Penderita Spondilolistesis Tak Boleh Sembarang Yoga, Ini 5 Pose yang Perlu Dihindari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Yoga amat bermanfaat untuk melenturkan otot punggung dan menjaga bentuk normal tulang belakang. Namun, penderita spondilolistesis atau pergeseran tulang belakang perlu berhati-hati dalam melakukan yoga. Ini karena beberapa pose yoga justru bisa memperparah nyeri dan berisiko menimbulkan cedera. Lantas, apa saja pose yoga yang harus dihindari oleh penderita spondilolistesis?

Pose yoga yang tidak boleh dilakukan penderita spondilolistesis

Ada puluhan jenis pose yoga, dan beberapa di antaranya membuat punggung harus meliuk dalam waktu lama. Mengutip dari laman Spine, bagi penderita spondilolistesis, gerakan meliuk yang drastis dapat memperparah kondisi ruas tulang punggung yang telah bergeser.

Berikut adalah beragam pose yang sebaiknya dihindari bila Anda menderita spondilolistesis:

1. Bow pose

Sumber: Lessons

Dikenal pula dengan nama Dhanurasana, pose ini meniru bentuk busur panah dengan badan dan kaki sebagai lengkung busurnya.

Sementara itu, kedua tangan yang memegang ujung kaki merupakan tali busurnya.

Pose busur panah bermanfaat untuk mengatasi sembelit, nyeri punggung ringan, serta nyeri haid.

Namun, pose ini tidak cocok untuk penderita cedera tulang belakang atau spondilolistesis karena akan memaksa badan Anda untuk melengkung secara drastis.

2. Cobra pose

Pose kobra sebenarnya bermanfaat untuk memperkuat tulang belakang, melenturkan seluruh otot badan dan bokong, serta membantu meredakan stres.

Akan tetapi, pose ini termasuk dalam pose yoga yang perlu dihindari oleh penderita spondilolistesis.

Pose kobra membuat Anda harus berbaring tengkurap, lalu meliukkan badan ke atas sambil menumpu dengan kedua telapak tangan.

Pose ini mungkin mudah bagi orang dengan tulang belakang yang normal, tapi penderita spondilolistesis justru berisiko mengalami nyeri dan cedera.

3. Locust pose

locust pose
Sumber: Yoga Teket

Locust pose atau Salabhasana memiliki banyak kesamaan dengan pose kobra. Bedanya, kedua tangan tidak menumpu, melainkan berada di kedua sisi badan.

Anda kemudian harus meliukkan badan ke atas hingga arah pandangan lurus ke depan.

Ini adalah pose yoga yang harus dihindari oleh penderita spondilolistesis dan cedera punggung parah. Seperti pose kobra, pose ini memaksa Anda untuk meliukkan badan dalam waktu lama sehingga dapat mengakibatkan nyeri.

4. Extended hand-to-big-toe pose

Sumber: Lessons

Pose hand-to-big-toe membuat Anda harus mengangkat satu kaki setinggi mungkin, lalu menyentuh jari kaki yang terangkat selama 30 detik.

Meskipun dapat meningkatkan keseimbangan dan memperkuat otot kaki, pose ini juga memiliki risiko cedera yang besar.

Pasalnya, menjaga keseimbangan dengan satu kaki menjadi lebih sulit jika Anda menderita spondilolistesis, cedera punggung, atau cedera kaki

. Sedikit kesalahan bisa membuat Anda terjatuh dan akhirnya memperparah kondisi tulang belakang.

5. Camel pose

Sumber: Mindbodygreen

Pose yoga lain yang harus dihindari oleh penderita spondilolistesis adalah camel pose.

Untuk melakukannya, Anda perlu bertumpu pada kedua lutut dan jari kaki, lalu meliukkan badan hingga kepala Anda mendongak ke atas.

Kedua tangan lurus menumpu pada tumit untuk menahan bobot tubuh.

Camel pose berguna untuk mengatasi badan lesu, nyeri punggung ringan, dan nyeri haid.

Meski demikian, pose ini akan memberikan beban yang besar bagi tulang punggung, khususnya pada area pinggang di mana spondilolistesis kerap terjadi.

Setiap pose yoga memiliki manfaat dan efek samping. Satu pose yang bermanfaat bagi otot tangan mungkin saja menimbulkan tekanan bagi punggung.

Atau, pose yang baik bagi otot punggung bisa jadi memberikan beban tambahan bagi tulang belakang.

Ini sebabnya ada beberapa pose yang harus dihindari oleh penderita spondilolistesis.

Sebagai gantinya, Anda dapat melakukan pose yang lebih aman seperti downward facing dog, hero, five pointed star, dan lain sebagainya. Selalu konsultasikan pada instruktur yoga Anda sebelum memulai latihan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 14, 2019 | Terakhir Diedit: November 13, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca