Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebotakan akibat rambut rontok biasanya dialami oleh orang dewasa. Namun, anak dan remaja juga bisa mengalami kerontokan, lho! Rambut rontok pada remaja bisa jadi tanda salah nutrisi atau adanya penyakit. 

Rambut rontok pada anak dalam masa remaja bisa menyebabkan perasaan emosional dan stres. Hanya saja, perlu diingat bahwa rambut rontok pada anak remaja sering kali hanya sementara dan bisa kembali tumbuh dengan baik.

Penyebab rambut rontok pada anak usia remaja

Rambut rontok remaja

Mayoritas orang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Jumlah kerontokan ini adalah normal karena helai-helai rambut akan tumbuh kembali. Namun, bagaimana jika jumlah rambut rontoknya melebihi angka tersebut?

Untuk bisa memperbaiki kerontokan rambut dengan benar ketahui dulu penyebab utama kerontokan tersebut.

Perubahan hormon remaja bisa jadi penyebab rambut rontok

Kerontokan akibat hormon ini bisa terjadi pada remaja perempuan. Ketika anak sedang bertumbuh dan berkembang menjadi remaja, mereka mengalami banyak perubahan tubuh dan perubahan hormon.

Pertumbuhan pada masa pubertas ini membuat hormon-horon tubuh tidak seimbang yang akan menyebabkan beberapa hal, seperti naik-turunnya emosi, kebiasaan makan yang acak-acakan, dan pertumbuhan rambut.

Pertumbuhan rambut dari akarnya diikat oleh suatu hormon khusus. Hormon yang menjadi penyebab kerontokan rambut disebut dengan dihidrotestosteron (DHT). Hormon tersebut berperan pula dalam pertumbuhan remaja pada masa pubertas.

Remaja perempuan bisa mengalami kerontokan karena ketidakseimbangan hormon DHT. Hanya saja, hal tersebut akan kembali normal ketika hormon dalam tubuhnya kembali seimbang.

Hairstyling atau gaya rambut berlebihan

Rambut rontok remaja

Melihat tren perkembangan gaya rambut (hairstyle) terbaru, remaja sering menggunakan produk berbahan kimia yang membuat kulit kepala panas atau berganti-ganti gaya rambut yang menyebabkan akar rambut tertarik.

Meluruskan atau mengeriting rambut setiap hari juga bisa menyebabkan rambut kering dan rapuh dan akan berakibat pada kerontokan rambut.

Kurangnya asupan nutrisi

Peran nutrisi pada rambut kerap tidak diperhatikan. Padahal ini menjadi hal penting untuk mencegah rambut rontok pada remaja. 

Lebih sering mengkonsumsi junk food ketimbang buah dan sayur yang bergizi bisa berakibat buruk yakni kekurangan protein, vitamin, dan mineral untuk menahan kekuatan rambut. 

Ketika kekurangan nutrisi, asupan nutrisi yang sedikit diterima ini bingung akan didistribusikan ke bagian tubuh yang mana. Tentulah sel-sel tubuh akan memilih untuk mengirimkan nutrisi yang sedikit itu ke bagian yang paling penting dan mengurangi kiriman nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut.

Orangtua diharapkan memberikan perhatian khusus pada penyebab rambut rontok anak remaja ini. Karena kekurangan nutrisi mungkin diakibatkan oleh asupan gizi yang buruk atau gangguan makan.

Kondisi medis atau efek samping obat-obatan

Rambut rontok remaja

Terkadang kerontokan rambut pada remaja disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Seseorang dapat mengalami kerontokan rambut jika mereka memiliki infeksi kulit kepala, diabetes, masalah pada tiroid, atau kelainan kulit. 

Namun, jangan dulu khawatir jika Anda mengalami kerontokan rambut. Karena rambut rontok yang disebabkan oleh kondisi medis ini lebih akan memiliki gejala penyerta lain.

Orangtua diharapkan memperhatikan setiap perubahan lain yang menyertai rambut rontok dan mengonsultasikannya pada dokter.

Mengatasi dan mencegah rambut rontok

makanan sehat

Cara terbaik untuk mengatasi kerontokan rambut adalah dengan mengatasi akar masalahnya. Dilansir situs web John Hopkins Children’s Hospital, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat anak remaja Anda mengalami rambut rontok:

  • Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang dengan asupan kalori yang optimal.
  • Konsumsi lebih banyak makanan mengandung Omega-3.
  • Keramas dan sisir rambut dengan lembut. Oleskan minyak untuk menutrisi rambut, misalnya minyak kelapa.
  • Batasi penggunaan pelurus rambut dan pengering rambut (hairdryer) terlalu panas dan terlalu sering. Hindari penggunaan bahan kimia pada rambut terlalu sering, seperti bleaching atau pewarnaan.
  • Pastikan apakah anak remaja mengalami kekurangan vitamin, terutama zat besi.
  • Konsultasikan pada dokter kemungkinan adanya ketidakseimbangan hormon yang tidak normal.
  • Kurangi stres dan tekanan pada kehidupan anak remaja.

Dalam kebanyakan kasus rambut rontok pada anak remaja, langkah-langkah di atas semestinya dapat mengatasi masalah tersebut. Namun, jika kerontokan berlanjut setelah beberapa bulan, konsultasikan pada dokter untuk mencari penyebab utamanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

DI usia ini, anak sudah masuk masa pertengahan remaja. Lantas, apa saja perkembangan yang terjadi pada anak usia 15 tahun? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Tak hanya fisik, kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak usia 14 tahun banyak mengalami perkembangan. Berikut penjelasan lengkapnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 23 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi patah hati

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
perkembangan anak 17 tahun

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit
perkembangan anak usia 18 tahun

Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit