kebanyakan penduduk bumi lainnya.

Tanpa disadari, “Orang yang memiliki mutasi genetik dalam tubuhnya memiliki siklus hari lebih lama daripada yang ditakdirkan, jadi mereka pada dasarnya hidup untuk mengejar ketinggalan sepanjang hidup mereka,” kata Alina Patke, kepala penelitian tersebut, dilansir dari Tonic.

Bangun tidur kesiangan dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan

Siklus tidur yang kacau bisa membuat seseorang sulit tidur tepat waktu dan tidur nyenyak di malam hari. Bangun tidur kesiangan biasanya didiagnosis sebagai gangguan fase tidur tertunda atau delayed sleep phase disorder (DSPD), dan telah dikaitkan dengan efek kesehatan yang serius, termasuk kecemasan, depresi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes. Studi menunjukkan DSPD memengaruhi hingga 10 persen dari total penduduk dunia.

Tidak semua kasus DSPD dapat dikaitkan dengan mutasi CRY1, tapi ini adalah pertama kalinya mutasi gen telah terlibat dalam gangguan ini. Namun mutasi genetik juga bukan berarti mereka yang suka bangun tidur kesiangan akan ditakdirkan untuk terbiasa hidup seperti itu sepanjang sisa hidupnya.

Terlahir dengan kecenderungan bangun tidur pagi buta atau siang bolong mungkin akan sedikit menyulitkan si pemilik tubuh untuk mengubah jam sirkadian mereka. Tapi keduanya bisa sama-sama tetap berfungsi baik di tengah masyarakat dan menjalani hidup sehat nan produktif.

Ini karena jam sirkadian merespons isyarat eksternal. Artinya, jam biologis tubuh Anda mudah beradaptasi dan dapat dikelola dengan rutinitas tidur yang terpelihara dengan naik, serta paparan sinar matahari yang cukup selama siang hari. Sejumlah faktor ini jugalah yang memungkinkan seseorang bisa pulih dari jet lag, atau bekerja sebagai pramugari dan pekerja shift yang jam kerjanya dibolak-balik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 14, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca