Kulit berjerawat bukan lagi barang baru bagi pemilik wajah berminyak. Tapi tidak jarang juga jerawat bisa menghampiri Anda yang punya kulit kering. Kok bisa, dan bagaimana mengatasi jerawat pada kulit kering? Berikut informasinya.

Kulit kering juga bisa berjerawat

Kenyataannya, apapun jenis kulit Anda, kulit wajah biasanya akan tetap menghasilkan minyak. Hanya saja minyak yang dihasilkan tidak bisa menempel lama-lama pada kulit, karena pada dasarnya kulit kering itu sendiri artinya kondisi kulit yang rusak. Begini, kulit Anda bergantung pada lapisan minyak (lipid) untuk mencegah berbagai kuman penyebab iritasi dan mempertahankan regenerasi sel yang konsisten. Jenis kulit kering sudah kehilangan kemampuannya optimalnya untuk melakukan tugas ini.

Akibatnya, kulit kering justru mungkin menghasilkan lebih banyak minyak sebagai upaya untuk melembapkan diri sendiri, menyebabkan sel kulit mati menumpuk lebih banyak di permukaan kulit sehingga mudah teriritasi dan meradang. Pada akhirnya, peradangan dan tumpukan kulit mati ini meningkatkan potensi pori-pori tersumbat dan timbul jerawat.

Kulit kering yang berjerawat juga bisa disebabkan oleh kondisi kulit yang terlalu sensitif terhadap bahan aktif dalam produk perawatan kulit Anda. Produk perawatan wajah seperti scrub, facial, atau peeling yang mengandung bahan aktif dapat menyebabkan kulit kering. Pada gilirannya dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena jerawat.

Ketika kulit wajah jadi kering, biasanya kulit akan mengelupas dan mungkin tanpa sadar Anda jadi sering mengelopek kulit yang bersisik ini. Ini juga yang dapat memicu jerawat karena luka dari kulit yang mengelupas dapat menjadi celah bagi bakteri untuk masuk dan mengakibatkan infeksi pada kulit yang selanjutnya dapat berkembang menjadi jerawat.

Cara mengobati jerawat pada kulit kering

1. Tetap pakai pelembab dan tabir surya, tapi gunakan yang tidak mengandung minyak

Untuk mengatasi masalah jerawat pada kulit kering, pakai produk perawatan wajah yang tidak mengandung minyak. Anda dapat menggunakan pelembab terlebih dahulu sebelum mengoleskan obat jerawat. Memakai pelembab dengan SPF di siang hari dan krim malam juga wajib rutin dilakukan. Disarankan juga untuk selalu menjaga kebersihan handuk saat mengeringkan muka dan jangan sering-sering menyentuh wajah.

2. Pakai krim atau obat khusus jerawat

Kulit kering, mengelupas, dan iritasi biasanya merupakan kondisi dari adaptasi obat jerawat. Bagi Anda yang sedang mengalami masa-masa adaptasi mengobati jerawat ini, ada baiknya untuk menggunakan obat yang berbahan dasar lotion, salep ataupun krim cair yang bisa mengurangi efek kering pada kulit wajah.

3. Pakai sabun pembersih wajah tanpa busa

Biasanya, sabun pembersih wajah yang tidak mengeluarkan busa saat digosok ke wajah dengan air, atau bahkan tidak membuat kulit kering sesudahnya. Hal ini harus diperhatikan, khususnya bagi yang punya kulit wajah kering.

Selain itu, lihat bagaimana kondisi kulit setelah dibersihkan dengan pembersih tersebut. Jika terasa terlalu kering atau gatal, bisa saja itu menunjukkan kalau produk tersebut tidak cocok dengan kulit kering Anda. Ingat juga, jangan juga terlalu sering mencuci muka karena akan mengurangi minyak alami di wajah.

4. Biarkan kulit wajah Anda beradaptasi dengan obat jerawat

Pada dasarnya, obat jerawat memang membuat kulit wajah menjadi kering. Bila setelah menjalani langkah-langkah di atas Anda masih mengalami kulit kering dan iritasi selama pemakaian obat jerawat, sebaiknya jangan gunakan obat jerawat setiap hari.

Anda dapat menggunakannya tiap selang sehari atau tiap tiga hari sekali. Bila ternyata efek yang dirasakan masih terlalu menyakitkan, Anda dapat mengoleskan obat wajah selama 20-30 menit kemudian bilas. Berikan waktu pada kulit wajah Anda untuk beradaptasi. Lanjutkan pemakaian obat jerawat pada kulit kering setelah kulit Anda membaik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca