Jerawat batu adalah masalah kulit yang sangat mengganggu dan tergolong cukup sulit untuk disembuhkan. Jerawat batu umumnya memiliki benjolan merah bernanah yang biasanya disertai peradangan hebat. Hal ini membuat sebagian besar jerawat batu menimbulkan rasa nyeri atau sakit ketika disentuh. Jika jerawat batu tidak diobati dengan benar, akan memperparah kondisi kulit Anda. Lantas, bagaimana cara mengobati jerawat batu? Simak tips lengkapnya dalam artikel ini.

Cara mengobati jerawat batu di rumah

Sebenarnya, jerawat batu adalah masalah kulit yang dapat menyerang semua kalangan di segala usia. Kebiasaan merawat wajah yang baik dan benar merupakan kunci untuk mengatasi kondisi ini.

Berikut beberapa cara mengobati jerawat batu di rumah:

  • Gunakan pembersih wajah yang lembut dua kali sehari  (membersihkan wajah dan mengeringkannya terlalu keras dapat memperparah keadaan wajah).
  • Hindari membersihkan wajah dengan sabun batangan. Formulasi sabun batangan dapat menyumbat pori-pori wajah.
  • Lakukanlah exfoliasi berbahan dasar asam salisilat, satu atau dua kali sehari. Pengelupasan kulit ini akan berguna untuk mengurangi kemerahan dan bengkak, mengurangi bakteri di pori-pori, serta meningkatkan produktivitas kelenjar minyak.
  • Gunakan benzoil peroksida untuk membunuh bakteri dalam pori-pori dan pastikan produk ini tidak mengandung mentol atau alkohol yang dapat membuat iritasi pada kulit.
  • Jangan menggunakan pelembap terlalu tebal di kulit berjerawat karena pemakaian berlebih bisa menyumbat pori-pori.

Cara mengobati jerawat batu di dokter kulit

Bagi beberapa orang, melakukan perawatan di rumah sebagai cara mengobati jerawat batu saja sudah cukup. Namun apabila pengobatan rumahan seperti yang sudah disebutkan di atas tidak juga berhasil, maka konsultasikan pada dokter kulit untuk mengobati masalah jerawat Anda.

Beberapa pilihan perawatan dokter yang dapat membantu mengobati jerawat batu Anda di antaranya:

1. Photodynamic Therapy (PDT)

Photodynamic therapy adalah pengobatan baru yang dapat mengobati jerawat batu dengan mengoleskan obat krim topikal photosensitizing yang dikontrol dengan cahaya LED biru dan merah.

Meskipun waktu pengobatan yang dilakukan oleh dokter kulit akan cukup lama dan juga cukup mahal harganya, perawatan ini tidak dapat mengurangi jumlah minyak dalam pori-pori, membunuh bakteri, maupun mengurangi jerawat batu.

2. Antibiotik oral

Penggunaan antibiotik dalam jangka pendek harus dikonsultasikan dengan dokter. Antibiotik untuk menghilangkan jerawat batu dapat digunakan secara topikal (oles) dan oral (minum).

Antibiotik bekerja dengan membersihkan kulit dari bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Namun, antibiotik tidak mengurangi kelebihan minyak dan sel kulit mati.

3. Terapi hormon

Hormon androgen yang diproduksi berlebihan oleh wanita akan menjadi penyebab jerawat batu. Selain itu, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa obat yang dapat menghambat produksi hormon androgen dapat membantu atasi jerawat membandel.  

Pengobatan ini pun bukan berarti tanpa efek samping. Oleh karena itu diskusikanlah dengan dokter terlebih dahulu. Pemberian dosis rendah dari obat antiandrogen merupakan cara untuk mengurangi efek samping.

4. Isotretinoin

Isotretinoin sebelumnya digunakan sebagai obat oral yang dapat mengendalikan kelenjar minyak secara langsung dan menghentikan aliran minyak. Hasilnya beragam, kadang langsung terlihat seketika, kadang baru terlihat setelah jangka waktu cukup lama.

Akan tetapi, isotretinoin dapat menyebabkan efek samping serius yang harus dipertimbangkan, termasuk kulit kering, rambut rontok, mimisan, timbul masalah fungsi hati, dan berisiko terhadap janin. Efek pengobatan isotretinoin ini juga bersifat permanen.

5. Suntik jerawat

Suntik jerawat merupakan pilihan tepat bagi Anda apabila ingin menghilangkan jerawat batu yang meradang. Dengan prosedur ini, jerawat Anda akan lebih cepat kempes dan membaik setelah beberapa jam tindakan.

Sayangnya, suntik jerawat bukanlah prosedur rutin yang dapat dilakukan setiap kali Anda jerawatan. Pasalnya suntik jerawat hanya dilakukan pada jenis jerawat parah yang meradang saja. 

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca