Benarkah Langsung Olahraga Setelah Makan Bisa Bikin Usus Buntu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 November 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kata orang, Anda sebaiknya jangan langsung olahraga setelah makan karena takut bisa menyebabkan usus buntu. Lantas, apa kata dunia medis seputar wejangan ini?

Olahraga setelah makan bikin usus buntu, mitos atau fakta?

Terlepas dari tempat, jenis, intensitas, durasi, maupun kapan waktu dilakukannya, olahraga bukanlah penyebab dari usus buntu. Usus buntu adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan pada usus buntu, sebuah struktur berbentuk selang yang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker. Maka dari itu, wejangan usang yang mengatakan bahwa Anda tidak boleh olahraga setelah makan karena risiko usus buntu sudah tak perlu lagi Anda percaya.

Pasalnya, makanan itu sendiri pun juga bukan penyebab langsung dari radang usus buntu. Sistem pencernaan manusia sudah punya cara khusus untuk melumatkan makanan yang masuk, yaitu dengan enzim pencernaan yang sifatnya asam. Setelah dikunyah dan dihaluskan di mulut, makanan akan lantas dihancurkan oleh enzim.

Jadi, secara teknis Anda sebenarnya tidak bisa langsung kena usus buntu hanya karena makan sesuatu. Harus ada banyak sekali makanan yang tidak hancur dan menumpuk atau tertimbun di usus, barulah bisa terjadi peradangan usus buntu. Dengan kata lain, sekali makan saja tidak akan langsung bikin usus buntu, terlepas dari kapan waktu makan Anda — sebelum atau setelah olahraga.

Satu-satunya alasan mengapa Anda tidak disarankan untuk langsung berolahraga setelah makan adalah masalah kenyamanan. Berolahraga saat perut kenyang dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut sakit hingga kram pada beberapa orang. Namun ini bukanlah gejala maupun faktor risiko dari usus buntu.

Risiko usus buntu dapat meningkat jika memiliki riwayat keluarga dengan radang usus buntu

Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian dalam kemunculan usus buntu akut. Risiko usus buntu pada anak yang setidaknya terikat darah dengan anggota keluarga inti yang punya atau pernah punya usus buntu, meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga bebas usus buntu.

Rentan tidaknya seseorang terkena usus buntu juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh, seperti apakah Anda memiliki infeksi usus atau  cystic fibrosis sebelumnya, atau pola makan Anda rendah serat yang bisa membuat feses mengeras dalam usus dan sulit dikeluarkan.

Bagaimana cara mencegah usus buntu?

Meskipun sampai saat ini mekanisme terjadinya penyumbatan pada usus buntu belum diketahui pasti, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghindari risiko peradangan usus buntu, yaitu dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan minum air putih.

Asupan serat dan cairan yang memadai akan membantu sistem pencernaan untuk melunakkan feses sehingga Anda lebih kebal terhadap sembelit yang dapat menyebabkan penumpukan feses dalam usus. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran serta agar-agar untuk membantu melancarkan pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
oleharaga untuk anak

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit