Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Banyak wanita mengaku bahwa kehamilan membuat rambut mereka lebih tebal. Sementara setelah melahirkan, banyak wanita mengalami kerontokan rambut yang cukup hebat hingga sering kali menimbulkan kekhawatiran. Tahukah, Anda bahwa kerontokan tersebut bukan disebabkan karena stress akibat memiliki bayi? Berikut adalah apa yang terjadi pada tubuh Anda dan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

Perubahan hormon sebelum dan sesudah melahirkan

Selama kehamilan, hormon dalam tubuh Anda berubah secara signifikan. Salah satu hormon yang meningkat tinggi pertama kali adalah hormon HCG atau human chorionic gonadotropin. Hormon inilah yang diukur pada saat tes kehamilan, peningkatan hormon ini menandakan bahwa Anda sedang hamil. Kehamilan juga meningkatkan beberapa hormon lain seperti estrogen, progesteron, oksitosin, dan prolaktin. Selain hormon, volume darah Anda juga meningkat selama kehamilan, saat hendak melahirkan, volume darah Anda dapat meningkat hingga 50% dari volume normal.

Segera setelah bayi Anda alhir, beberapa hormon dalam tubuh Anda merosot dengan cepat, termasuk estrogen dan progesteron. Hormon-hormon tersebut akan kembali ke kadar normal dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, kecuali prolaktin. Hormon ini akan tetap tinggi selama Anda menyusui. Volume darah Anda juga akan kembali normal, akan tetapi penurunannya membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar beberapa minggu setelah melahirkan.

Pengaruh hormon terhadap rambut

Selama kehamilan, kadar estrogen yang tinggi mencegah rambut Anda untuk rontok. Dalam keadaan normal, rambut Anda akan rontok dalam jumlah yang sedikit setiap harinya. Namun, selama kehamilan, jumlah rambut Anda yang rontok akan lebih sedikit dari biasanya. Hal ini diperkuat oleh efek dari peningkatan volume darah Anda. Perubahan volume darah dan sirkulasi darah juga mencegah agar rambut Anda tidak rontok.

Setelah Anda melahirkan, hormon dalam tubuh Anda menurun secara drastis, dan rambut Anda yang seharusnya rontok selama masa kehamilan Anda akan rontok dalam gumpalan yang lebih banyak dari biasanya. Volume total dari rambut Anda yang rontok mungkin tidak akan lebih banyak dari yang seharusnya Anda alami dalam sembilan bulan terakhir, namun karena kerontokan rambut Anda terjadi secara bersamaan dalam waktu singkat, Anda akan merasa bahwa kerontokan rambut Anda berlebihan.

Kerontokan pasca-melahirkan dapat mulai kapan saja sejak bayi Anda lahir dan dapat bertahan selama satu tahun. Puncaknya biasa terjadi pada bulan keempat, jadi jika bayi Anda sudah berusia beberapa bulan dan Anda masih mengalami kerontokan yang banyak, bukan berarti Anda harus khawatir.

Perawatan untuk mengatasi rambut rontok setelah melahirkan

Sangat wajar jika rambut Anda akan menipis setelah melahirkan. Sayangnya, sejauh ini, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah kerontokan rambut pasca-melahirkan ini. Jika hal tersebut tidak membuat Anda khawatir, Anda tidak perlu melakukan apa pun untuk mengatasinya. Namun, jika kerontokan rambut Anda membuat Anda khawatir, Anda dapat mencoba beberapa hal berikut untuk membuat rambut Anda terlihat lebih banyak dan sehat.

1. Libur dulu menata rambut Anda

Memberi suhu panas rambut Anda lewat hairdryer atau catokan dapat membuat rambut Anda terlihat semakin tipis. Anda mungkin harus bersabar sejenak, dengan tidak menata rambut Anda dan membiarkannya kering secara alami setelah keramas hingga kerontokan Anda berkurang. Menyisir terlalu keras juga dapat membuat rambut Anda rontok semakin banyak. Menyisirlah dengan lembut dan jangan menyisir lebih dari satu kali dalam sehari.

2. Makan makanan bernutrisi

Memakan sebanyak mungkin jenis buah dan sayur merupakan cara terbaik agar tubuh Anda mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan. Makanan yang dapat meningkatkan kesehatan rambut antara lain adalah sayuran hijau gelap (untuk kebutuhan zat besi dan vitamin C), ubi dan wortel (untuk kebutuhan beta karoten), telur (untuk kebutuhan vitamin D), dan ikan (untuk kebutuhan omega-3 dan magnesium).

3. Meminum vitamin

Vitamin tidak boleh menggantikan makanan padat yang bervariasi, terutama jika Anda seorang ibu yang menyusui. Vitamin dapat berguna sebagai suplemen jika makanan yang Anda konsumsi tidak atau kurang seimbang. Walau tidak terdapat vitamin khusus yang terbukti dapat mempengaruhi kerontokan rambut, secara umum vitamin sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Anda dianjurkan untuk tetap mengonsumsi vitamin kehamilan Anda setelah Anda melahirkan.

4. Menggunakan shampoo yang menambah volume

Walau belum terdapat bukti, menggunakan shampoo berkondisioner dapat membuat rambut Anda lebih berat dan terlihat lebih tipis. Shampoo yang bervolume dapat menjaga bentuk rambut Anda dan memberikan tampilan yang lebih berkilau.

Jadi, apakah kerontokan setelah melahirkan normal?

Kebanyakan kerontokan setelah melahirkan merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika Anda masih mengalami kerontokan hebat setelah anak Anda berusia satu tahun, Anda dapat berkonsultasi pada dermatologis untuk menyakinkan bahwa tidak terdapat penyebab lain dari kerontokan rambut Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 09/06/2020 . 5 mins read

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 mins read

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 mins read
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read